<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Konsultasi Syariah - agama islam tanya jawab nikah remaja keluarga bisnis fatwa wanita kesehatan &#187; Nasehat</title>
	<atom:link href="http://konsultasisyariah.com/category/akhlak/nasehat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://konsultasisyariah.com</link>
	<description>KonsultasiSyariah.com menyajikan berbagai tanya jawab ilmiah syariah seputar permasalahan kehidupan muslim: Aqidah, Tata Cara Ibadah, Perdagangan, Rumah Tangga, Kesehatan, dan lain-lain.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 08:11:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Apa Hukum Cerita Anak?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/fikih/kontemporer/apa-hukum-cerita-anak.html</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/fikih/kontemporer/apa-hukum-cerita-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 04:25:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sholih</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=1436</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:
بسم الله الرحمن الرحيم
Ada sebagian cerita atau kisah yang ditujukan untuk anak, tujuannya untuk memberikan pengajaran ataupun hiburan bagi anak. Yang menjadi tokoh dalam kisah tersebut adalah hewan, di mana digambarkan hewan-hewan tersebut dapat berbicara layaknya manusia (dongeng fabel). Untuk mengajarkan anak akibat jelek dari berdusta misalnya, dikisahkan ada seekor musang berpura-pura jadi dokter hingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<p>Ada sebagian cerita atau kisah yang ditujukan untuk anak, tujuannya untuk memberikan pengajaran ataupun hiburan bagi anak. Yang menjadi tokoh dalam kisah tersebut adalah hewan, di mana digambarkan hewan-hewan tersebut dapat berbicara layaknya manusia (dongeng fabel). Untuk mengajarkan anak akibat jelek dari berdusta misalnya, dikisahkan ada seekor musang berpura-pura jadi dokter hingga ia dapat memperdaya seekor ayam. Kemudian si musang terperosok ke dalam lubang akibat perbuatan dustanya. Apa pendapat antum terhadap kisah seperti ini?</p>
<p><span id="more-1436"></span><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-’Utsaimin <em>rahimahullah</em> menjawab:</p>
<p>“Tentang permasalahan seperti ini, saya<em> tawaqquf</em> (mendiamkan, belum bisa mengatakan boleh atau tidak). Karena mengisahkan seperti itu berarti mengeluarkan si hewan dari keadaan asal penciptaannya. Dikatakan ia bisa berbicara, bisa mengobati/jadi dokter, dan bisa mendapat hukuman atas perbuatannya. Terkadang mungkin dikatakan bahwa ini hanya permisalan/perumpamaan. Namun <em>wallahu a’lam</em>, saya <em>tawaqquf</em> dalam perkara ini. Saya tidak mengatakan apa pun dalam hal ini.”</p>
<p>Ada bentuk lain dari cerita untuk anak. Seorang ibu terkadang bercerita kepada anaknya untuk memberikan pengajaran pada si anak dengan kisah yang memang mungkin terjadi, walaupun tidak mesti kisah itu terjadi. Misalnya si ibu berkata, “Ada seorang anak bernama Hasan. Anak ini suka mengganggu tetangganya. Suatu hari ia memanjat tembok rumah tetangganya. Tiba-tiba ia jatuh dan patah tangannya.” Yang menjadi pertanyaan kami, apa hukumnya cerita seperti ini, di mana memang tidak dapat dipungkiri anak yang mendengarnya terkadang beroleh pelajaran tentang perangai yang mulia lagi terpuji. Apakah cerita ini termasuk dusta yang dilarang?</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-’Utsaimin<em> rahimahullah</em> menjawab, “Yang zhahir, bila si ibu menceritakannya hanya sebagai perumpamaan dengan misalnya ia mengatakan, “Di sana ada seorang anak” tanpa menyebut nama tertentu dan kisahnya seakan benar terjadi, maka tidak apa-apa, karena di dalamnya ada faedah dan tidak ada madharat.”</p>
<p>(Fatwa-fatwa di atas diambil dari<strong> Majmu’ah As’ilah Tuhimmu Al-Usrah Al-Muslimah</strong>, hal 138-141).</p>
<p style="text-align: right;"><em>Dinukil </em><em>dari Majalah Asy Syariah No.53/V/1430 H/2009 halaman 87</em></p>
<p style="text-align: left;">Sumber:<em> </em>akhwat.web.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/fikih/kontemporer/apa-hukum-cerita-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Hukum Sholat Jum&#8217;at Bagi Pekerja yang Jauh dari Pemukiman?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/fikih/ibadah-fikih/sholat/apa-hukum-sholat-jumat-bagi-pekerja-yang-jauh-dari-pemukiman.html</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/fikih/ibadah-fikih/sholat/apa-hukum-sholat-jumat-bagi-pekerja-yang-jauh-dari-pemukiman.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 06:59:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sholih</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Safar]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat Jum'at]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=1288</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Ustadz, saya bekerja di lokasi pengeboran. Selama saya di lokasi (2 &#8211; 3 minggu), saya tidak pernah sholat jumat, dikarenakan situasi dan kondisinya yg tidak memungkinkan. Diantaranya adalah tuntutan kerja yang tidak boleh saya tinggalkan, selain itu juga perlu waktu 1 jam untuk menuju masjid. Saya mau tanya, apakah saya berdosa jika saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p><em>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuhu</em></p>
<p>Ustadz, saya bekerja di lokasi pengeboran. Selama saya di lokasi (2 &#8211; 3 minggu), saya tidak pernah sholat jumat, dikarenakan situasi dan kondisinya yg tidak memungkinkan. Diantaranya adalah tuntutan kerja yang tidak boleh saya tinggalkan, selain itu juga perlu waktu 1 jam untuk menuju masjid. Saya mau tanya, apakah saya berdosa jika saya tidak menunaikannya walaupun saya ganti dengan sholat Zhuhur? Atau jangan2 pekerjaan ini termasuk yg tidak diridhoi Allah? Terima kasih atas penjelasan ustadz.</p>
<p>(Syaiful Kamal)</p>
<p><span id="more-1288"></span><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em> Wa&#8217;alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu</em></p>
<p>Apabila lokasi pengeboran berada di luar kota dan adzan jum&#8217;at tidak terdengar dari lokasi kerja karena jauhnya maka antum tidak berkewajiban shalat jumat, karena termasuk syarat wajib menghadiri shalat Jum&#8217;at adalah mendengar panggilan adzan. Dari Abdullah bin &#8216;Amr radhiyallahu &#8216;anhu, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">الجمعة على كل من سمع النداء</p>
<p><em>&#8220;(Shalat) jum&#8217;at itu wajib atas orang yang mendengar panggilan adzan.&#8221; </em>(Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan dan dihasankan oleh Syeikh Al-Albany dalam Al-Irwa&#8217; 3/58)</p>
<p>Pendapat inilah yang dipegang oleh Imam Ahmad, Imam Syafi&#8217;iy, dan Ishaq. (Lihat<em> Sunan At-Tirmidzy</em> 2/374)</p>
<p>Dan ukuran seseorang dikatakan mendengar panggilan adzan menurut mayoritas ulama adalah apabila orang tersebut diperkirakan mendengar adzan yang dikumandangkan oleh orang yang keras suaranya, dalam keadaan angin tenang, tidak ada suara yang mengganggu, tidak ada penghalang, dan pendengaran orang yang mendengar tersebut sehat, ada diantara ulama yang mengatakan bahwa jaraknya sekitar satu farsakh atau 3 mil atau kurang lebih 5 km. (Lihat <em>Al-Muhadzdzab</em> beserta <em>Al-Majmu&#8217;</em> 4/354, <em>Kasysyaaful Qina&#8217;</em> 1/503, dan <em>At-Tamhid</em> 10/281)</p>
<p>Al-Lajnah Ad-Daimah pernah ditanya tentang pertanyaan semakna, kemudian Al-Lajnah menjawab:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">إذا كان الواقع كما ذكرت من البعد فليس عليك جمعة، وعليك أن تصلي الظهر، ولكن الخير لك أن تسعى مستقبلًا في عمل بمكان قريب من العمران، حتى تكون قريبًا من المساجد، وتتمكن من صلاة الجمعة والجماعة مع المسلمين في المساجد، وتسمع المواعظ، وتتعلم ما تحتاجه من أمور دينك</p>
<p>&#8220;Apabila keadaannya seperti yang antum sebutkan, yaitu lokasi yang jauh, maka kamu tidak berkewajiban shalat jum&#8217;at, dan kewajibanmu hanyalah shalat dhuhur, akan tetapi yang lebih baik bagimu adalah berusaha mencari pekerjaan yang dekat dengan bangunan-bangunan supaya dekat dengan masjid, dan kamu bisa menunaikan shalat jumat dan jama&#8217;ah bersama kaum muslimin di masjid-masjid, mendengarkan nasehat-nasehat, serta mempelajari perkara-perkara agama yang kamu butuhkan.&#8221; (<em>Fatawa Al-Lajnah Ad-Da&#8217;imah</em> 8/195)</p>
<p>Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-&#8217;Utsaimin <em>rahimahullahu</em>:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">إذا كان هؤلاء العمال بعيدين عن المسجد بحيث لا يسمعون النداء لولا مكبر الصوت وهم خارج البلد، فإن الجمعة لا تلزمهم، ويطمئن العمال بأنه لا إثم عليهم في البقاء في المزرعة ويصلون ظهراً، ويشار على كفيلهم أن يأذن لهم؛ لأن في ذلك خيراً وخيراً لهم، وتطييباً لقلوبهم وربما يكون ذلك سبباً في نصحهم إذا قاموا بالعمل، بخلاف ما إذا ضغط عليهم</p>
<p>&#8220;Apabila para pekerja tersebut tinggal jauh dari masjid sehingga tidak bisa mendengar adzan kecuali kalau ada mikrofon, sedangkan mereka berada di luar kota, maka mereka tidak wajib shalat jum&#8217;at, dan mereka bisa tenang bahwa mereka tidak berdosa tetap tinggal di kebun dan shalat dhuhur disana, dan hendaknya majikan dianjurkan untuk mengizinkan mereka shalat jum&#8217;at karena di dalamnya ada kebaikan yang banyak, dan menyenangkan hatinya, dan mungkin ini sebagai sebab membaiknya mereka dalam bekerja, lain halnya apabila kerjanya ditekan terus.&#8221; (<em>Majmu&#8217; Fatawa wa Rasail Syeikh &#8216;Utsaimin</em> 16/77 no:1218)</p>
<p>Demikian pula apabila pekerjaan tersebut sama sekali tidak bisa ditinggalkan, seperti menjaga kesinambungan kerja mesin maka ini merupakan udzur/alasan yang syar&#8217;iy insya Allah ta&#8217;aalaa.</p>
<p>Allah ta&#8217;aalaa berfirman:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ [التغابن/16</p>
<p><em>&#8220;Maka bertaqwalah kalian kepada Allah semampu kalian.&#8221; </em>(Qs. At-Taghabun: 16)</p>
<p>Berkata Syeikh Shalih bin Fauzan <em>rahimahullah</em>:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وأما قضية إذا كان العمل يتطلب من يبقى حارسًا على معدات أو أشياء مالية يخاف عليها لو ذهب الجميع للصلاة؛ فإنه لا بأس أن يبقى من تنسد به الحاجة لأجل حراسة هذه الأموال، ويكون معذورًا عن حضور الجمعة والجماعة .</p>
<p>&#8220;Adapun apabila pekerjaan tersebut mengharuskan adanya orang yang menjaga mesin-mesin atau harta benda yang dikhawatirkan hilang jika semua shalat maka tidak mengapa sebagian -sesuai dengan kebutuhan- tetap tinggal di tempat untuk menjaga harta benda tersebut, dan dia dimaafkan dari menghadiri jum&#8217;at dan jama&#8217;ah.&#8221; (<em>Al-Muntaqa min Fatawa Syeikh Shalih Al-Fauzan</em> Jilid 3 no: 64)</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</p>
<p>Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/fikih/ibadah-fikih/sholat/apa-hukum-sholat-jumat-bagi-pekerja-yang-jauh-dari-pemukiman.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Mendapatkan Rumah Secara Syar&#8217;i?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/fikih/pernikahan/rumah-tangga/bagaimana-cara-mendapatkan-rumah-secara-syari.html</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/fikih/pernikahan/rumah-tangga/bagaimana-cara-mendapatkan-rumah-secara-syari.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 04:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sholih</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=885</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalaamu&#8217;alaykum, ustadz, bagaimana solusi yang syar&#8217;i untuk membeli rumah? Kami tidak cukup sabar untuk mengumpulkan uang guna membelinya secara tunai, karena harga rumah semakin naik dari waktu ke waktu. Jazakallahu khair atas jawabannya ustadz. Barakallahu fiik.
(Abu Nabilah)
Jawab:
Wa&#8217;alaikumsalam. Wa fiika barakallah. 
Allah ta&#8217;ala menguji kita dengan perkara yang halal dan haram. Yang halal meski sulit akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>Assalaamu&#8217;alaykum, ustadz, bagaimana solusi yang syar&#8217;i untuk membeli rumah? Kami tidak cukup sabar untuk mengumpulkan uang guna membelinya secara tunai, karena harga rumah semakin naik dari waktu ke waktu. Jazakallahu khair atas jawabannya ustadz. Barakallahu fiik.</p>
<p>(Abu Nabilah)</p>
<p><span id="more-885"></span><strong>Jawab:</strong></p>
<p><span><em>Wa&#8217;alaikumsalam. Wa fiika barakallah. </em><br />
Allah ta&#8217;ala menguji kita dengan perkara yang halal dan haram. Yang halal meski sulit akan tetapi berbarakah, dan yang haram meski mudah di dapat tetapi jauh dari barakah.</span></p>
<p><span>Kewajiban seorang muslim bersabar dan berusaha mencari yang halal, semoga Allah ta&#8217;ala memberikan kita jalan keluar dari setiap perkara. Allah ta&#8217;ala berfirman: </span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><span>(وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا(2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا(3) الطلاق 2-3<br />
<em></em></span></p>
<p><span><em>&#8220;Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.&#8221; </em>(Qs. 65:2)<br />
<em></em></span></p>
<p><span><em>Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.&#8221; </em>(Qs. 65:3)<br />
</span></p>
<p><span>Diantara jalan keluar yang bisa saya nasehatkan:</span><br />
<span> </span></p>
<ol>
<li><span>Berusaha menambah pendapatan.</span></li>
<li><span>Membangun rumah yang sederhana</span>.</li>
<li><span>Membangun rumah dengan membeli yang diperlukan sedikit demi sedikit, mulai dari tanah sampai ke bahan bangunan, dan membangunnya secara bertahap, sebagaimana cara seperti ini sering saya dengar dari para ikhwah TKI yang bekerja di Saudi</span>.</li>
<li><span>Mencari orang yang meminjami kita uang untuk membeli rumah secara tunai, dan kita kembalikan kepadanya secara kredit tanpa riba. Namun orang yang seperti ini sulit dicari. Semoga Allah memperbanyak orang-orang kaya yang bersyukur dan baik hati.</span></li>
</ol>
<ol></ol>
<p><span>Akhir kata, jikalau Allah tidak mentakdirkan kita memiliki rumah sendiri di dunia, semoga Allah tidak mengharamkan kita untuk memiliki rumah sendiri di surga. Amin<br />
</span></p>
<p><span>Wallahu a&#8217;lam.</span></p>
<p>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</p>
<p>Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/fikih/pernikahan/rumah-tangga/bagaimana-cara-mendapatkan-rumah-secara-syari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Berhutang untuk Aqiqah?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/fikih/bolehkah-berhutang-untuk-aqiqah.html</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/fikih/bolehkah-berhutang-untuk-aqiqah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 03:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sholih</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Qurban]]></category>
		<category><![CDATA[Aqiqah]]></category>
		<category><![CDATA[Hutang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=874</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh 
Ahlan wa sahlan ustadz  ana Abu fathimah.
Mau nanya: Bolehkah jika kita mengaqiqahi anak kita, dengan beli kambingnya pake uang utang?
Dengan maksud bahwa utang tersebut akan segera dibayarkan (2 s/d 5 bulan insya allah). Minta jawaban ustadz. Jazakallahu khoiran.
Wassalamu&#8217;alaikumwarahmatullahi wa barakatuh.
(Abu Fathimah)
Jawab:

Seorang muslim dituntut untuk menghidupkan sunnah-sunah nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p><em>Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh </em><br />
Ahlan wa sahlan ustadz  ana Abu fathimah.</p>
<p>Mau nanya: Bolehkah jika kita mengaqiqahi anak kita, dengan beli kambingnya pake uang utang?<br />
Dengan maksud bahwa utang tersebut akan segera dibayarkan (2 s/d 5 bulan insya allah). Minta jawaban ustadz. Jazakallahu khoiran.</p>
<p><em>Wassalamu&#8217;alaikumwarahmatullahi wa barakatuh.</em></p>
<p>(Abu Fathimah)</p>
<p><span><span id="more-874"></span></span><span><strong>Jawab:</strong><br />
</span></p>
<p><span>Seorang muslim dituntut untuk menghidupkan sunnah-sunah nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Aqiqah hukumnya sunnah muakkadah dan tidak wajib menurut pendapat yang kuat, dan hendaknya orang yang memiliki kemampuan melaksanakan sunnah ini.<br />
</span></p>
<p><span>Adapun orang yang belum mampu saat itu maka jika dia memiliki sumber penghasilan yang dia berharap bisa membayar hutang dengannya di kemudian hari maka tidak mengapa dia berhutang<br />
</span></p>
<p><span>Imam Ahmad  <em>rahimahullahu</em> berkata:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">إذا لم يكن عنده ما يعق فاستقرض رجوت أن يخلف الله عليه إحياء سنة</p>
<p><span>&#8220;Kalau dia tidak memiliki harta untuk aqiqah kemudian berhutang maka aku berharap Allah menggantinya karena dia telah menghidupkan sunnah.&#8221; (<em>Al-Mughny</em>, Ibnu Qudamah 13/395)<br />
</span></p>
<p><span>Namun kalau tidak memiliki penghasilan tetap maka jangan dia berhutang karena nanti akan memudharati dia dan orang yang menghutanginya. (Lihat<em> Kasysyaf Al-Qina&#8217; &#8216;an Matnil Iqna&#8217;</em>,<em> Manshur bin Yunus Al-Bahuti</em> 2/353)<br />
</span></p>
<p><span>Allah ta&#8217;ala berfirman:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ)(التغابن: من الآية16)</p>
<p><em>&#8220;Bertaqwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian.&#8221; </em></p>
<p><span>Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin <em>rahimahullahu</em>:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وأما الاستقراض من أجل العقيقة فينظر، إذا كان يرجو الوفاء كرجل موظف، لكنه صادف وقت العقيقة أنه ليس عنده دراهم، فاستقرض من شخص حتى يأتي الراتب، فهذا لا بأس به، وأما إذا كان ليس له مصدر يرجو الوفاء منه، فهذا لا ينبغي له أن يستقرض</p>
<p><span>&#8220;Dan adapun meminjam uang untuk keperluan aqiqah maka dilihat, kalau dia berharap bisa mengembalikan seperti seorang pegawai misalnya, akan tetapi ketika waktu aqiqah dia tidak memiliki uang, kemudian dia meminjam uang sampai datang gaji maka ini tidak mengapa, adapun orang yang tidak punya sumber penghasilan tetap yang dia berharap bisa membayar hutang dengannya maka tidak selayaknya dia berhutang.&#8221; (<em>Liqa Al-Babil Maftuh</em>, <em>Al-Maktabah Asy-Syamilah</em>)<br />
</span></p>
<p><span>Wallahu ta&#8217;ala a&#8217;lam.</span></p>
<p>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</p>
<p>Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/fikih/bolehkah-berhutang-untuk-aqiqah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Solusi Umat di Indonesia?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/fikih/kontemporer/bagaimana-solusi-umat-di-indonesia.html</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/fikih/kontemporer/bagaimana-solusi-umat-di-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 08:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sholih</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>
		<category><![CDATA[Umat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=853</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Kenapa praktek islam di Indonesia berbeda dengan Saudi? Banyak bid&#8217;ah (peringatan maulid, nyanyi-nyanyi di masjid dll), bahkan ada yang sholat setahun cuma 2 kali, bagaimana solusinya?
(0565188242)
Jawab:
 Solusinya tidak ada cara lain kecuali kita mau kembali berpegang teguh kepada ajaran islam yang murni dan bersih, agama islam yang berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadist dengan pemahaman generasi terbaik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>Kenapa praktek islam di Indonesia berbeda dengan Saudi? Banyak bid&#8217;ah (peringatan maulid, nyanyi-nyanyi di masjid dll), bahkan ada yang sholat setahun cuma 2 kali, bagaimana solusinya?</p>
<p>(0565188242)</p>
<p><span id="more-853"></span><strong>Jawab:</strong></p>
<p><span> Solusinya tidak ada cara lain kecuali kita mau kembali berpegang teguh kepada ajaran islam yang murni dan bersih, agama islam yang berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadist dengan pemahaman generasi terbaik umat dari kalangan para sahabat, para tabi&#8217;in, dan para tabi&#8217;it tabi&#8217;in, di dalam semua segi kehidupan kita, baik aqidah, fiqh, mu&#8217;amalah, akhlaq dll.</span></p>
<p><span> Tentunya hal ini harus dimulai dengan menuntut ilmu syar&#8217;i, baru kemudian menyebarkan ilmu ini dengan hikmah (bijaksana) dimulai dari keluarga sendiri, teman terdekat, tetangga, kemudian masyarakat umum. </span></p>
<p><span>Dengan demikian, kita berharap Allah akan memperbaiki keadaan kita dan keadaan kaum muslimin semuanya. Allah berfirman:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">(إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ ) (الرعد من : 11 )</p>
<p><span>Artinya<em>: &#8220;Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.&#8221; </em>(Qs. 13:11)<br />
</span></p>
<p><span>Wallahu a&#8217;lam. </span></p>
<p>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</p>
<p>Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com</p>
<p><span><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/fikih/kontemporer/bagaimana-solusi-umat-di-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Hukum Memakai Smiley/Emoticons YM?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/fikih/apa-hukum-memakai-smiley-emoticons-ym.html</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/fikih/apa-hukum-memakai-smiley-emoticons-ym.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 06:49:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sholih</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kartun]]></category>
		<category><![CDATA[Yahoo Messener]]></category>
		<category><![CDATA[YM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=806</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum.
Ustadz,bagaimanakah hukum smiley seperti yang ada di Yahoo Messenger (YM)? Apakah smiley termasuk gambar yang menyerupai makhluk hidup? Jazakallahu khoiran.
(Ikhsan Jaya)
Jawab: 
Wa&#8217;alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Menurut pendapat yang kuat bahwa menggambar mahluk bernyawa dengan menghilangkan sebagian anggota badan, yang orang tidak mungkin hidup tanpanya (seperti menghilangkan dada, perut), dengan tetap menyisakan kepalanya termasuk di dalam larangan menggambar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p><em>Assalamu&#8217;alaikum.</em><br />
Ustadz,bagaimanakah hukum smiley seperti yang ada di Yahoo Messenger (YM)? Apakah smiley termasuk gambar yang menyerupai makhluk hidup? Jazakallahu khoiran.</p>
<p>(Ikhsan Jaya)</p>
<p><span id="more-806"></span><strong>Jawab: </strong><br />
<em>Wa&#8217;alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.</em></p>
<p>Menurut pendapat yang kuat bahwa menggambar mahluk bernyawa dengan menghilangkan sebagian anggota badan, yang orang tidak mungkin hidup tanpanya (seperti menghilangkan dada, perut), dengan tetap menyisakan kepalanya termasuk di dalam larangan menggambar mahluk bernyawa</p>
<p>Ini adalah pendapat sebagian Syafi&#8217;iyyah (Lihat <em>Nihayatul Muhtaj</em> 6/375, <em>Asna Al-mathalib wa Hasyiyatuhu</em> 3/226), dan pendapat sebagian Hanabilah zaman sekarang (Lihat <em>Fatawa wa Rasail Syeikh Muhammad bin Ibrahim</em> 1/189-190)</p>
<p>Diantara dalil-dalilnya:<br />
1. Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">((أتاني جبريل عليه السلام فقال لي أتيتك البارحة فلم يمنعني أن أكون دخلت إلا أنه كان على الباب تماثيل وكان في البيت قرام ستر فيه تماثيل وكان في البيت كلب فمر برأس التمثال الذي في البيت يقطع فيصير كهيئة الشجرة ومر بالستر فليقطع فليجعل منه وسادتين منبوذتين توطآن ومر بالكلب فليخرج)) ففعل رسول الله صلى الله عليه و سلم<br />
<em></em></p>
<p><em>&#8220;Jibril &#8216;alaihissalam telah datang kepadaku seraya berkata: Aku telah datang kepadamu tadi malam, dan tidaklah menghalangiku untuk masuk (rumah) kecuali karena ada patung di depan pintu, ada tirai yang bergambar (mahluk hidup), dan ada anjing di rumah. Maka hendaklah dipotong kepala patung yang ada di rumah sehingga berbentuk pohon, dan hendaklah tirai tersebut dipotong kemudian dijadikan dua bantal yang dijadikan sandaran, dan hendaknya anjing tersebut dikeluarkan, kemudian Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam melakukannya&#8221; </em>(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzy, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)</p>
<p>Di dalam hadist ini Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> hanya membolehkan keberadaan gambar mahluk bernyawa jika dilakukan salah satu dari 2 perkara:<span style="text-decoration: underline;"><br />
</span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Pertama:</span> Dipotong kepalanya<br />
<span style="text-decoration: underline;">Kedua:</span> Dihinakan (digunakan untuk perkara-perkara yang tidak ada penghormatan di dalamnya)</p>
<p>Dan bukan dengan cara menghilangkan anggota badan lain (selain kepala) yang orang tidak mungkin hidup tanpanya, seperti menghilangkan dada atau perut</p>
<p>Berkata Syeikh Bin Baz:<br />
(( ويستدل بالحديث المذكور أيضا على أن قطع غير الرأس من الصورة كقطع نصفها الأسفل ونحوه لا يكفي ولا يبيح استعمالها ، ولا يزول به المانع من دخول الملائكة ، لأن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بهتك الصور ومحوها وأخبر أنها تمنع من دخول الملائكة إلا ما امتهن منها أو قطع رأسه ، فمن ادعى مسوغا لبقاء الصورة في البيت غير هذين الأمرين فعليه الدليل من كتاب الله أو سنة رسوله عليه الصلاة والسلام ))</p>
<p>&#8220;Hadist di atas dijadikan dalil bahwa memotong selain kepala seperti memotong separuh badan bagian bawah atau yang semisalnya adalah tidak cukup dan tidak boleh menggunakannya, dan ini tetap menjadi penghalang masuknya malaikat (ke dalam rumah), karena Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengoyak gambar dan menghapusnya, dan beliau mengabarkan bahwa hal ini menghalangi malaikat masuk rumah, kecuali gambar yang dihinakan atau dipotong kepalanya. Maka barangsiapa yang memiliki alasan tetap dipajangnya gambar di rumah selain kedua alasan ini maka wajib baginya mendatangkan dalil dari kitabullah dan sunnah RasulNya.&#8221; (<em>Majmu&#8217; Fatawa Syeikh Bin Baz</em> 4/219)</p>
<p>2. Hadist Ibnu &#8216;Abbas <em>radhiyallahu &#8216;anhuma</em>:<br />
Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">الصورة الرأس فإذا قُطِع الرأس فلا صورة<br />
<em></em></p>
<p><em>&#8220;Gambar itu kepala, jika dipotong kepala maka tidak ada gambar.&#8221; </em>(HR. Al-Isma&#8217;ili di dalam Mu&#8217;jamnya, dari Ibnu &#8216;Abbas,<br />
Dishahihkan Syeikh Al-Albany di Ash-Shahihah 4/554)<br />
Di dalam hadist ini Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menjadikan ada tidaknya kepala sebagai ukuran boleh tidaknya keberadaan gambar mahluk bernyawa. Jika kepalanya ada maka tidak boleh, dan jika kepalanya tidak ada maka boleh.</p>
<p>3. Jangan kita qiyaskan hal ini dengan masalah memotong kepala dan menyisakan badannya karena 2 hal:</p>
<p>Pertama: Kepala ini adalah anggota badan yang paling utama, yang membedakan antara mahluk bernyawa dengan pohon dan benda mati.<br />
Kedua : Badan kalau dipotong kepalanya maka akan seperti bentuk pohon, sebagaimana dalam hadist , akan tetapi kalau kepala dipotong badannya saja maka tetap berbentuk mahluk yang bernyawa.</p>
<p>Berkata Syeikh Bin Baz:<br />
ولأن النبي صلى الله عليه وسلم أخبر أن الصورة إذا قطع رأسها كان باقيها كهيئة الشجرة ، وذلك يدل على أن المسوغ لبقائها خروجها عن شكل ذوات الأرواح ومشابهتها للجمادات ، والصورة إذا قطع أسفلها وبقي رأسها لم تكن بهذه المثابة لبقاء الوجه ، ولأن في الوجه من بديع الخلقة والتصوير ما ليس في بقية البدن ، فلا يجوز قياس غيره عليه عند من عقل عن الله ورسوله مراده . وبذلك يتبين لطالب الحق أن تصوير الرأس وما يليه من الحيوان داخل في التحريم والمنع؛ لأن الأحاديث الصحيحة المتقدمة تعمه</p>
<p>&#8220;Dan juga Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengabarkan bahwa gambar kalau dipotong kepalanya maka sisanya seperti bentuk pohon, ini menunjukkan bahwa alasan kenapa diperbolehkan adalah karena dia bukan lagi berbentuk mahluk yang bernyawa. Dan dia lebih serupa dengan mahluk mati. Dan gambar kalau dipotong bawahnya kemudian tersisa kepalanya maka jadinya bukan seperti itu (tidak berganti menjadi bentuk mahluk mati), dan juga wajah ini di dalamnya ada keindahan penciptaan dan gambar yang tidak ada di anggota badan yang lain. Maka tidak boleh anggota badan diqiyaskan kepada kepala bagi orang yang memahami maksud Allah dan rasulNya. Dengan demikian jelas bagi pencari kebenaran bahwa menggambar kepala mahluk hidup adalah terlarang karena keumuman hadist-hadisy yang shahih&#8221; (<em>Majmu&#8217; Fatawa Syeikh Bin Baz</em> 4/219).</p>
<p>Berkata Syeikh Al-Albany rahimahullah:<br />
((أن قوله &#8221; حتى تصير كهيئة الشجرة &#8221; ، دليل على أن التغيير الذي يحل به استعمال الصورة ، إنما هو الذي يأتي على معالم الصورة ، فيغيرها حتى تصير على هيئة أخرى مباحة كالشجرة . و عليه فلا يجوز استعمال الصورة و لو كانت بحيث لا تعيش لو كانت حية كما يقول بعض الفقهاء ، لأنها في هذه الحالة لا تزال صورة اسما و حقيقة ، مثل الصور النصفية ، و أمثالها))</p>
<p>&#8220;ٍٍٍSesungguhnya ucapan beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>: &#8220;Sampai menjadi bentuk pohon&#8221; dalil bahwasanya perubahan yang membolehkan penggunaan gambar adalah perubahan pada tanda-tanda (yang menjadikan) gambar (itu hidup) , sehingga menjadi bentuk lain yang diperbolehkan seperti pohon, oleh karenanya tidak boleh menggunakan gambar (mahluk bernyawa) meskipun dia tidak mungkin hidup dengan cara seperti itu, karena dalam keadaan seperti ini dia masih gambar mahluk bernyawa baik nama maupun hakikatnya, seperti foto setengah badan dan yang semisalnya&#8221; (Silsilah <em>Al-Ahadist Ash-Shahihah</em> 1/693)</p>
<p>Dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa penggunaan smiley atau icon atau الوجوه التعبيرية (ekspresi wajah) seperti yang ada di YM tidak diperbolehkan. Apalagi terkadang di dalamnya ada hal yang tidak sesuai dengan adab islami.Alhamdulillah, perasaan masih bisa kita ungkapkan dengan kata-kata.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/fikih/apa-hukum-memakai-smiley-emoticons-ym.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beli Rokok untuk Orang Tua, Tanda Bakti Anak?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/fikih/pernikahan/rumah-tangga/beli-rokok-untuk-orang-tua-tanda-bakti-anak.html</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/fikih/pernikahan/rumah-tangga/beli-rokok-untuk-orang-tua-tanda-bakti-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 03:40:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sholih</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Rokok adalah haram, namun di masyarakat tidak seperti itu, malah seperti makanan pokok! Dan biasanya ketika seorang sudah gajian, bapaknya minta dibelikan rokok, bolehkah demikian? Sebab jika menolak maka anggapan bapak si anak pelit dan tidak berbakti! Ini dilema ustadz! Syukran wa jazakumullahu khairan.
(0556857813)
Jawab:
Merokok adalah perbuatan yang diharamkan dengan beberapa alasan:
1. Rokok adalah termasuk sesuatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>Rokok adalah haram, namun di masyarakat tidak seperti itu, malah seperti makanan pokok! Dan biasanya ketika seorang sudah gajian, bapaknya minta dibelikan rokok, bolehkah demikian? Sebab jika menolak maka anggapan bapak si anak pelit dan tidak berbakti! Ini dilema ustadz! Syukran wa jazakumullahu khairan.</p>
<p>(0556857813)</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Merokok adalah perbuatan yang diharamkan dengan beberapa alasan:<br />
1. Rokok adalah termasuk sesuatu yang khabits (buruk sekali), dan agama mengharamkan segala sesuatu yang khabits. Allah berfirman:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ.الأعراف: 157</p>
<p>Artinya:<em> &#8220;Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.&#8221; </em>(Qs. Al-A&#8217;raf 157)</p>
<p>2. Rokok membahayakan kesehatan si perokok dan orang yang disekitarnya, sedangkan Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">لا ضرر ولا ضرار</p>
<p>Artinya:<em>&#8220;Tidak boleh memudharati diri sendiri dan orang lain.&#8221; </em>(HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syeikh al-Albany)</p>
<p>3. Merokok merupakan pemborosan, sedangkan Allah mengatakan:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً.الإسراء : 27</p>
<p>Artinya:<em>&#8220;Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.&#8221; </em>(Qs. 17:27)</p>
<p>Adapun berbakti kepada orang tua maka hukumnya wajib &#8216;ain, Allah berfirman:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً .من سورة النساء : 36</p>
<p>Artinya: &#8220;Dan sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.&#8221; </em>(Qs. 4: 36)</p>
<p>Dan berdurhaka kepada keduanya merupakan dosa besar, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ قُلْنَا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ فَمَا زَالَ يَقُولُهَا حَتَّى قُلْتُ لَا يَسْكُتُ</p>
<p>Artinya: <em>&#8220;Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar?&#8221; Mereka berkata: &#8220;Iya ya Rasulullah?&#8221; Beliau berkata: &#8220;Syirik kepada Allah, dan durhaka kepada orang tua.&#8221; Kemudian beliau duduk bersandar dan berkata: &#8220;(kemudian) perkataan dusta dan persaksian dusta, (kemudian) perkataan dusta dan persaksian dusta! Beliau mengulanginya terus sampai aku berkata: Beliau tidak mau diam.&#8221; </em>(HR. Al-Bukhary)</p>
<p>Namun bagaimanapun besar hak orang tua, tidak boleh bagi seorang untuk menaatinya dalam kemaksiatan kepada Allah. Karena ketaatan kepada Allah harus didahulukan di atas ketaatan semua makhluk. Oleh karena Rasulullah<em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">لَا طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةٍ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ</p>
<p><em>Artinya<em>: &#8220;Tidak ada ketaatan (kepada makhluk) di dalam kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya ketaatan hanya di dalam sesuatu yang ma&#8217;ruf (dibolehkan oleh agama).&#8221; </em>(HR. Al-Bukhary dan Muslim)</em></p>
<p><em>Nasehat kami, hendaklah semua orang tua takut kepada Allah ta&#8217;ala, dan supaya tidak memerintah buah hatinya untuk berbuat maksiat kepada Allah atau memintanya untuk membantu di dalam berbuat maksiat, bahkan seharusnya beliau menjadi teladan dan panutan yang baik bagi seluruh keluarga, Allah berfirman:</em></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ.التحريم : 6 </p>
<p>Artinya<em>: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&#8221;</em>(Qs. 66:6)</p>
<p>Dan anak-anak tersebut adalah amanat Allah, dan kita akan ditanya tentang amanat ini, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ</p>
<p>Artinya:<em> &#8220;Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap dari kalian akan diatnya yentang orang yang dipimpinnya. Dan imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya. Dan seorang laki-laki adalah pemimpin di dalam keluarganya dan dia akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya.&#8221; </em>(HR. Al-Bukhary dan Muslim)</p>
<p><em>Dan hendaklah seorang anak berbicara baik-baik, menolak dengan lembut dan tetap berkelakuan yang sopan kepada orangtua, ketika orang tua memerintah kepada maksiat. Allah berfirman:</em></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَإِن جَاهَدَاكَ عَلى أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفاً وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ.لقمان : 15</p>
<p>Artinya:<em> &#8220;Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.</em> (Qs. 31:15)</p>
<p><em>Dan terus memohonkan ampunan dan hidayah untuk keduanya. Mendakwahi keduanya kepada tauhid dan menjauhi kesyirikan yang merupakan landasan amal. Mungkin dengan demikian Allah berkenan membuka hati keduanya.</em></p>
<p>Wallahu a&#8217;lamu.</p>
<p>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</p>
<p>Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/fikih/pernikahan/rumah-tangga/beli-rokok-untuk-orang-tua-tanda-bakti-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Hukum Asuransi Jiwa Syari&#8217;ah?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/fikih/apakah-hukum-asuransi-jiwa-syariah.html</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/fikih/apakah-hukum-asuransi-jiwa-syariah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 17:17:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sholih</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum, ustadz..Barokallohu Fiik..
Bagaimana hukumnya Asuransi Jiwa Syari&#8217;ah menurut Islam?
(Abu Abdillah)

Jawab:
 Wa&#8217;alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Wa fiika barakallahu. 

Asuransi konvensional dengan segala macamnya baik asuransi jiwa, asuransi barang dagangan dll adalah diharamkan karena mengandung hal-hal yang diharamkan dalam syariat seperti gharar (penipuan), riba, mengambil harta orang tanpa hak dll.

Adapun asuransi kerjasama/tolong menolong (ta&#8217;min ta&#8217;awuny), dimana sebuah kaum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p><em>Assalamu&#8217;alaikum, ustadz..Barokallohu Fiik..</em><br />
Bagaimana hukumnya Asuransi Jiwa Syari&#8217;ah menurut Islam?</p>
<p>(Abu Abdillah)<br />
<span><span id="more-781"></span><br />
<strong>Jawab:</strong></span></p>
<p><span><em> Wa&#8217;alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Wa fiika barakallahu. </em><br />
</span></p>
<p><span>Asuransi konvensional dengan segala macamnya baik asuransi jiwa, asuransi barang dagangan dll adalah diharamkan karena mengandung hal-hal yang diharamkan dalam syariat seperti gharar (penipuan), riba, mengambil harta orang tanpa hak dll.<br />
</span></p>
<p><span>Adapun asuransi kerjasama/tolong menolong (<em>ta&#8217;min ta&#8217;awuny</em>), dimana sebuah kaum mengumpulkan uang kemudian jika ada yang mendapat musibah maka dibantu dengan uang tersebut maka ini diperbolehkan karena niatnya adalah murni kerjasama dalam kebaikan dan membantu orang yang membutuhkan, bukan mencari keuntungan dari apa yang dia bayarkan. (Lihat <em>Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah</em> 15/266 ).<br />
</span></p>
<p><span>Asuransi jiwa syari&#8217;ah yang dipraktekkan di Indonesia ada yang berusaha untuk mengembalikan sebagian dana nasabah ketika dalam kurun waktu tertentu tidak terjadi musibah, namun ini masih belum bisa keluar dari unsur gharar, perjudian, dan riba (apabila mengembalikan sama atau lebih dari yang dibayar nasabah). Demikian pula niat dari nasabah kebanyakan bukan karena shadaqah seperti dalam ta&#8217;min ta&#8217;awuni, akan tetapi karena ingin mengambil keuntungan.<br />
</span></p>
<p><span>Wallahu a&#8217;lam.</span></p>
<p>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</p>
<p>Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/fikih/apakah-hukum-asuransi-jiwa-syariah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah Cara Menghafal Al-Quran?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/akhlak/bagaimanakah-cara-menghafal-al-quran.html</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/akhlak/bagaimanakah-cara-menghafal-al-quran.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 04:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sholih</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[AL-QURAN]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Hafalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=737</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Asalamu&#8217;alaikum ustadz, ana mau nanya bagaimana cara kita untuk menjaga dan menambah hafalan?
Karena sulit sekali bagi ana dikarenakan tinggal di daerah perkotaan. sukron JAZAKALLAH KHOIRON.
(Ibnu Abdillah, Pontianak)

Jawab: 
Wa&#8217;alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. 

Diantara perkara yang bisa membantu menjaga dan menambah hafalan kita:

Berdoa kepada Allah dengan ikhlash dan sungguh-sungguh supaya diberi pertolongan dalam menghafal ayat-ayat-Nya.
Hendaknya niat kita ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p><em>Asalamu&#8217;alaikum</em> ustadz, ana mau nanya bagaimana cara kita untuk menjaga dan menambah hafalan?<br />
Karena sulit sekali bagi ana dikarenakan tinggal di daerah perkotaan. sukron JAZAKALLAH KHOIRON.</p>
<p>(Ibnu Abdillah, Pontianak)<br />
<span></p>
<p><strong>Jawab: </strong></span></p>
<p><span><em>Wa&#8217;alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. </em><br />
</span></p>
<p>Diantara perkara yang bisa membantu menjaga dan menambah hafalan kita:</p>
<ol>
<li>Berdoa kepada Allah dengan ikhlash dan sungguh-sungguh supaya diberi pertolongan dalam menghafal ayat-ayat-Nya.</li>
<li>Hendaknya niat kita ingin mengamalkan apa yang kita hafal.</li>
<li>Menyisihkan waktu tertentu setiap hari untuk mengulang dan menambah hafalan.</li>
<li>Hendaknya memiliki guru yang mumpuni untuk setoran hafalan dan muraja&#8217;ah.</li>
<li>Sebisa mungkin menggunakan satu cetakan mushhaf.</li>
<li>Mengulang-ulang apa yang sudah dihafal sebanyak mungkin.</li>
<li>Membaca apa yang sudah dihafal di dalam shalat kita.</li>
<li>Membaca dan memahami tafsir ayat yang sudah kita hafal.</li>
<li>Menjauhi kemaksiatan Sedikit-sedikit dalam menghafal tetapi rutin.</li>
</ol>
<p><span>Wallahu a&#8217;lam.</span></p>
<p>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</p>
<p>Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/akhlak/bagaimanakah-cara-menghafal-al-quran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Derajat Hadits Abdurrahman bin Auf Masuk Surga dengan Merangkak?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/kitab/hadits/apa-derajat-hadits-abdurrahman-bin-auf-masuk-surga-dengan-merangkak.html</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/kitab/hadits/apa-derajat-hadits-abdurrahman-bin-auf-masuk-surga-dengan-merangkak.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 03:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sholih</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[KITAB]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Berdagang]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=708</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Ustadz, bagaimana kedudukan hadits ini:
&#8220;Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap, debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang-orang menyangka itu badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa itu adalah kafilah dagang yang sangat besar. Jumlahnya 700 unta penuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>Ustadz, bagaimana kedudukan hadits ini:</p>
<p>&#8220;Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap, debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang-orang menyangka itu badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa itu adalah kafilah dagang yang sangat besar. Jumlahnya 700 unta penuh muatan yang memadati jalanan Madinah. Orang-orang segera keluar untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu, dan mereka bergembira dengan apa yang dibawa oleh kafilah itu berupa kebaikan dan rizki. Ketika Ummul Mukminin Aisyah <em>radhiallahu &#8216;anha</em> mendengar suara gaduh kafilah, maka dia bertanya, &#8220;Apa yang sedang terjadi di Madinah?&#8221; Ada yang menjawab, &#8220;Ini kafilah milik Abdurrahman bin Auf <em>radhiallahu &#8216;anhu</em> yang baru datang dari Syam membawa barang dagangan miliknya.&#8221; Aisyah bertanya: &#8220;Kafilah membuat kegaduhan seperti ini?&#8221; Mereka menjawab, &#8220;Ya, wahai Ummul Mukminin, kafilah ini berjumlah 700 unta. &#8221; Ummul Mukminin menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian berkata, &#8220;Aku pernah mendengar Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, &#8216;Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak.&#8221; (<em>al-Kanz</em>, no. 33500)</p>
<p>Ana masih bimbang, soalnya hadits ini ana pikir menyangkut aib sahabat. Jazakallahu khair.</p>
<p>(Abu Nabilah)</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><span>Hadist ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam Al-Musnad (1/115), Ath-Thabrany di dalam <em>Al-Mu&#8217;jam Al-Kabir</em> (1/129) dari jalan &#8216;Imarah bin Zaadzaan dari Tsabit Al-Bunany, dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>.<br />
</span></p>
<p><span>Hadist ini sanadnya lemah dan matannya munkar.<br />
</span></p>
<p><span>Di dalamnya ada &#8216;Imarah bin Zaadzaan, berkata Ahmad: Dia telah meriwayatkan hadist-hadist mungkar dari Anas (<em>Al-Jarh wat Ta&#8217;dil, Ibnu Abi Hatim</em> 6/366)<br />
</span></p>
<p><span>Berkata Ad-Daruquthny:  &#8220;ضعيف لا يعتبر به<br />
&#8220;Lemah, tidak dianggap riwayatnya.&#8221; (<em>Su&#8217;aalaat Al-Barqaany lid Daruquthny</em> no:375)<br />
</span></p>
<p><span>Dan dari segi matan maka hadist ini berisi keterangan bahwa harta itu mencegah seseorang untuk menjadi orang terdepan dalam kebaikan, padahal sebenarnya mengumpulkan harta adalah boleh. Yang tercela adalah apabila mengumpulkan harta dengan cara yang haram dan tidak menunaikan kewajiban di dalamnya. Sedangkan Abdurrahman bin &#8216;Auf terbebas dari dua keadaan ini. (Lihat <em>Al-Maudhu&#8217;at</em>, Ibnul Jauzy 2/13-14)<br />
</span></p>
<p><span>Sebagian ulama yang berusaha mengumpulkan hadist-hadist yang dha&#8217;if dan palsu telah mencantumkan hadist ini dalam buku mereka seperti Ibnul Jauzy dalam <em>Al-Maudhu&#8217;aat</em> (2/13) , Ibnul Qayyim dalam <em>Al-Manar Al-Munif</em> (no: 306 ), dan Asy-Syaukany dalam <em>Al-Fawaid Al-Majmu&#8217;ah</em> (no: 1184)<br />
</span></p>
<p><span>Wallahu a&#8217;lam. </span></p>
<p>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</p>
<p>Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/kitab/hadits/apa-derajat-hadits-abdurrahman-bin-auf-masuk-surga-dengan-merangkak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
