Konsultasi Kesehatan dan Tanya Jawab Pendidikan Islam KonsultasiSyariah.com 2016-12-08T09:30:43Z https://konsultasisyariah.com/feed/atom Ammi Nur Baits http://yufid.org <![CDATA[Shalat di Belakang Orang Syiah]]> https://konsultasisyariah.com/?p=28740 2016-12-08T09:30:43Z 2016-12-08T09:30:12Z Shalat di Belakang Orang Syiah

Bagaimana hukum shalat di belakang orang syiah?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sengketa suni syiah bukan lagi sengketa masalah fiqhiyah. Sebagaimana perbedaan yang terjadi antar-empat madzhab dalam islam. Perbedaan antara suni dan syiah adalah perbedaan ideologi.

Anda bisa lihat perbedaan suni syiah di beberapa artikel berikut: Perbedaan Antara Sunni dan Syiah

dan sambungannya ada di artikel, Perbedaaan Antara Sunni dan Syiah Bagian-2

Dan syiah yang ada di Iran adalah syiah itsna ‘asyariyah – penganut paham bahwa akan ada 12 Imam ahlul bait yang akan memimpin mereka. Syiah ini yang paling besar saat ini, dan kesesatannya jauh lebih ekstrim dibandingkan syiah Zaidiyah di Yaman.

Dan identitas yang melekat pada syiah yang tidak pernah lepas adalah kesyirikan. Syirik ideologi dan syirik praktek amal.

Untuk menunjukkan tingkat ideologi syiah di Indonesia, anda bisa simak video berikut:

Aqidah mereka tentang al-Quran, bisa anda simak di: Al-Quran Versi Syiah Mushaf Fatimah

Sementara syiriknya syiah dari sisi amal, videonya terlalu banyak, tak terhitung. Intinya, bid’ah orang syiah sampai pada taraf  menyebabkan mereka keluar dari islam (bid’ah mukaffirah).

Karena itu, memprihatinkan jika sampai ada muslim yang shalat menjadi makmum di belakang orang syiah.

Dalam salah satu Fatwa Lajnah Daimah dinyatakan,

الصلاة خلف المبتدع بدعة مكفرة غير صحيحة، وذلك كمن يستغيث بغير الله، أو يدعو غيره، أو يذبح لغير الله، أو يعتقد نقصان القرآن، أو يطعن في عرض أم المؤمنين عائشة رضي الله عنها أو يغلو في علي رضي الله عنه أو غيره من أهل البيت، ويدعوهم من دون الله، أو يسب الصحابة رضي الله عنهم

Shalat di belakang ahli bid’ah yang bid’ahnya mukaffirah, statusnya tidak sah. Seperti orang istighatsah kepada selain Allah, berdoa kepada selain Allah, menyembelih untuk selain Allah, atau meyakini bahwa ada yang kurang dalam al-Quran, menghina kehormatan ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, mengkultuskan Ali radhiyallahu ‘anhu dan ahli bait lainnya. menggantungkan doa kepada mereka, dan mencela para sahabat. (Fatwa Lajnah Daimah, no. 19479).

Demikian, Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
]]>
Ammi Nur Baits http://yufid.org <![CDATA[Agama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Sebelum Diutus]]> https://konsultasisyariah.com/?p=28738 2016-12-08T02:24:18Z 2016-12-08T02:23:58Z Agama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Sebelum Diutus

Apa agama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum mendapat wahyu? Apa yg beliau lakukan di gua Hira’?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Jika kita renungkan, sebenarnya pertanyaan semacam ini tidak ada hubungannya dengan amal kita dan praktek perbuatan kita. Dalam arti, iman kita tidak menjadi semakin bertambah setelah kita tahu, dan tidak pula sebaliknya, iman kita menjadi turun ketika kita tidak tahu.

Karena yang menjadi kepentingan kaum muslimin adalah bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah sebagai nabi dan rasul, dengan adanya wahyu yang disampaikan melalui Jibril. Bagian inilah yang wajib kita imani. Sementara bagaimana kondisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum itu, kita pasrahkan kepada Allah.

Meskipun para ulama membahas hal ini, untuk menutup celah terjadinya su’udzan masyarakat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mengenai Amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum diutus, ulama berbeda pendapat dalam hal ini.

[1] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengikuti millah ibrahim (Hanifiyah)

Al-Alusi menegaskan pendapat yang benar mengenai kondisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum jadi diutus oleh Allah, beliau mengikuti ajaran Ibrahim ‘alaihis salam. Al-Alusi membawakan keterangan Ibnu Aqil,

ونص أبو الوفاء على ابن عقيل على أنه صلى الله عليه وسلم كان متديناً قيل بعثه بما يصح عنه أنه من شريعة إبراهيم عليه السلام

Abul Wafa, Ali bin Aqil menegaskan bahwa sebelum diutus, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganut syariat Ibrahim yang shahih dari beliau. (Tafsir al-Alusi, 23/160).

[2] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak beribadah dan tidak mengikuti ajaran apapun

Ini merupakan pendapat al-Qadhi Iyadh. Beliau mengatakan,

والنبي – صلى الله عليه وسلم – لم يكن متعبداً قبل أن يوحى إليه بشرع من قبله على الصحيح .

Sebelum mendapat wahyu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak beribadah dengan mengikuti syariat umat sebelumnya, menurut pendapat yang kuat. (Fathul Bari, 7/144)

Dan insyaaAllah, pendapat yang benar, ketika itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah beribadah. Salah satu buktinya, beliau pernah melakukan tahannuts [التحنث] di gua-gua. Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah menceritakan peristiwa yang dialami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelang datangnya wahyu. Salah satunya,

وَكَانَ يَخْلُو بِغَارِ حِرَاءٍ فَيَتَحَنَّثُ فِيهِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyendiri di gua Hira melakukan Tahannuts. (HR. Bukhari no. 3)

Mengenai makna tahannuts, dijelaskan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar, maknanya ada 2:

Pertama, tahannuts [التحنّث] artinya tahannuf [التحنّـف], yang artinya mengikuti ajaran hanifiyah. Itulah ajaran dan millah Ibrahim.

Kedua, tahannuts artinya menjauhi dosa. Dari kata al-Hints [الحنث] yang artinya dosa. Dan kata ‘tahannuts’ [التحنّث] memiliki arti ‘Yatajannabu al-Hints’ [يتجنب الحنث], yang artinya menjauhi dosa.

(Fathul Bari, 1/23).

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
]]>
Ammi Nur Baits http://yufid.org <![CDATA[Menjual Tanah Wakaf]]> https://konsultasisyariah.com/?p=28735 2016-12-07T01:55:57Z 2016-12-07T01:55:07Z Hukum Menjual Tanah Wakaf

Bolehkah menjual tanah wakaf yang tidak memungkinkan dibangun masjid apalagi pesantren?  Mohon solusinya?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Wakaf secara bahasa artinya menahan [الحبس]. Sementara secara istilah, wakaf didefinisikan dengan,

حبس الاصل وتسبيل الثمرة. أي حبس المال وصرف منافعه في سبيل الله

Upaya mempertahankan fisik harta dan menjadikan hasilnya fi sabilillah.

Artinya, menjaga keutuhan harta yang diwakafkan dan mengambil manfaatnya untuk di jalan Allah. (Fiqhus Sunah, Sayid Sabiq, 3/515)

Pada prinsipnya, wakaf tidak boleh dijual. Ada banyak hadis yang menjelaskan hal ini. diantaranya,

Pertama, hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan,

Bahwa Umar bin Khatab memiliki sebidang tanah di Khoibar. Beliaupun menawarkan tanah ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَصَبْتُ أَرْضًا لَمْ أُصِبْ مَالاً قَطُّ أَنْفَسَ مِنْهُ ، فَكَيْفَ تَأْمُرُنِى بِهِ

“Saya mendapat sebidang tanah, dimana tidak ada harta yang lebih berharga bagiku dari pada tanah itu. Apa yang anda sarankan untukku terhadap tanah itu?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi saran,

إِنْ شِئْتَ حَبَّسْتَ أَصْلَهَا ، وَتَصَدَّقْتَ بِهَا

“Jika mau, kamu bisa mempertahankan tanahnya dan kamu bersedekah dengan hasilnya.”

Ibnu Umar mengatakan,

فَتَصَدَّقَ عُمَرُ أَنَّهُ لاَ يُبَاعُ أَصْلُهَا وَلاَ يُوهَبُ وَلاَ يُورَثُ ، فِى الْفُقَرَاءِ وَالْقُرْبَى وَالرِّقَابِ وَفِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالضَّيْفِ وَابْنِ السَّبِيلِ ، وَلاَ جُنَاحَ عَلَى مَنْ وَلِيَهَا أَنْ يَأْكُلَ مِنْهَا بِالْمَعْرُوفِ ، أَوْ يُطْعِمَ صَدِيقًا غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ فِيهِ

Kemudian Umar mensedekahkannya kepada fakir miskin, kerabat, budak, fi sabilillah, tamu, dan Ibnu Sabil, dengan ketentuan, tanah itu tidak boleh dijual, atau dihibahkan, atau diwariskan. Dan dibolehkan bagi pengurusnya untuk makan hasilnya sewajarnya, atau diberikan kepada temannya, serta tidak boleh dikomersialkan. (HR. Bukhari 2772).

Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi saran kepada Umar untuk wakaf. Beliau mengatakan,

تَصَدَّقْ بِأَصْلِهِ ، لاَ يُبَاعُ وَلاَ يُوهَبُ وَلاَ يُورَثُ ، وَلَكِنْ يُنْفَقُ ثَمَرُهُ

Sedekahkan tanah itu, namun tidak boleh dijual, dihibahkan, diwariskan. Akan tetapi dimanfaatkan hasilnya. (HR. Bukhari 2764)

Dan tidak dijumpai adanya perbedaan ulama bahwa barang wakaf tidak boleh dijual. Selain riwayat  dari Abu Hanifah, meskipun tidak disetujui murid-muridnya selain Zufar bin Hudzail. At-Thahawi menceritakan bahwa Abu Yusuf – murid Abu Hanifah – membolehkan menjual wakaf. Kemudian beliau mendengar hadis Umar di atas. Lalu beliau menyatakan,

هذا لا يسع أحدا خلافه ولو بلغ أبا حنيفة لقال به فرجع عن بيع الوقف حتى صار كأنه لا خلاف فيه بين أحد

“Tidak boleh ada seorangpun yang tidak mengikuti hadis ini. Andai Abu Hanifah mendengar hadis ini, niscaya beliau akan berpendapat sesuai hadis ini, sehingga menarik kembali pendapat bolehnya menjual wakaf. Jadilah seolah tidak ada perbedaan antar siapapun.” (Fathul Bari, 5/403)

Bagaimana jika barang itu tidak memungkinkan lagi untuk dimanfaatkan?

Bagian inilah yang menjadi perhatian besar ulama dalam masalah wakaf. Ketika harta wakaf, tidak mungkin lagi dimanfaatkan atau terlalu sulit untuk memanfaatkannya, apakah boleh diuangkan kemudian dialihkan untuk mendukung objek wakaf yang lain?

Misalnya ada wakaf tanah sempit di sebuah pelosok desa, yang sangat sulit untuk diambil manfaatnya. Untuk bisa diambil manfaatnya, terlalu besar biaya perawatannya, untuk dijadikan masjid atau pesantren, tidak memungkinkan karena terlalu sempit. Untuk dibuat mushola kecil, bisa sia-sia, karena masjid di dekatnya yang lebih besar ternyata juga sepi.

Ada penjelasan yang cukup rinci, disebutkan Syaikhul Islam dalam Majmu’ Fatawa, terdapat beberapa keadaan objek wakaf yang tidak bisa dimanfaatkan,

[1] Objek wakaf yang sama sekali tidak bisa diselamatkan.

Seperti wakaf binatang lalu binatang itu mati.

[2] Objek wakaf sudah rusak namun masih tersisa beberapa bagian yang memungkinkan untuk diuangkan. Seperti pohon yang tidak berbuah, atau masjid yang bangunannya sudah roboh. Benda semacam ini dijual untuk dibelikan objek yang semisal.

[3] Barang yang terancam rusak dan jika tidak  dijual akan hilang nilainya. Barang semacam ini boleh dijual untuk dimanfaatkan hasilnya. Misal, tikar masjid yang tidak dipakai, dan mulai rusak. Jika dibiarkan saja akan semakin rusak dan tidak ada nilai manfaat dan nilai jual-nya.

[4] Objek wakaf tidak berfungsi di masjid A, namun bisa berfungsi di masjid B. Maka objek wakaf ini dipindah agar bisa dimanfaatkan.

[5] Jika masjidnya tidak cukup menampung jamaahnya, atau tidak layak untuk dimanfaatkan, maka boleh dijual dan hasilya digunakan untuk membangun masjid yang lain.

(Majmu’ Fatawa, 31/226)

Karena tujuan besar dari wakaf adalah tasbil al-Manfaah, bagaimana menggunakan manfaat benda untuk di jalan Allah.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
]]>
Ammi Nur Baits http://yufid.org <![CDATA[Hukum Melangkahi Kakak dalam Menikah (Video)]]> https://konsultasisyariah.com/?p=28730 2016-12-06T02:08:02Z 2016-12-06T02:06:39Z Tidak Boleh Melangkahi Kakak dalam Menikah?

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Ada banyak aturan di sekitar kita yang ditetapkan berdasarkan adat dan budaya. Sebenarnya ini tidak menjadi masalah, karena islam menghargai adat dan budaya, selama di sana tidak bertentangan dengan aturan Allah dan tidak ada nsur kedzaliman.

Ketika salah satu dari kriteria ini tidak terpenuhi, tentu saja adat dan budaya itu tidak boleh diperlakukan.

Salah satunya masalah melangkahi kakak dalam menikah. Bagi sebagian masyarakat, ini pantangan atau bahkan tindakan kedurhakaan. Seorang adik dianggap melanggar hak kakaknya, ketika dia mendahului menikah sebelum kakaknya.

Kita akan mengukur, bagaimana status aturan ini dan bagaimana islam mengaturnya.

Pertama, islam menganjurkan dan memotivasi kaum muslimin agar segera menikah.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa yang tidak mampu, hendaknya dia berpuasa. Karena itu bisa menjadi tameng syahwat baginya.” (HR. Bukhari 5065 dan Muslim 1400).

Islam juga menganjurkan agar kaum muslimin saling bekerja sama untuk mewujudkan pernikahan. Ketika ada diantara mereka yang belum menikah, yang lain dianjurkan untuk membantunya agar bisa segera menikah. Allah berfirman,

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Nikahkahlah orang yang bujangan diantara kalian serta orang baik dari budak kalian yang laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui. (QS. An-Nur: 32).

Kedua, islam hanya menetapkan syarat, seorang muslim disyariatkan agar segera menikah ketika dia sudah mampu. Mampu secara finansial, sehingga bisa menanggung nafkah keluarganya, mampu dalam menyediakan kehidupan yang layak bagi keluarganya.

Tidak ada persyaratan bahwa kakak harus sudah menikah. Juga tidak pernah ada larangan untuk melangkahi sang kakak.

Sehingga, ketika sebagian masyarakat mensyaratkan, pernikahan adik harus dilakukan setelah kakak menikah, berarti mereka menetapkan syarat yang bukan syarat dan itu menghalangi terwujudnya pernikahan.

Sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menetapkan syarat yang bertentangan dengan aturan Allah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ شَرْطٍ لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلَوْ كَانَ مِائَةَ شَرْطٍ فَهُوَ بَاطِلٌ

Semua syarat yang tidak ada dalam kitabullah maka itu bathil, meskipun jumlahnya seratus syarat. (HR. Ahmad 26248, Ibn Majah 2617 dan yang lainnya)

Ketiga, menghalangi seseorang untuk melakukan sesuatu yang dianjurkan dalam syariat, tanpa alasan yang dibenarkan, termasuk tindakan kedzaliman.

Anda bisa membayangkan, ketika adik dilarang menikah selama kakak belum menikah. Sementara terkadang si kakak belum menemukan jodohnya. Lalu sampai kapan sang adik akan menikah? Sementara batas mencarikan jodoh bagi si kakak belum jelas waktunya.

Kita tidak boleh membela orang lain dengan cara mendzalimi orang lain. Membela kakak dengan cara mendzalimi adik, jelas tindakan yang bertentangan dengan prinsip keadilan.

Kita bisa semakin jelas memahami ini, jika kita tetapkan pada kasus lain. Anda bisa perhatikan beberapa contoh berikut,

Adik tidak boleh lebih kaya dibandingkan kakak. Jika adik lebih kaya dari pada kakak, maka kekayaan adik harus diberikan ke kakak.

Adik tidak boleh lebih sukses dari pada kakak. Jika adik lebih sukses, adik harus menurunkan prestasinya agar kakak tidak kalah saing.

Kita sepakat, aturan semacam ini tida boleh diterapkan. Karena jelas sangat mendzalimi adik.

Dan sebenarnya jika kita pertimbangkan, tidak jauh berbeda dengan aturan,

Adik tidak boleh menikah sebelum kakak. Jika adik sudah punya calon, harus ditunda pernikahannya atau dibatalkan.

Keempat, barangkali ada yang beralasan,

Jika adik menikah mendahului kakak, ini akan menghambat kakak untuk mendapatkan jodohnya.

Namun alasan ini jelas sangat tidak bisa diterima. Jika tidak dikatakan bahwa ini adalah keyakinan kesyirikan. Karena meyakini adanya sebab yang itu bukan sebab.

Kita sepakat, rizki ada di tangan Allah, jodoh ada di tangan Allah. Dia yang mengatur dan memberikannya kepada manusia dengan cara yang bijak dan tepat.

Ketika adik lebih cepat kaya dari pada kakak, tentu bukan berarti adik menghalangi kakak untuk mendapatkan rizki.

Ketika adik lebih sukses dari pada kakak, bukan berarti pula akan menjadi penghalang bagi kakak untuk sukses.

Kita sangat sepakat dengan itu.

Demikian pula yang terjadi dalam masalah pernikahan. Pernikahan adik jelas bukan pernghambat jodoh bagi si kakak.

Yang lebih berbahaya lagi, ketika aturan semacam ini dikembangkan, bisa jadi akan memicu permusuhan antara adik dan kakak. Adik akan merasa, orang tuanya pilih kasih dan lebih berpihak kepada kakak.

Kelima, boleh saja sang adik memberika hadiah kepada si kakak. Barangkali bisa sebagai pelipur kesedihannya yang belum menemukan jodohnya. Dan semacam ini dianjurkan, sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَهَادَوْا فَإِنَّ الهَدِيَّةَ تُذْهِبُ وَحَرَ الصَّدْرِ

“Hendaknya kalian saling memberi hadiah, karena hadiah dapat menghilangkan kebencian yang ada dalam dada.”  (HR. Turmudzi 2130)

Demikian, Allahu a’lam.

Oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
]]>
Redaksi KonsultasiSyariah.com <![CDATA[Cara Mendapat Jaminan Istana di Surga]]> https://konsultasisyariah.com/?p=28716 2016-12-05T10:06:23Z 2016-12-05T10:06:23Z Cara Mendapat Jaminan Istana di Surga

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Kaum Muslimin yang kami cintai,

Anda ingin diberi jaminan oleh Allah untuk mendapatkan Istana surga di akhirat kelak?

Belum tahu bagaimana caranya?

Mari simak hadits berikut:

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu’anhu beliau berkata: Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ تَعَالَى – قَالَ بُكَيْرٌ: حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ: يَبْتَغِيْ بِهِ وَجْهَ اللَّهِ – بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا

Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajah-Nya) maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga” (HR. Bukhari)

Masjid Pogung Dalangan kembali mengajak kaum muslimin untuk berinvestasi akhirat dan berlomba-lomba mendapatkan jaminan istana surga oleh Allah.

Mari turut berpartisipasi dalam

“WAKAF PEMBANGUNAN MASJID POGUNG DALANGAN”

(Periode Penggalangan Dana sampai dengan Juni 2017)

Dan dapatkan jaminan istana surga oleh Allah..

Alamat Masjid Pogung Dalangan:

Pogung Dalangan, SIA XVI RT. 11 RW. 50 Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.

Kode Pos 55284.

Dari Fakultas Teknik UGM ke utara

Koordinat: S7°45.631′ E110°22.394′

Atau ketik di Google maps : goo.gl/maps/QbLe8

Pada periode kali ini InsyaAllah akan dilanjutkan pada Tahap Pembangunan. Dana yang diperlukan untuk menyelasaikan pembangunan ini adalah sekitar

Rp 3.150.000.000,-

(Tiga miliyar seratus lima puluh juta rupiah)

* Kondisi keuangan bulanan bisa dilihat di Info Donasi Wakaf.
InsyaAllah perluasan masjid ini akan digunakan untuk meningkatkan daya tampung yang sudah mulai melebihi kapasitas, serta untuk menyediakan ruang-ruang belajar bagi lebih dari 10 majelis ilmu yang bertempat di Masjid Pogung Dalangan.

Diagram Pencatatan

Jumlah Jamaah Sholat 5 Waktu dan Tarawih Saat ini

mpd1
Grafik Jumlah Jamaah Shalat
mpd2
Lokasi Tanah Pembangunan

YANG MENARIK dari Masjid Pogung Dalangan, Alhamdulillah:

  1. Jama’ah ramai

Jama’ah shalat subuh mencapai 180 orang dan maghrib mencapai 280 orang.

Shalat tarawih meluber hingga ke jalan

Penuhnya jamaah putri ketika tarawih

Shalat tarawih meluber hingga ke jalan
Shalat tarawih meluber hingga ke jalan
Penuhnya jamaah putri ketika tarawih
Penuhnya jamaah putri ketika tarawih
  1. Berupaya menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam.

Sajian ifthor bulan Ramadhan

Sajian ifthor bulan ramadhan
Sajian ifthor bulan ramadhan

Padatnya peserta buka puasa bersama di bulan Ramadhan

Padatnya peserta buka puasa bersama bulan Ramadhan
Padatnya peserta buka puasa bersama bulan Ramadhan
  1. Banyak majelis ilmu

Setidaknya ada 10 majelis ilmu yang mempelajari agama Allah, yang bertempat di Masjid Pogung Dalangan.

Kajian hadits Arbain Menjelang Buka

Kajian hadits Arbain Menjelang Buka
Kajian hadits Arbain Menjelang Buka
  1. Memiliki komunitas “Kampus Ta’jil”

Yaitu madrasah pengajian mahasiswa + buka bersama puasa Senin Kamis. Beranggotakan mencapai 100 orang.

Kampus Takjil – Buka puasa sunnah bersama Senin Kamis

  1. Majelis pengajian bapak-bapak setiap 2 pekan sekali dengan peserta mencapai 90 orang.
Pengajian Sabdotomo
Pengajian Sabdotomo
  1. Program Iqro’ Yaa Abatiy dan Al Wardah

Yaitu program berantas buta al qur’an untuk bapak-bapak dan ibu-ibu dg total peserta aktif hampir 90 orang.

Iqro' Yaa Abatii
Iqro’ Yaa Abatii
  1. Taman Pendidikan Al Quran

Pembinaan anak-anak melalui TPA Al Furqon dengan total peserta didik aktif 150 anak (putra dan putri). Alhamdulillah sudah banyak membuahkan prestasi.

Penampilan Santri TPA Al Furqon Ketika Acara Pengajian Akbar
Penampilan Santri TPA Al Furqon Ketika Acara Pengajian Akbar
  1. Pengajian rutin

Berikut ini adalah Asatidz yang memandu kegiatan di Masjid Pogung Dalangan:

  1. Ustadz Syatori Abdul Rouf
  2. Ustadz Didik Purwodarsono
  3. Ustadz Afifi Abdul Wadud, BIS
  4. Ustadz Aris Munandar, MPI
  5. Ustadz Ammi Nur Baits, ST
  6. Ustadz Abdussalam Busro, Lc
  7. Ustadz Ahmad MZ
  8. Ustadz Arifin Riddin, Lc
  9. Ustadz Sulaiman Rasyid
  10. Ustadz Ari Wahyudi, S
Kajian dengan pemateri syaikh tamu dari timur tengah
Kajian dengan pemateri syaikh tamu dari timur tengah

* Kunjungi juga Galeri MPD untuk melihat dokumentasi lainnya.

***

Ayo turut menyebarkan informasi ini kepada keluarga/saudara/sesama muslim lainnya..

Semoga Allah menjadikan usaha Anda ini sebagai amalan yang berpahala besar. Jazaakumullaahu khairan.

***

Partisipasi wakaf pembangunan dari Anda dapat berupa material (semen, pasir, batu, dsb) atau dana tunai yang dapat disalurkan langsung kepada Panitia Pembangunan Masjid Pogung Dalangan beralamat di Masjid Pogung Dalangan.

Wakaf pembangunan berupa dana dapat juga disalurkan dengan cara transfer ke rekening berikut:

Bank Muamalat, rek. 567-000-1883 (kode bank : 147)

atau

Bank Syariah Mandiri, rek 543-000-0006 (kode bank : 451)

(Kedua rekening di atas atas nama “Masjid Pogung Dalangan”)

Jika menghendaki untuk transfer ke rekening bank lain, silakan langsung menghubungi 081228431480 (Fahad) Telp/SMS/whatsapp

Atau BBM D590980E (Fahad)

Anda bisa mengirim SMS konfirmasi setelah transfer dengan format berikut:

Wakaf#Nama#Alamat#Nominal#Tanggal transfer#Bank asal#Bank tujuan

dikirim ke 081228431480 (Via SMS Only)

Info lebih lanjut:

Telp/SMS/whatsapp = 081228431480 (Fahad)

Pin BB = D590980E (Fahad)

Website = www.masjidmpd.com

Media sosial Masjid Pogung Dalangan:

Facebook Fanspage = @Masjid Pogung Dalangan – MPD

Twitter = @masjidmpd

Instagram = @masjidmpd

Kami berharap agar kami bisa menjadi wasilah bagi Anda untuk mendapatkan istana di surga.

Aamiin..

Ikuti progres pembangunannya di:Info Donasi dan Progress Pembangunan

Sleman, Desember 2016

Panitia Pembangunan Masjid Pogung Dalangan.

]]>
Ammi Nur Baits http://yufid.org <![CDATA[Islam tidak Perlu Dibela?]]> https://konsultasisyariah.com/?p=28709 2016-12-05T03:35:05Z 2016-12-05T03:25:00Z Benarkah Islam tidak Perlu Dibela?

Ada orang mengatakan, islam tidak perlu dibela? Tp orang ini kayaknya liberal.. bgaimna tanggapannya..

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sejak masa silam, orang kafir dan orang munafik selalu bekerja sama. Orang kafir melakukan konspirasi untuk merusak islam dari luar, sementara orang munafik bertugas melakukan pendangkalan ideologi kaum muslimin. Mereka saling membisikkan kalimat indah, untuk menipu orang yang beriman,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا

Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia. (QS. al-An’am: 112)

Dan diantara misi besar munafik adalah membangun prinsip permisif (serba boleh) di tengah kaum muslimin. Agar mereka meninggalkan amar makruf nahi munkar.

Allah befirman,

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ

Orang munafik lelaki dan orang munafik perempuan, satu sama lain saling memerintahkan yang munkar dan mencegah yang makruf. (QS. at-Taubah: 67)

Dan kita bisa melihat semangat ini ketika mereka menanamkan prinsip racun di tengah kaum muslimin,

“Islam itu baik sekali, sangat besar, dan sangat indah. Kenapa dibela? Islam hadir membela manusia, bukan sebaliknya. Saya ini bau, hatinya kotor apa pantas bela Islam?” _Cak Nun

Bahasa lainnya, sudahlah biarkan orang kafir menghina islam, melecehkan islam, kita gak usah membela islam. Karena islam tidak perlu dibela.

Apa tujuan mereka?

Siapapun bisa melihat sangat jelas, tujuan mereka adalah untuk mendiamkan setiap kemungkaran. Sehingga setiap orang yang melakukan kemungkaran tidak perlu takut, karena mereka aman.

Perintah Membela Allah dan Islam

Ada beberapa ayat dalam al-Quran, yang memerintahkan kita untuk membela Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita akan lihat beberapa ayat berikut,

Pertama, firman Allah,

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Sungguh Allah akan menolong orang yang membela-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. al-Hajj: 40)

Allah juga berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ؛ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kaki kalian.” (QS. Muhammad: 7)

Di ayat lain, Allah berfirman memerintahkan umat islam untuk membela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا . لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ

Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, Supaya kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendukung beliau, memuliakan beliau…. (QS. al-Fath: 8-9)

Apa makna membela dan menolong Allah?

Ada banyak ayat dalam al-Quran yang menggunakan istilah yang umumnya digunakan manusia.

Diantaranya, Allah membeli dari jiwa dan harta orang beriman dengan dibayar surga. Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh…” (QS. at-Taubah: 111)

Di ayat lain, Allah menawarkan kepada manusia  untuk menghutangi dan akan dibalas dengan berlipat ganda,

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

“Siapa yang memberikan pinjaman kepada Allah dengan kebaikan maka Allah akan mengganti dengan berlipat ganda.” (QS. al-Baqarah: 245)

Dan ayat semisal dengan ini cukup banyak.. dan orang yang logikanya sehat sangat mudah memahami maksud ayat di atas. Termasuk ayat yang menyebutkan perintah untuk menolong Allah.

Imam as-Sa’di menjelaskan surat Muhammad ayat 7,

هذا أمر منه تعالى للمؤمنين، أن ينصروا الله بالقيام بدينه، والدعوة إليه، وجهاد أعدائه، والقصد بذلك وجه الله، فإنهم إذا فعلوا ذلك، نصرهم الله وثبت أقدامهم

Ini merupakan perintah dari Allah kepada orang yang beriman agar mereka membela Allah dengan menjalankan agamanya, mendakwahkannya dan berjihad melawan musuhnya. Dan semua itu bertujuan untuk mengharap wajah Allah. Jika mereka melakukan semua itu, maka Allah akan menolong mereka dan mengokohkan kaki mereka. (Tafsir as-Sa’di, hlm. 785)

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
]]>
Redaksi KonsultasiSyariah.com <![CDATA[Cara Menasihati Teman Perokok – Video Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah]]> https://konsultasisyariah.com/?p=28704 2016-12-05T02:31:58Z 2016-12-05T02:29:06Z

Merokok sudah menjadi kebiasan buruk ditengah-tengah masyarakat kita. Ketika kita memiliki keluarga atau bahkan teman perokok, bagaimanakah cara menasihati mereka agar tidak merokok?

Yuk tonton video Konsultasi Syariah: Cara Menasihati Teman Perokok – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA.

]]>
Ammi Nur Baits http://yufid.org <![CDATA[Salam Shalat Jenazah Tidak Boleh 2 Kali?]]> https://konsultasisyariah.com/?p=28690 2016-12-02T07:08:51Z 2016-12-03T01:47:34Z Salam Shalat Jenazah 2 Kali

Benarkah salam ketika shalat jenazah hanya sekali? Katannya gak boeh 2 kali?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Mayoritas ulama mengatakan bahwa salam shalat jenazah itu sekali ke arah kanan. Ibnu Qudamah menyebutkan sejumlah nama sahabat yang menegaskan bahwa salam ketika shalat jenazah dilakukan sekali.

Ibnu Qudamah mengatakan,

التسليم على الجنازة تسليمة واحدة، عن ستة من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم وليس فيه اختلاف إلا عن إبراهيم. وروي تسليمة واحدة عن علي، وابن عمر، وابن عباس، وجابر، وأبي هريرة، وأنس بن مالك، وابن أبي أوفى، وواثلة بن الأسقع.

Salam ketika shalat jenazah dilakukan sekali, menurut riwayat dari 6 sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada perbedaan dalam hal ini kecuali dari Ibrahim. Dan diriwayatkan salam sekali dari beberapa sahabat Ali, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Jabir, Abu Hurairah, Anas bin Malik, Ibnu Abi Aufa, dan Watsilah bin Asqa’,

Ibnu Qudamah juga menyebutkan komentar Ibnul Mubarok,

وقال ابن المبارك: من سلم على الجنازة تسليمتين فهو جاهل جاهل

Ibnul Mubarok mengatakan, siapa yang melakukan salam 2 kali ketika shalat jenazah, berarti dia orang bodoh…orang bodoh. (al-Mughni, 2/366).

Ibnu Qudamah menyebutkan pendapat kedua,

واختار القاضي أن المستحب تسليمتان، وتسليمة واحدة تجزئ. وبه قال الشافعي وأصحاب الرأي، قياسا على سائر الصلوات

Sementara al-Qadhi meyatakan bahwa yang dianjurkan adalah melakukan salam 2 kali. Meskipun salam sekali hukumnya sah. Ini merupakan pendapat as-Syafii, ulama kufah, dengan dasar qiyas pada shalat wajib lainnya. (al-Mughni, 2/366)

Diantara yang mendasari pendapat jumhur ulama adalah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فَكَبَّرَ عَلَيْهَا أَرْبَعًا وَسَلَّمَ تَسْلِيمَةً وَاحِدَةً

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat jenazah, beliau bertakbir 4 kali dan melakukan salam sekali. (HR. ad-Daruquthni 1839 dan dishahihkan al-Albani)

Adapun pendapat yang mengatakan bahwa salam dalam shalat jenazah dilakukan 2 kali, berdasarkan hadis dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,

ثلاث خلال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يفعلهن تركهن الناس، إحداهن التسليم على الجنازة مثل التسليم في الصلاة

Ada 3 sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau rutinkan, tapi ditinggalkan masyarakat. salah satunya, salam ketika shalat jenazah sebagaimana salam ketika shalat wajib. (HR. Baihaqi dalam as-Sughra, 7239 dan dihasankan al-Albani).

Kesimpulannya, salam ketika shalat jenazah, bisa sekali ke kanan saja, bisa juga 2 kali, kanan-kiri. Karena dalil dalam masalah ini semuanya shahih.

Hanya saja dianjurkan dengan suara pelan.

Dari Abu Umamah bin Sahl, ada seorang sahabat menyampaikan riwayat kepada beliau,

أن السنة في الصلاة على الجنازة أن يكبر الإمام ، ثم يقرأ بفاتحة الكتاب بعد التكبيرة الأولى سرا في نفسه ، ثم يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم ويخلص الدعاء للجنازة في التكبيرات ، ولا يقرأ في شيء منهن ثم يسلم سرا في نفسه

Sunah dalam shalat jenazah, imam bertakbir, lalu membaca al-Fatihah setelah takbir pertama dengan suara pelan, kemudian membaca shalawat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan di takbir-takbir berikutnya membaca doa untuk jenazah. Dan tidak membaca surat sama sekali. Lalu salam dengan suara pelan. (HR. Baihaqi dalam as-Sughra, 868 dan dihasankan al-Albani)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
]]>
Redaksi KonsultasiSyariah.com <![CDATA[Jawaban & Pemenang KUIS KonsultasiSyariah.com]]> https://konsultasisyariah.com/?p=28700 2016-12-02T09:00:02Z 2016-12-02T09:00:02Z Jawaban & Pemenang KUIS

Alhamdulilah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kami ucapkan jazakumullah khoiran kepada para pembaca konsultasisyariah.com atas semua perhatiannya. Terutama para peserta kuis. Semoga Allah memudahkan kita semua untuk memahami ilmu agama dan mengamalkannya.

Soal kuis yang kami sajikan, semua pernah dimuat di situs konsultasisyariah.com. Sehingga, untuk mendapatkan jawaban yang benar, peserta bisa merujuk ke artikel terkait, berikut kunci jawabannya.

Kita akan simak jawaban dari soal kuis

1. Apakah mandi junub harus menggunakan sabun?
B. Boleh tidak menggunakan sabun
Kunci jawabannya ada di: Mandi Besar Haruskah Menggunakan Sabub dan Sampo?

2. Diantara pahala menghafal al-Quran
A. Kedudukannya di surga, sesuai banyaknya ayat yang dia hafal
Kunci jawabannya ada di: Pahala Orang yang Menghafal Al-Quran

3. Arti kata wail secara bahasa adalah
B. Kesedihan
Kunci jawabannya ada di: Arti Neraka Wail

4. Wanita yang sempurna hanya ada 4:
A. Asiyah, Maryam, Khadijah, dan Fatimah
Kunci jawabannya ada di: Benarkah Wanita Sempurnah Ada Empat?

5. Cara benar musafir yang shalat maghrib bersama jamaah shalat Isya’:
A. Makmum musafir duduk tasyahud akhir shalat Maghrib, dan memperlama duduknya, sampai imam duduk tasyahud akhir shalat Isya’, lalu dia salam bersama imam.
Kunci jawabannya ada di: Musafir Shalat Maghrib bersama Jamaah Shalat Isya’

6. Amalan Yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian:
B. Menggali sumur
Kunci jawabannya ada di: Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian

7. Cara menyusun shaf wanita dalam jamaah:
A. Jika mereka dihijab sempurna, sehingga terpisah sempurna antara lelaki dan wanita, shaf disusun dari depan.
Kunci jawabannya ada di: Cara Menyusun Shaf Wanita

8. Bagaimana cara mengobati ain?
A. Jika diketahui pelakunya, maka diobati dengan membayurkan air bekas wudhunya.
Kunci jawabannya ada di: Berobat dengan Bekas Air Wudhu

9. Hukum menyemir rambut sebelum beruban:
A. Boleh selama tidak ada unsur tasyabuh dan tidak menggunakan warna hitam.
Kunci jawabannya ada di: Hukum Mewarnai Rambut Sebelum Beruban

10. Bolehkah aqad nikah melalui telpon?
A. Tidak boleh, karena saksi tidak ada di tempat bersamaan dengan pelaksana akad.
Kunci jawabannya ada di: Hukum Nikah Lewat HP dan Internet

Pembaca yang mengirimkan jawaban sebanyak 388 orang. Dan kami telah memeriksan, untuk menentukan siapa pemenang kuis. Berikut 5 peserta kuis yang berhak mendapat hadiah,

[1] Satrio Yoggi Wicaksono
Kota Tangerang Selatan Banten

[2] Okta Dhirga Sukrisdyanto
Trenggalek, Jawa Timur

[3] Fatimah Alkathiry
Cirebon – Jawa Barat

[4] Indra Abu Salma
Banjarmasin, Kalimantan Selatan

[5] Annisa Firdaus Winta Damarsya
Batu, Malang, Jawa Timur

Hadiah akan segera dikirim, selambat-lambatnya 3 hari setelah pengumuman pemenang.

Semoga bermanfaat…

]]>