<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Tanya Jawab Pendidikan Islam dan Keluarga &#187; Waris</title>
	<atom:link href="http://konsultasisyariah.com/fikih/ibadah-fikih/waris/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://konsultasisyariah.com</link>
	<description>Menjawab Masalah Berdasarkan Tuntunan Syariah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 02:42:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Pembagian Waris untuk Ibu atau Adik Kandung</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/pembagian-waris-untuk-ibu-atau-adik-kandung</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/pembagian-waris-untuk-ibu-atau-adik-kandung#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 23:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Waris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10052</guid>
		<description><![CDATA[Pembagian Waris untuk Ibu atau Adik Kandung Pertanyaan: Asswrwb, ustadz afwan saya mau bertanya. Saya mempunyai saudara yang telah meninggal enam bulan yang lalu. Almarhum meninggalkan satu orang istri, satu anak angkat yang telah diadopsi, ibu, ayah, dan 3 orang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-waris" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian waris">Pembagian Waris</a> untuk Ibu atau Adik Kandung</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
<em>Asswrwb</em>, ustadz afwan saya mau bertanya. Saya mempunyai saudara yang telah meninggal enam bulan yang lalu. Almarhum meninggalkan satu orang istri, satu <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> angkat yang telah diadopsi, ibu, ayah, dan 3 orang saudara laki-laki. Akhir-akhir ini, ibu almarhum mendesak istri almarhum untuk segara membagi dua harta dengan adik almarhum yang bungsu karena ia belum punya pekerjaan, sementara dua saudaranya yang lain sudah mapan. Istri almarhum keberatan untuk secapatnya membagi <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">warisan</a> ini dengan alasan masih berduka, pertanyaan saya kapankah sebaiknya <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/harta-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with harta warisan">harta warisan</a> itu dibagi dan berapa pembagian untuk masing-masing keluarga yang ditinggal? Almarhum selain meninggalkan banyak harta, juga ada cicilan kredit mobil ke bank yang belum dilunasi. <em>Wass, jazakallah.</em></p>
<p>Dari: Sri Gantini<br />
<span id="more-10052"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
<strong>1.</strong> Semua utang dillunasi dulu, sampai bersih.</p>
<p><strong>2.</strong> Sisa harta jadi warisan.</p>
<p>Yang berhak mendapatkan warisan dari kasus yang Anda sampaikan hanya tiga orang:</p>
<p><strong>1.</strong> Istri, dia mendapat 1/4 dr total warisan, karena tidak memiliki anak. Dalilnya surat An-Nisa ayat 12.</p>
<p class="arab">وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُم إِن لَّمْ يَكُن لَّكُمْ وَلَدٌ</p>
<p>&#8220;&#8230;Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak&#8230;&#8221;</p>
<p><strong>2.</strong> Ibu, beliau mendapat 1/3 dr total warisan. Dalilnya surat An-Nisa ayat 11.</p>
<p class="arab">فَإِن لَّمْ يَكُن لَّهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلأُمِّهِ الثُّلُثُ</p>
<p>&#8220;&#8230;Jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga&#8230;&#8221;</p>
<p><strong>3.</strong> Bapak, beliau mendapatkan semua sisa warisan, karena status beliau sebagai pemilik <em>&#8216;ashabah</em>.</p>
<p>Sementara saudara dan anak angkat, sama sekali tidak mendapatkan harta warisan, kecuali jika ada <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/wasiat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with wasiat">wasiat</a> dari mayit.</p>
<p>Saudara tidak mendapatkan warisan karena mereka <em>mahjub</em> (terhalang) dengan keberadaan bapak.</p>
<p>Jika pihak saudara ingin mendapatkan harta, mereka bisa meminta ke ibu atau ke bapaknya.<br />
<em></em></p>
<p><em>Allahu a&#8217;lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)</strong><br />
<strong>Artikel <a href="../" rel="nofollow" target="_blank">www.KonsultaiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Artikel yang berkaitan dengan <strong>pembagian waris</strong>:</h3>
<p>1. <a href="../penghalang-untuk-mendapatkan-warisan" rel="nofollow" target="_blank">Penghalang untuk Mendapat Warisan</a>.<br />
2. <a href="../tuntunan-pembagian-warisan-01" rel="nofollow" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 01</a>.<br />
3. <a href="../pembagian-harta-warisan-ibu" rel="nofollow" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 02</a>.<br />
4. <a href="../warisan-untuk-istri-dan-bapak" rel="nofollow" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 03</a>.<br />
5. <a href="../tuntunan-pembagian-warisan-04" rel="nofollow" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 04</a>.<br />
6. <a href="../menunaikan-wasiat-sebelum-membagi-warisan" rel="nofollow" target="_blank">Menunaikan Wasiat Sebelum Pembagian Waris.</a><br />
7. <a href="http://konsultasisyariah.com/pembagian-waris-dalam-islam" target="_blank">Adilnya Pembagian Waris Islam</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/pembagian-waris-untuk-ibu-atau-adik-kandung/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adilkah Pembagian Waris dalam Islam?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/pembagian-waris-dalam-islam</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/pembagian-waris-dalam-islam#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 07:11:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=10283</guid>
		<description><![CDATA[Adilkah Pembagian Waris dalam Islam? Pertanyaan: Bismillah. Assalamu’alaikum warahmatullah. Afwan, ada sebagian orang berpendapat bahwa pembagian waris harus memenuhi unsur keadilan (syariat mengatur laki-laki mendapat dua bagian wanita satu bagian) mereka berpendapat jika seperti itu kemungkinan tidak adil. Misal, si ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Adilkah <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-waris" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian waris">Pembagian Waris</a> dalam Islam?</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
<em>Bismillah. Assalamu’alaikum warahmatullah.</em><br />
Afwan, ada sebagian orang berpendapat bahwa <span style="text-decoration: underline;"><strong>pembagian waris</strong></span> harus memenuhi unsur keadilan (syariat mengatur laki-laki mendapat dua bagian wanita satu bagian) mereka berpendapat jika seperti itu kemungkinan tidak adil. Misal, si laki-laki kaya (mampu) sedang si wanita miskin, jika diberikan dua bagian untuk laki-laki katanya tidak adil. Betulkah pendapat mereka? Pembagian waris laki-laki dan wanita 2:1, apakah memang dalam semua keadaan (bagaiamana contoh di atas)? Atas jawabannya saya ucapkan, <em>Jazakumullah khoiral jaza’</em>.<br />
<span id="more-10283"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<h3>Adilnya Pembagian Waris dalam Islam</h3>
<p>Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, keluarga, dan sahabatnya.</p>
<p>Keadilan adalah asas tegaknya alam semesta. Karenanya, wajar bila keadilan adalah bagian dari prinsip utama syariat Islam. Dan Allah membenci dan memerangi segala bentuk kezhaliman.</p>
<p>“<em>Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat zhalim</em>.” (QS. Ali-Imron: 57)</p>
<p>Bukan hanya mengharamkannya atas umat manusia saja, bahkan Allah <em>Ta’ala</em> juga mengharamkannya atas diri-Nya sendiri.</p>
<p>“<em>Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan tindak kezhaliman atas diri-Ku sendiri, dan Aku mengharamkannya atas kalian, maka jangan saling menzhalimi.</em>” (HR. Muslim)</p>
<p>Anda bisa membayangkan betapa pentingnya keadilan, bila ternyata Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa juga mengharamkan tindak kezhaliman atas diri-Nya. Bila demikian adanya, mungkinkah ada satu syariat-Nya yang mengandung kezhaliman atau ketidakadilan? Hanya yang perlu diluruskan adalah definisi tentang keadilan. Apa dan menurut siapa Anda mendefinisikan kata keadilan? Kaum komunis memiliki definisi tersendiri, sebagaimana kaum kapitalis dan sekuler juga memiliki definisi tersendiri.</p>
<p>Nah, keadilan menurut siapakah yang menjadi parameter? Mungkinkah kita sebagai orang yang beriman menginginkan keadilan sebagaimana yang dideskripsikan oleh kaum komunis? Atau mungkinkah kita memahami arti keadilan sebagaimana yang dipahami oleh kebanyakan orang, yaitu “sama dalam segala hal”? Tentu saja keadilan yang kita maksudkan adalah keadilan berdasarkan keputusan Yang Maha Adil</p>
<p>Allah menentukan bahwa bagian <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> lelaki dari <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">warisan</a> orang tuanya dua kali lipat dari <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">warisan</a> anak wanita, maka itu sesuai dengan kodrat mereka.</p>
<p>“<em>Allah telah mensyariatkan atas kalian perhial warisan anak-anakmu. Anak lelaki mendapatkan bagian sama dengan bagian dua anak wanita</em>.&#8221; (QS. An-Nisa: 11)</p>
<p>Syariat ini selaras dengan garis kodrat lelaki yang berkewajiban untuk menafkahi dan memimpin kaum wanita. Dengan demikian, syariat ini adil dan tidak ada yang perlu dirisaukan. Walaupun wanita mendapatkan bagian yang sedikit, seluruh bagiannya itu hanya ia nikmati seorang diri. Sebab itu, walaupun nominalnya kecil, faktor pembaginya hanya seorang, maka hasilnya menjadi besar. Adapun anak lelaki, walau ia mendapakan bagian dua kali lipat, ia harus menggunakannya untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Dengan demikian, walaupun nominalnya besar, pada akhirnya menjadi sedikit.</p>
<p>“<em>Kaum lelaki (suami) adalah pemimpin kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum lelaki) atas sebagian lainnya (kaum wanita), dan karena mereka (kaum lelaki) memberikan nafkah dari hartanya</em>.” (QS. An-Nisa: 34)</p>
<p><em>Wallahu Ta’ala a’lam bish shawab</em>.</p>
<p>Sumber: Majalah Al-Furqon Edisi 06 Tahun ke-10 Muharram 1432 H/Desember 2010</p>
<p><strong>Artikel <a href="http://konsultasisyariah.com/">www.KonsultaiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Artikel yang berkaitan dengan <strong>pembagian waris</strong>:</h3>
<p>1. <a href="../penghalang-untuk-mendapatkan-warisan" rel="nofollow" target="_blank">Penghalang untuk Mendapat Warisan</a>.<br />
2. <a href="../tuntunan-pembagian-warisan-01" rel="nofollow" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 01</a>.<br />
3. <a href="../pembagian-harta-warisan-ibu" rel="nofollow" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 02</a>.<br />
4. <a href="../warisan-untuk-istri-dan-bapak" rel="nofollow" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 03</a>.<br />
5. <a href="../tuntunan-pembagian-warisan-04" rel="nofollow" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 04</a>.<br />
6. <a href="../menunaikan-wasiat-sebelum-membagi-warisan" rel="nofollow" target="_blank">Menunaikan Wasiat Sebelum Pembagian Waris.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/pembagian-waris-dalam-islam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembagian Warisan Jika Mayit Tidak Punya Anak</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/pembagian-warisan-jika-mayit-tidak-punya-anak</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/pembagian-warisan-jika-mayit-tidak-punya-anak#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 07:16:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=9301</guid>
		<description><![CDATA[Aturan Pembagian Warisan Jika Mayit Tidak Punya Anak Pertanyaan: Ustazd yth. Dua hari yang lalu saya diminta Ibu untk membantu mencoba menghitungkan pembagian waris adiknya (Alm), hasil penjualan rumahnya. Tapi saya belum paham berapa bagian dan kepada siapa harus dibgikan. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Aturan Pembagian <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">Warisan</a> Jika Mayit Tidak Punya <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">Anak</a></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Ustazd yth.<br />
Dua hari yang lalu saya diminta Ibu untk membantu mencoba menghitungkan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-waris" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian waris">pembagian waris</a> adiknya (Alm), hasil penjualan rumahnya. Tapi saya belum paham berapa bagian dan kepada siapa harus dibgikan.<br />
Almarhun meningakan istri tanpa anak, masih memiliki 3 sudara sekandung (se-ayah dan se-ibu) satu perempuan dan 2 laki-laki, dan masing-masing mempunyai anak (ponakan almarhum) sedangkan ahli waris yang lainnya tidak ada.<br />
Yang saya tanyakan, 1/4 bagian istri almarhum dan sisanya <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/bagaimana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with bagaimana">bagaimana</a> dan harus kepada siapa membaginya?<br />
kami mohon dapat diprioritaskan jawaba e-mail saya ini agar segera dapat dilaksanakan mengingat sudah cukup lama dan di antara ahli waris saling berpendapat. Demkian atas jawabannya saya ucapkan terima kasih</p>
<p>Wassalam, Wr. Wb.<br />
Yulianto<br />
<span id="more-9301"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<h3><a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian warisan">Pembagian Warisan</a> Jika Mayit Tidak Punya Anak</h3>
<p><em>Wa&#8217;alaikumussalam</em><br />
Kasus pembagian warisan yang Anda sebutkan dalam ilmu faraidh disebut <em>kalalah</em>, dimana orang yang meninggal (mayit) tidak memiliki anak dan bapaknya sudah meninggal. Allah menyebutkan kasus <em>kalalah</em> dalam Alquran di surat An-Nisa, ayat 12 dan ayat 176.<em> Kalalah</em> dengan pengertian di atas merupakan keterangan dari sahabat Abu Bakr Ash-Shiddiq, yang kemudian disepakati para sahabat. (<em>Taisir Karimir Rahman</em>, Hal. 168)</p>
<p>Dari kasus di atas, Ahli waris terdiri dari:</p>
<ol>
<li> Istri mayit.</li>
<li>Saudara mayit (2 laki-laki dan 1 perempuan)</li>
</ol>
<p>Keponakan tidak mendapatkan warisan, karena terhalang oleh orang tuanya (saudara mayit)</p>
<p><strong>Cara pembagian warisan :</strong></p>
<ol>
<li> Istri mendapat 1/4 dr harta mayit, karena tidak punya anak. Dalilnya adalah firman Allah di surat An-Nisa: 12.</li>
<li>Sisa <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/harta-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with harta warisan">harta warisan</a> 3/4 diberikan kepda saudara mayit, dengan perbandingan 2:1. Laki-laki dapat 2 dan perempuan dapat 1 bagian.</li>
</ol>
<p><strong>Contoh perhitungan :</strong></p>
<p>Kita misalkan harta yang ditingalkan adalah 100 juta.</p>
<ol>
<li> Istri mendapat : 1/4 x 100 jt = 25 juta</li>
<li>Sisanya : 75 juta menjadi warisan saudara mayit. Agar bisa dibagi dengan perbandingan 2:1 untuk 3 bersaudara, sisa warisan ini dibagi 5, karena laki-laki dinilai 2 dan perempuan dinilai 1.</li>
</ol>
<p>75 juta : 5 = 15 juta. Selanjutnya angka ini dianggap sebagai satu jatah</p>
<p>- Untuk masing-masing saudara lelaki mendapatkan 2 jatah = 2 x 15 jt = 30 jt<br />
- Untuk saudara perempuan mendapat 1 jatah = 15 juta.</p>
<p><em>Allahu a&#8217;lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a rel="nofollow" href="http://www.KonsultasiSyariah.com" target="_blank">Konsultasi Syariah</a>)</strong><br />
<strong> Artikel <a rel="nofollow" href="http://www.KonsultasiSyariah.com" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<p>Materi terkait:</p>
<p>1. <a rel="nofollow" href="../menunaikan-wasiat-sebelum-membagi-warisan" target="_blank">Menunaikan Wasiat Sebelum Pembagian Warisan.</a><br />
2. <a rel="nofollow" href="../tuntunan-pembagian-warisan-01" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 01</a>.<br />
3. <a rel="nofollow" href="../pembagian-harta-warisan-ibu" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 02</a>.<br />
4. <a rel="nofollow" href="../warisan-untuk-istri-dan-bapak" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 03</a>.<br />
5. <a rel="nofollow" href="../tuntunan-pembagian-warisan-04" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 04</a>.<br />
6. <a rel="nofollow" href="../penghalang-untuk-mendapatkan-warisan" target="_blank">Penghalang untuk Mendapat Warisan</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/pembagian-warisan-jika-mayit-tidak-punya-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warisan Untuk 1 Istri dan 1 Anak</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/warisan-untuk-1-istri-dan-1-anak</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/warisan-untuk-1-istri-dan-1-anak#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 01:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=9213</guid>
		<description><![CDATA[Warisan Untuk 1 Istri dan 1 Anak Pertanyaan: Assalamu&#8217;alaikum. Ustadz saya mau tanya, suami meninggal degan meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki. Dan juga ada beberapa harta yang dimiliki sebelum menikah, ada juga harta setelah menikah tapi dalam status ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">Warisan</a> Untuk 1 Istri dan 1 <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">Anak</a></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum. Ustadz saya mau tanya, suami meninggal degan meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki. Dan juga ada beberapa harta yang dimiliki <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/sebelum" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with sebelum">sebelum</a> menikah, ada juga harta setelah menikah tapi dalam status masih hutang yang belum dibayar. Ada juga santunan sebesar 10 juta dan jasa raharja 25 juta. Berapa bagian 1 istri dan 1 anak laki-laki, terima kasih. Wassalam</p>
<p>Dari: Khoirunnisa Ida<br />
<span id="more-9213"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Dari keterangan yang Anda sampaikan, dapat kita kupas menjadi beberapa catatan penting:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, harta <strong>warisan</strong> mayit.<br />
<a href="http://konsultasisyariah.com/tag/harta-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with harta warisan">Harta warisan</a> mayit (suami) adalah semua harta yang dimiliki mayit semasa hidupnya, baik setelah maupun sebelum menikah, termasuk santunan dan jasa raharja. Berdasarkan keterangan ini, maka harta yang diperoleh dari utang tidak termasuk harta mayit.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, sebelum <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian warisan">pembagian warisan</a>.<br />
Sebelum membagi warisan, Allah <strong>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</strong> memerintahkan agar utang dan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/wasiat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with wasiat">wasiat</a> diselesaikan terlebih dahulu. Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berfirman, setelah menjelaskan jatah warisan masing-masing ahli waris,</p>
<p class="arab">مِن بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَىٰ بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ</p>
<p>&#8220;<em>Sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris).</em>&#8221; (QS. An-Nisa: 12)</p>
<p>Terkait kasus yang Anda sampaikan, dari total harta mayit terlebih dahulu dikurangi nilai utangnya, dan segera diselesaikan. Karena utang akan menjadi tanggungan mayit di akhirat sampai keluarganya melunasinya. Segera ringankan beban mayit, dengan melepaskan tanggungan utangnya. Sekali lagi, utang ini bukan harta mayit, karena itu jangan ditahan atau disimpan.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, pembagian warisan.<br />
Jika masih ada sisa harta setelah dikurangi beban utang, selanjutnya menjadi harta warisan yang sebenarnya. Dari harta ini dilakukanlah pembagian warisan. Ahli waris yang berhak mendapatkan warisan si suami hanya 2: Istri dan anak laki-lakinya.</p>
<p><strong>Perhitungannya:</strong><br />
a. Istri mendapatkan 1/8 dari harta warisan, karena mayit memiliki anak. Sebagaimana yang Allah tegaskan dalam Al-Quran di surat An-Nisa: 12.<br />
b. Anak laki-laki, dalam ilmu waris statusnya sebagai <em>&#8216;Ashib</em> (Arab: عاصب : penerima <em>&#8216;ashabah</em>). <em>&#8216;Ashabah</em> sendiri artinya harta sisa warisan setelah dibagikan kepada para ahli waris sebelumnya. Dengan demikian, si anak menerima semua harta warisan ayahnya, setelah dikurangi 1/8 untuk jatah ibunya.<br />
<em>Allahu a&#8217;lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a rel="nofollow" href="http://www.KonsultasiSyariah.com">Konsultasi Syariah</a>)</strong><br />
<strong> Artikel <a rel="nofollow" href="http://www.KonsultasiSyariah.com">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait warisan:</h3>
<p>1. <a rel="nofollow" href="../menunaikan-wasiat-sebelum-membagi-warisan" target="_blank">Menunaikan Wasiat Sebelum Pembagian Warisan.</a><br />
2. <a rel="nofollow" href="../tuntunan-pembagian-warisan-01" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 01</a>.<br />
3. <a rel="nofollow" href="../pembagian-harta-warisan-ibu" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 02</a>.<br />
4. <a rel="nofollow" href="../warisan-untuk-istri-dan-bapak" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 03</a>.<br />
5. <a rel="nofollow" href="../tuntunan-pembagian-warisan-04" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 04</a>.<br />
6. <a rel="nofollow" href="../penghalang-untuk-mendapatkan-warisan" target="_blank">Penghalang untuk Mendapat Warisan</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/warisan-untuk-1-istri-dan-1-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuntunan Pembagian Warisan 05</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/tuntunan-pembagian-warisan</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/tuntunan-pembagian-warisan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 06:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[hukum waris]]></category>
		<category><![CDATA[hukum warisan]]></category>
		<category><![CDATA[menjual warisan]]></category>
		<category><![CDATA[warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=8298</guid>
		<description><![CDATA[Pembagian Warisan Assalamu&#8217;alaikum. Langsung saja pak ustadz. Ayah saya sudah meninggal 2007 lalu, ia meninggalkan sebuah rumah, seorang istri dan 3 orang anak (2 lelaki dan 1 perempuan). Warisan berupa rumah sudah kami jual bersama seharga 470 juta. Yang ingin ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian warisan">Pembagian Warisan</a></h2>
<p><em>Assalamu&#8217;alaikum</em>.<br />
Langsung saja pak ustadz. Ayah saya sudah meninggal 2007 lalu, ia meninggalkan sebuah rumah, seorang istri dan 3 orang <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> (2 lelaki dan 1 perempuan). <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">Warisan</a> berupa rumah sudah kami jual bersama seharga 470 juta. Yang ingin saya tanyakan adalah berapa bagian ibu saya dua orang <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> laki-laki dan 1 <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> perempuannya.<br />
Tolong bantu saya karena saya tidak mengerti sama sekali masalah pembagian warisan ini. Untuk diketahui, saya anak<br />
kedua dari 3 bersaudara, kakak saya perempuan dan adik saya laki-laki.<br />
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih pak ustadz.<br />
<em>Wassalamu&#8217;alaikum</em>.</p>
<p>Yossef<br />
<span id="more-8298"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa&#8217;alaikumussalam</em>.</p>
<h3>Pembagian Warisan</h3>
<p>Sebelumnya kami mohon <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/maaf" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with maaf">maaf</a> atas keterlambatan dalam menjawab masalah ini. Sebenarnya email bapak sudah kami kirim ke pembina bagian ilmu waris, tapi sepertinya yang bersangkutan disibukkan oleh beberapa urusan sehingga tidak sempat membuka email.</p>
<p>Selanjutnya, untuk kasus Anda, dengan ahli waris yang terdiri dari:</p>
<ul>
<li>Istri</li>
</ul>
<ul>
<li> 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.</li>
</ul>
<p><a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-waris" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian waris">Pembagian waris</a> dapat dirinci sebagai berikut:</p>
<ul>
<li> Istri mendapat 1/8 dari total warisan, sehingga 1/8 x 470 juta = 58,75 juta</li>
</ul>
<ul>
<li> Sisanya 470 juta &#8211; 58,75 juta = 411,25 juta diserahkan kepada anak semuanya.</li>
</ul>
<p>Untuk perhitungan jatah masing-masing anak:<br />
Sisa warisan ini dibagi 5: 411,25 juta / 5 = 82,25 juta.</p>
<ul>
<li> Anak perempuan mendapat = 82,25 jt</li>
</ul>
<ul>
<li> Masing-masing anak laki-laki, mendapat 2 x 82,25 juta = 164,5 juta</li>
</ul>
<p><em>Allahu a&#8217;lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh <a rel="nofollow" href="http://www.konsultasisyariah.com/">Ustadz Ammi Nur Baits</a> (Dewan Pembina <a rel="nofollow" href="http://www.konsultasisyariah.com/">Konsultasi Syariah</a>)</strong><br />
<strong>Artikel <a rel="nofollow" href="http://www.konsultasisyariah.com/">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<p>Artikel yang berkaitan dengan <strong>pembagian warisan</strong>:</p>
<p>1. <a rel="nofollow" href="../menunaikan-wasiat-sebelum-membagi-warisan" target="_blank">Menunaikan Wasiat Sebelum Pembagian Warisan.</a></p>
<p>2. <a rel="nofollow" href="../tuntunan-pembagian-warisan-01" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 01</a>.</p>
<p>3. <a rel="nofollow" href="../pembagian-harta-warisan-ibu" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 02</a>.</p>
<p>4. <a rel="nofollow" href="../warisan-untuk-istri-dan-bapak" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 03</a>.</p>
<p>5. <a href="http://konsultasisyariah.com/tuntunan-pembagian-warisan-04" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 04</a>.</p>
<p>6. <a rel="nofollow" href="../penghalang-untuk-mendapatkan-warisan" target="_blank">Penghalang untuk Mendapat Warisan</a>.</p>

	<strong>Kata Kunci Terkait:</strong> <strong>warisan</strong>, <strong>hukum warisan</strong>, <strong>menjual warisan</strong>, <strong>hukum waris</strong><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/tuntunan-pembagian-warisan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Warisan Tidak Dibagi?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/pembagian-waris-pada-keluarga-tanpa-anak</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/pembagian-waris-pada-keluarga-tanpa-anak#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 06:30:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[nikah tanpa wali]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian waris tanpa anak]]></category>
		<category><![CDATA[syarat wali nikah]]></category>
		<category><![CDATA[urutan wali nikah]]></category>
		<category><![CDATA[wali nikah]]></category>
		<category><![CDATA[wali pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[waris tanpa anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=8095</guid>
		<description><![CDATA[Bolehkah Warisan Tidak Dibagi? Pertanyaan, Assalamu&#8217;alaikum, Adik laki-laki dari ibu (paman) saya meninggal setahun yang lalu, dia hanya memiliki dua orang anak angkat laki-laki dan perempuan yang belum disahkan di pengadilan. Bagaimana hukum pembagian waris menurut Islam? paman saya juga ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Bolehkah <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">Warisan</a> Tidak Dibagi?</h2>
<p><strong>Pertanyaan, </strong><em>Assalamu&#8217;alaikum</em>, Adik laki-laki dari ibu (paman) saya meninggal setahun yang lalu, dia hanya memiliki dua orang <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> angkat laki-laki dan perempuan yang belum disahkan di pengadilan.</p>
<ol>
<li> <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/bagaimana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with bagaimana">Bagaimana</a> <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/hukum" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hukum">hukum</a> <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-waris" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian waris">pembagian waris</a> menurut Islam? paman saya juga memiliki tiga saudara perempuan kandung (salah satunya ibu saya,sudah meninggal) serta 2 saudara seayah berbeda ibu.</li>
<li>Bagaimana hukumnya jika janda paman saya tersebut tidak mau membagi  sesuai dengan hukum ? kami tidak meminta, sementara ada ahli waris yang sangat membutuhkan untuk biaya rumah sakit.</li>
</ol>
<p><em>Alhamdulillah jazakumullah khairan.</em></p>
<p><em>SriXXXXXX@yahoo.com</em><br />
<span id="more-8095"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa &#8216;alaikumus salam.</em></p>
<p><strong>1.</strong> Warisan wajib dibagi. Setelah menjelaskan jatah warisan beberapa anggota keluarga, Allah berfirman,</p>
<p class="arab">آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا</p>
<p><em>&#8220;Bapak kalian atau anak kalian, tidak kalian ketahui siapakah diantara mereka yang paling banyak memberikan manfaat kepada kalian. Sebagai kewajiban (dalam pembagian warisa) dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&#8221;</em> (QS. an-Nisa&#8217;: 11)</p>
<p>Di ayat berikutnya, Allah masih menjelaskan tentang jatah warisan, kemudian Dia akhiri dengan firman-Nya,</p>
<p class="arab">وَصِيَّةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ</p>
<p><em>&#8220;(<a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian warisan">Pembagian warisan</a> itu) adalah <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/wasiat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with wasiat">wasiat</a> dari Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Lembut.&#8221;</em> (QS. an-Nisa&#8217;: 12)</p>
<p>Allah menyebut pembagian warisan dengan <em>faridhah</em> [arab: فريضة] yang artinya kewajiban. Dari kata ini, kemudian diambil istilah ilmu faraid, yaitu ilmu yang membahas tentang tata cara pembagian warisan. Di ayat 12 Allah menyebut pembagian warisan ini dengan &#8216;wasiat&#8217; [arab: وَصِيَّةً].</p>
<p>Kemudian dilanjutan ayat, Allah memberikan pujian dan ancaman. Allah berfirman,</p>
<p class="arab">تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (13) وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ(14</p>
<p><em>&#8220;(Hukum-<a href="http://konsultasisyariah.com/tag/hukum-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hukum warisan">hukum warisan</a>) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.()Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.&#8221;</em> (QS. an-Nisa&#8217; 13 &#8211; 14)</p>
<p><strong>Berdasarkan ayat di atas, dapat kita ambil kesimpulan:</strong><br />
<strong>Pertama,</strong> pembagian warisan hukumnya wajib. Dan menunjukkan salahnya prinsip bahsawanya warisan boleh untuk tidak dibagi<br />
<strong>Kedua,</strong> pembagian warisan harus dilakukan sebagaimana yang Allah tetapkan.</p>
<p><strong>2. </strong>Jika seseorang tidak memiliki anak, maka warisan diberikan kepada saudaranya. Sebagaimana yang Allah nyatakan di ayat terakhir surat an-Nisa&#8217;, yaitu ayat 176.</p>
<h3>Pembagian Warisan pada Keluarga yang Tidak Mempunyai Anak</h3>
<p><strong></strong>Cara Pembagian</p>
<blockquote><p><strong>Ahli waris paman anda adalah:</strong><br />
a. Istri beliau<br />
b.Dua saudara perempuan kandung dan<br />
c. Dua saudara laki-laki seayah.<br />
d. Saudara yang sudah meninggal dan anak angkat, tidak mendapatkan warisan.</p>
<p><strong>Jatah masing-masing:</strong><br />
a. Istri mendapatkan 1/4 dari total warisan<br />
b. Kedua saudara perempuan sekandung mendapat 2/3 dari total warisan, dan dibagi rata.<br />
c. Kedua saudara seayah mendapat sisanya.</p></blockquote>
<p><em>Allahu a&#8217;lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh <a rel="nofollow" href="http://www.konsultasisyariah.com/">Ustadz Ammi Nur Baits</a> (Dewan Pembina <a rel="nofollow" href="http://www.konsultasisyariah.com/">Konsultasi Syariah</a>)</strong></p>
<p><strong>Artikel <a rel="nofollow" href="http://www.konsultasisyariah.com/">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<p>Artikel yang berkaitan dengan pembagian<strong> warisan</strong>:</p>
<p>1. <a rel="nofollow" href="../menunaikan-wasiat-sebelum-membagi-warisan" target="_blank">Menunaikan Wasiat Sebelum Pembagian Warisan.</a></p>
<p>2. <a rel="nofollow" href="../tuntunan-pembagian-warisan-01" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 01</a>.</p>
<p>3. <a rel="nofollow" href="../pembagian-harta-warisan-ibu" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 02</a>.</p>
<p>4. <a rel="nofollow" href="../warisan-untuk-istri-dan-bapak" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 03</a>.</p>
<p>5. <a rel="nofollow" href="../penghalang-untuk-mendapatkan-warisan" target="_blank">Penghalang untuk Mendapat Warisan</a>.</p>

	<strong>Kata Kunci Terkait:</strong> <strong>waris tanpa anak</strong>, <strong>pembagian waris tanpa anak</strong>, <strong>wali nikah</strong>, <strong>urutan wali nikah</strong>, <strong>syarat wali nikah</strong>, <strong>wali pernikahan</strong>, <strong>nikah tanpa wali</strong><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/pembagian-waris-pada-keluarga-tanpa-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuntunan Pembagian Warisan 04</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/tuntunan-pembagian-warisan-04</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/tuntunan-pembagian-warisan-04#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 02:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[cara hitung warisan]]></category>
		<category><![CDATA[harta warisan]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian waris]]></category>
		<category><![CDATA[rumah warisan]]></category>
		<category><![CDATA[warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=7918</guid>
		<description><![CDATA[Pembagian warisan Assalamualaikum. Saya mau tanya, &#8216;Kedua orang tua kami telah meninggal, dan meninggalkan sebuah rumah. Kami 7 bersaudara, 3 laki-laki, 4 perempuan, tapi 1 kakak laki-laki telah meninggal sebelum kedua orang tua kami meninggal dia (kakak yang meninggal. red) ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Pembagian <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">warisan</a></h2>
<p><em>Assalamualaikum</em>. Saya mau tanya, &#8216;Kedua orang tua kami telah meninggal, dan meninggalkan sebuah rumah. Kami 7 bersaudara, 3 laki-laki, 4 perempuan, tapi 1 kakak laki-laki telah meninggal <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/sebelum" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with sebelum">sebelum</a> kedua orang tua kami meninggal dia (kakak yang meninggal. <em>red</em>) meninggalkan 1 istri dan 2 <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> perempuan. Yang saya mau tanyakan bila rumah tersebut kami jual berapa bagiankah yang diterima masing-masing orang?&#8217; Terima kasih. <em>Wassalamualaikum.</em></p>
<p><em>Harry (hXXXX@fumXXX.co.id)</em><br />
<span id="more-7918"></span><br />
<em>Wa&#8217;alaikum salam wa rahmatullah&#8230; Bismillah, was shalatu was salamu &#8216;ala rasulillah&#8230;</em></p>
<h3>Untuk <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian warisan">pembagian warisan</a>:</h3>
<p>1. Kasus yang anda sampaikan dalam madzhab Hanafi disebut &#8216;<em>al-wasiah al-wajibah</em>&#8216;. artinya, kakek berkewajiban memberikan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/wasiat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with wasiat">wasiat</a> kepada cucunya ketika maninggal, karena ayahnya sudah meninggal, sebelum si kakek ini meningal.</p>
<p>2. Orang yang berhak mendapat jatah warisan pada kasus anda:</p>
<ul>
<li>Istri (ibu anda), mendapat 1/8 jatah warisan.</li>
<li>Semua anak, dan anak yang sudah meninggal dianggap masih ada, yang kemudian diberikan kepada kedua putrinya.</li>
<li>Janda dari anak yang sudah meninggal tidak mendapatkan warisan.</li>
</ul>
<h3>Jatah masing-masing warisan:</h3>
<p><strong>A.</strong> Jatah untuk anak yang meninggal:</p>
<ul>
<li>Istri (ibu anda) mendapat : 1/8.</li>
<li>Sisanya diberikan kepada ke-7 anak. dengan porsi 2:1. Setiap anak lelaki mendapatkan jatah 2, dan setiap anak wanita mendapatkan jatah 1.</li>
</ul>
<p>Jika kita anggap bahwa total <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/harta-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with harta warisan">harta warisan</a> adalah 800 juta, maka:</p>
<ul>
<li>Ibu mendapat 1/8 x 800 = 100 jt</li>
<li>Sisanya = 700 juta dibagi ke 7 anak. Agar bisa dibagi dengan porsi 2:1, harta 700 jt dibagi 10. Jadi: (700 jt : 10 = 70 jt).</li>
<li>2 anak laki-laki (hidup): masing2 diberi jatah sementara : 140 juta.</li>
<li>4 anak perempuan: masing2 diberi jatah sementara : 70 juta.</li>
<li>1 anak laki-laki (meninggal): diberi jatah : 140 juta.</li>
</ul>
<p>Final untuk jatah yngg diberikan kepada kedua putri dari anak lelaki (yang meninggal) = 140 juta dan dibagi bersama.</p>
<p><strong>Sisa harta: 800 juta &#8211; 140 juta = 660 juta</strong></p>
<p><strong>B.</strong> Jatah untuk ibu dan anak yang masih hidup</p>
<p>Pembagian di atas, HANYA untuk perhitungan jatah warisan untuk anak yang meninggal<br />
Selanjutnya untuk masih hidup perlu dilakukan pembagian ulang dengan tanpa melibatkan yang sudah meninggal. Jatah warisan yang dibagi 660 jt.</p>
<ul>
<li>Ibu mendapat 1/8 x 660 juta= 82,5 juta.</li>
<li>Sisa: 660 jt &#8211; 82,5 juta = 577,5 juta.</li>
<li>Harta 577,5 juta dibagi untuk 6 anak (2 laki-laki dan 4 perempuan). Porsi: 2:1</li>
</ul>
<p>Untuk memudahkan: 577,5 juta dibagi 8. Jadi: (577,5 : 8  = 72,1875).</p>
<ul>
<li>Tiap anak perempuan mendapat = 72.187.500.</li>
<li>Tiap anak lelaki mendapat = 72.187.500 x 2 = 144.375.000.</li>
</ul>
<p><strong>Referensi:</strong> <em>Al-Wasiyah Al-Wajibah &#8216;ala Madzhabil Imam Abu Hanifah</em>, Prof. Nadhal Jamal Jaradah.</p>
<p><em>Allahu a&#8217;lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh <a rel="nofollow" href="http://www.KonsultasiSyariah.com">Ustadz Ammi Nur Baits</a> (Dewan Pembina <a rel="nofollow" href="http://www.KonsultasiSyariah.com">Konsultasi Syariah</a>)</strong></p>
<p><strong>Artikel <a rel="nofollow" href="http://www.KonsultasiSyariah.com">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<p>Artikel yang berkaitan dengan <strong>pembagian warisan</strong>:</p>
<p>1. <a href="http://konsultasisyariah.com/menunaikan-wasiat-sebelum-membagi-warisan" target="_blank">Menunaikan Wasiat Sebelum Pembagian Warisan.</a></p>
<p>2. <a href="http://konsultasisyariah.com/tuntunan-pembagian-warisan-01" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 01</a>.</p>
<p>3. <a href="http://konsultasisyariah.com/pembagian-harta-warisan-ibu" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 02</a>.</p>
<p>4. <a href="http://konsultasisyariah.com/warisan-untuk-istri-dan-bapak" target="_blank">Tuntunan Pembagian Warisan 03</a>.</p>
<p>5. <a href="http://konsultasisyariah.com/penghalang-untuk-mendapatkan-warisan" target="_blank">Penghalang untuk Mendapat Warisan</a>.</p>

	<strong>Kata Kunci Terkait:</strong> <strong>warisan</strong>, <strong>cara hitung warisan</strong>, <strong>rumah warisan</strong>, <strong>pembagian waris</strong>, <strong>harta warisan</strong><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/tuntunan-pembagian-warisan-04/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuntunan Pembagian Warisan 03</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/warisan-untuk-istri-dan-bapak</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/warisan-untuk-istri-dan-bapak#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 22:30:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[isa]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[tata cara pembagian warisan bila bapak meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[warits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=5271</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Assalamu &#8216;alaikum. Pak Ustadz, mohon penjelasan porsi pembagian warisan jika seseorang meninggal, sementara keluarga yang ditinggal hanya istri (catatan: tidak punya anak) dan bapak. Saya hargai sekali kalau Pak Ustadz memberikan dalil-dalilnya (Alquran maupun hadis). Terima kasih sebelumnya. Hendrawan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamu &#8216;alaikum.</em> Pak Ustadz, mohon penjelasan porsi <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian warisan">pembagian warisan</a> jika seseorang meninggal, sementara keluarga yang ditinggal hanya istri (<em>catatan</em>: tidak punya <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a>) dan bapak. Saya hargai sekali kalau Pak Ustadz memberikan dalil-dalilnya (Alquran maupun hadis). Terima kasih sebelumnya.</p>
<p><em>Hendrawan Hamman (hamman**@***.com) </em><br />
<span id="more-5271"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh</em>.</p>
<p>Bismillah. Pembagian <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">warisan</a> dari kasus yang Anda sampaikan:<br />
- <strong>Untuk jatah Istri</strong>: 1/4 dari total harta yang ditinggalkan mayit (suami), karena mayit tidak punya anak. Dalilnya, firman Allah di surat An-Nisa&#8217;, ayat 12.<br />
- <strong>Untuk Bapak</strong>: Semua sisa <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/harta-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with harta warisan">harta warisan</a> setelah dibagikan kepada istri (3/4 dari harta total). Dalilnya, hadis dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan Bukhari, no. 6356 dan Muslim, no. 1615.</p>
<p><em>Allahu a&#8217;lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).</strong><br />
<strong>Artikel <a href="http://www.KonsultasiSyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>

	<strong>Kata Kunci Terkait:</strong> <strong>isa</strong>, <strong>konsultasisyari&#039;ah</strong>, <strong>tata cara pembagian warisan bila bapak meninggal</strong>, <strong>warits</strong>, <strong>anak</strong><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/warisan-untuk-istri-dan-bapak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menunaikan Wasiat Sebelum Membagi Warisan</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/menunaikan-wasiat-sebelum-membagi-warisan</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/menunaikan-wasiat-sebelum-membagi-warisan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 23:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana]]></category>
		<category><![CDATA[fidyah]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[isa]]></category>
		<category><![CDATA[kapan warisan dibagi]]></category>
		<category><![CDATA[kb]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[langkah sebelum harta ahli waris dibagi]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[sebelum]]></category>
		<category><![CDATA[warisan]]></category>
		<category><![CDATA[wasiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=5102</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Assalamu &#8216;alaikum. Ustadz, bagaimana pandangan hukum Islam apabila harta warisan&#8211;sebelum dibagi ke ahli waris&#8211;disisakan dahulu untuk: 1. upah haji badal orang tua yang sudah meninggal; 2. komisi penjual tanah warisan 2,5% dari 800 juta; 3. santunan anak yatim; 4. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamu &#8216;alaikum</em>. Ustadz, <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/bagaimana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with bagaimana">bagaimana</a> pandangan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/hukum" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hukum">hukum</a> Islam apabila harta <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">warisan</a>&#8211;<a href="http://konsultasisyariah.com/tag/sebelum" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with sebelum">sebelum</a> dibagi ke ahli waris&#8211;disisakan dahulu untuk:<br />
1. upah <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/haji-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with haji">haji</a> badal orang tua yang sudah meninggal;<br />
2. komisi penjual tanah warisan 2,5% dari 800 juta;<br />
3. santunan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> yatim;<br />
4. infak/wakaf ke masjid;<br />
5. pengurusan surat ahli waris ke kelurahan?</p>
<p>Demikianlah pertanyaan saya. Semoga Ustadz dapat secepatnya menjawabnya. <em>Jazakumullah khairan katsiran</em>.</p>
<p><em>Akbar (shobri**@***.com) </em><br />
<span id="more-5102"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa&#8217;alaikumussalam.</em></p>
<p><strong>Sebelum harta warisan dibagi, ada beberapa hal yang harus diselesaikan, terkait pembiayaan berikut ini (<em>sesuai urutannya</em>):</strong></p>
<ol>
<li> Pengurusan jenazah.</li>
<li>Utang mayit yang berbentuk gadai/utang beragunan.</li>
<li>Utang non-agunan, baik utang kepada manusia atau utang kepada Allah <em>ta&#8217;ala</em> (seperti: membayar <em>kafarat</em> atau <em>fidyah</em>).</li>
<li><a href="http://konsultasisyariah.com/tag/wasiat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with wasiat">Wasiat</a> yang membutuhkan dana dari harta mayit, berupa infak dalam <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/wasiat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with wasiat">wasiat</a>, pembiayaan haji, pewasiatan harta kepada kawan atau kerabat, dan lain-lain.</li>
</ol>
<p>Tentang wasiat, tidak boleh melebihi sepertiga warisan, dan juga tidak boleh diberikan kepada ahli waris, karena mereka telah mendapat harta jatah warisannya, sehingga tidak adil jika mereka mendapat dua jatah; wasiat dan warisan.</p>
<p>Dari sisa harta di atas, selanjutnya dilakukan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian warisan">pembagian warisan</a> sesuai syariat Islam.</p>
<p>Karena itu, dalam kasus yang Anda sampaikan, jika harta itu digunakan untuk biaya wasiat maka diperbolehkan, asalkan tidak melebihi sepertiga dari total harta.</p>
<blockquote><p>Akan tetapi, ini dilakukan setelah pelunasan utang, karena yang dimaksud dengan &#8220;<strong>harta mayit</strong>&#8221; adalah harta yang ditinggalkan setelah dipotong biaya pengurusan jenazah dan utang mayit.</p></blockquote>
<p>Adapun pengurusan surat maka itu bisa diambilkan dari harta warisan yang ada.</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Nur Cholis, Lc. (Pengajar Ilmu Faraidh di Islamic Center Binbaz 2010). <strong><br />
<strong>Artikel <a href="http://www.KonsultasiSyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></strong></strong></p>

	<strong>Kata Kunci Terkait:</strong> <strong>fidyah</strong>, <strong>hukum</strong>, <strong>guru</strong>, <strong>warisan</strong>, <strong>anak</strong>, <strong>sebelum</strong>, <strong>bagaimana</strong>, <strong>wasiat</strong>, <strong>kb</strong>, <strong>isa</strong><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/menunaikan-wasiat-sebelum-membagi-warisan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuntunan Pembagian Warisan 02</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/pembagian-harta-warisan-ibu</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/pembagian-harta-warisan-ibu#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 00:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[amalan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[gambar ibu]]></category>
		<category><![CDATA[harta warisan ibu]]></category>
		<category><![CDATA[isa]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian warisan untuk anak]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab tentang pembagian harta warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=4741</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Assalaamu &#8216;alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Allah senantiasa membimbing kita kepada ucapan dan amalan yang dicintai dan diridhai-Nya. Amin. Sahabat saya meminta jawaban atas pembagian waris berikut: Ibu telah wafat. Beliau meninggalkan harta waris sebesar kurang lebih 100 juta rupiah. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalaamu &#8216;alaykum warahmatullahi wabarakatuh</em>. Semoga Allah senantiasa membimbing kita kepada ucapan dan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/amalan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with amalan">amalan</a> yang dicintai dan diridhai-Nya. Amin. Sahabat saya meminta jawaban atas <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-waris" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian waris">pembagian waris</a> berikut: Ibu telah wafat. Beliau meninggalkan harta waris sebesar kurang lebih 100 juta rupiah. Ahli waris terdiri dari suami, 5 <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> putra, dan 1 <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> putri. Berapa bagian masing-masing? Mohon disertakan pula tata cara perhitungannya. <em>Barakallahu fikum</em>.</p>
<p><em>Dedy Junaedy (elju**@***.com)</em><br />
<span id="more-4741"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh</em>. <em>Bismillah</em>.</p>
<p><strong>Ahli waris dan jatah masing-masing:</strong><br />
1. <strong>Suami</strong> mendapat 1/4 bagian dari <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">warisan</a> (1/4 x 100 juta) = 25 juta.<br />
2. Sisanya (75 juta) diserahkan semuanya ke <strong>anak</strong>.<br />
3. Tidak ada bagian untuk saudara-saudara ibu maupun paman-paman ibu, karena semuanya terhalang dengan adanya anak lelaki.</p>
<p><strong>Cara <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian warisan">pembagian warisan</a> anak (5 lelaki, 1 perempuan):</strong><br />
- Sisa warisan dibagi 11 (75 juta/11 = 6,82 juta).<br />
- Masing-masing <strong>anak lelaki</strong> mendapat 2 jatah = 2 x 6,82 juta = 13,64 juta.<br />
- <strong>Anak perempuan</strong> mendapat 1 jatah = 6,82 juta.</p>
<p><em>Allahu a&#8217;lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).</strong><br />
<strong>Artikel <a href="http://www.KonsultasiSyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>

	<strong>Kata Kunci Terkait:</strong> <strong>isa</strong>, <strong>anak</strong>, <strong>konsultasisyari&#039;ah</strong>, <strong>gambar ibu</strong>, <strong>harta warisan ibu</strong>, <strong>amalan</strong>, <strong>tanya jawab tentang pembagian harta warisan</strong>, <strong>pembagian warisan untuk anak</strong><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/pembagian-harta-warisan-ibu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuntunan Pembagian Warisan 01</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/tuntunan-pembagian-warisan-01</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/tuntunan-pembagian-warisan-01#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 01:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ammi Nur Baits</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[PERTANYAAN PEMBACA]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[apa hukum pembagian warisan yang ditinggalkan oleh oleh ibu]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana]]></category>
		<category><![CDATA[berapa bagian warisan anak laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[bolehkah orang muslim dapat warisan dari non muslim]]></category>
		<category><![CDATA[hukum syariah dalam pembahagian harta pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[hukum syariah tentang warisan]]></category>
		<category><![CDATA[isa]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian hak waris pria dan wanita]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian harta waris beda ibu menurut hukum]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian harta warisan]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian harta warisan rumah beda ibu]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian warisan]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian warisan anak dari istri ke 2]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian warisan laki - laki dan perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian warisan menurut islam bagi 3 anak laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian warisan untuk ibu dan anak]]></category>
		<category><![CDATA[soal pembagian warisan di keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab masalah warisan secara islam]]></category>
		<category><![CDATA[waktu warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=4554</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Assalamu &#8216;alaikum. Saya mau bertanya soal pembagian warisan, Ustadz. Ayah saya meninggal 2 minggu yang lalu. Saat beliau meninggal, beliau meninggalkan sebuah rumah. Selain itu, ayah juga meninggalkan 1 istri (ibu saya), 3 anak laki-laki, 1 anak perempuan, dan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamu &#8216;alaikum.</em> Saya mau bertanya soal <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian warisan">pembagian warisan</a>, Ustadz. Ayah saya meninggal 2 minggu yang lalu. Saat beliau meninggal, beliau meninggalkan sebuah rumah. Selain itu, ayah juga meninggalkan 1 istri (ibu saya), 3 <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> laki-laki, 1 <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> perempuan, dan 1 <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> laki-laki dari istri yang pertama (istri pertama sudah meninggal). Yang ingin saya tanyakan adalah: <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/bagaimana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with bagaimana">bagaimana</a> pembagian <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/harta-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with harta warisan">harta warisan</a> itu dan berapa bagian masing-masing karena anak laki-laki yang dari istri pertama meminta untuk menjual rumah peninggalan bapak. Saya ucapkan terima kasih untuk jawaban yang akan diberikan.</p>
<p>Agus (agus**@***.co.id)<br />
<span id="more-4554"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.</em></p>
<p>Yang berhak mendapat <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">warisan</a> di keluarga Anda, beserta jatahnya masing-masing, adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li> Istri (Ibu Anda) mendapat 1/8 bagian dari total warisan, karena mayit memiliki anak. Sisa warisan, yaitu 7/8 bagian dari total harta warisan diserahkan kepada anak karena mereka mendapat &#8216;ashabah (jatah sisa warisan).</li>
</ul>
<ul>
<li> 5 anak, dengan rincian: 4 lelaki dan 1 perempuan. Dari total harta sisa (7/8 bagian dari total warisan), selanjutnya dibagi menjadi sembilan. Masing-masing anak lelaki mendapat 2 jatah dan anak perempuan mendapat 1 jatah.</li>
</ul>
<p>Sebagi pendekatan, kita misalkan total harta yang ditinggalkan mayit, jika diuangkan sebesar 80 juta. Istri mendapat 10 juta. Sisanya: 70 juta dibagi sembilan, yaitu sekitar 7,8 juta. Selanjutnya, masing-masing anak lelaki mendapat: 7,8 x 2 = 15,6 juta, sementara anak perempuan mendapat 7,8 juta.</p>
<p><strong>Catatan:</strong> Semua anak mayit statusnya sama meskipun beda ibu.</p>
<p><em>Allahu a&#8217;lam.</em></p>
<p>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).<br />
Artikel <a href="http://www.KonsultasiSyariah.com" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></p>

	<strong>Kata Kunci Terkait:</strong> <strong>pembagian hak waris pria dan wanita</strong>, <strong>berapa bagian warisan anak laki-laki</strong>, <strong>pembagian harta waris beda ibu menurut hukum</strong>, <strong>pembagian warisan laki - laki dan perempuan</strong>, <strong>apa hukum pembagian warisan yang ditinggalkan oleh oleh ibu</strong>, <strong>hukum syariah dalam pembahagian harta pusaka</strong>, <strong>tanya jawab masalah warisan secara islam</strong>, <strong>waktu warisan</strong>, <strong>pembagian harta warisan rumah beda ibu</strong>, <strong>hukum syariah tentang warisan</strong><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/tuntunan-pembagian-warisan-01/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penghalang untuk Mendapatkan Warisan</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/penghalang-untuk-mendapatkan-warisan</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/penghalang-untuk-mendapatkan-warisan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 00:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator 2</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[ahli waris yang tidak dapat menerima warisan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[beda agama]]></category>
		<category><![CDATA[budak]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[isa]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[makalah tentang penyebab mendapat dan penghalang kewarisan]]></category>
		<category><![CDATA[mendapat dan penghalang kewarisan]]></category>
		<category><![CDATA[orang yang terhalang memperoleh warisan]]></category>
		<category><![CDATA[orang-orang yang berhak menerima warisan]]></category>
		<category><![CDATA[penghalang ahli waris]]></category>
		<category><![CDATA[saudara murtad]]></category>
		<category><![CDATA[syarat-syarat orang yang berhak mendapatkan warisan]]></category>
		<category><![CDATA[yang berhak menerima waris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=4080</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Apa sajakah penghalang sehingga seseorang tidak berhak mendapatkan warisan? Jawaban: Dalam ilmu waris, pembahasan ini amatlah penting, tidak kalah penting dibandingkan dengan bab-bab lain, seperti: syarat, rukun, dan lainnya. Alasannya, meskipun syarat-syarat untuk mendapatkan harta waris sudah terpenuhi serta ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apa sajakah penghalang sehingga seseorang tidak berhak mendapatkan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">warisan</a>?</p>
<p><strong><span id="more-4080"></span>Jawaban:</strong></p>
<p>Dalam ilmu waris, pembahasan ini amatlah penting, tidak kalah penting dibandingkan dengan bab-bab lain, seperti: syarat, rukun, dan lainnya. Alasannya, meskipun syarat-syarat untuk mendapatkan harta waris sudah terpenuhi serta sebab-sebabnya juga ada, belum tentu seorang ahli waris bisa mendapatkan warisan, karena mungkin masih ada yang menghalanginya. Hal itu menyebabkan bagiannya menjadi berkurang, atau bahkan bisa jadi, sama sekali tidak mendapatkan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/harta-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with harta warisan">harta warisan</a> tersebut. Penghalang, yang kita kenal dengan istilah <em>Al-Hajib</em>, ini ada dua.</p>
<p><strong>Pertama:</strong> Karena sifat, seperti: <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/budak" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with budak">budak</a>, pembunuh dan berbeda agama. Artinya, meskipun seseorang termasuk ahli <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> dari si mayit, tetapi karena <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> ini yang membunuh pewaris (yang mewariskan) tadi, <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> ini murtad, atau berstatus sebagai budak, tetapi orang tadi tidak berhak mendapatkan harta warisan.</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Terhalang dengan orang. Artinya, ahli waris-ahli waris tertentu menjadi terkurangi bagiannya atau tidak jadi mendapatkan harta warisan dikarenakan keberadaan ahli waris lain yang lebih berhak.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Silakan simak perincian berikut ini.</strong></p>
<p>Maksud dari perincian ini, jika salah satu dari ahli waris yang disebutkan sebagai <em>penghalang</em> itu ada, maka ahli waris yang tergolong <em>terhalang </em>menjadi tidak bisa mendapatkan warisan.</p>
<p><em><strong>Ahli waris laki-laki:</strong></em></p>
<p>1. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Cucu dari anak laki.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Anak laki-laki.</p>
<p>2. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Kakek.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Bapak; kakek yang lebih dekat.</p>
<p>3. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Saudara sekandung.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Anak laki-laki; cucu laki-laki dari anak laki-laki; bapak; kakek (menurut beberapa pendapat).</p>
<p>4. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Saudara seayah.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Anak laki-laki; cucu laki-laki dari anak laki-laki; bapak; kakek (menurut beberapa pendapat); saudara laki-laki (selanjutnya kami istilahkan dengan <em>saudara</em>) kandung; saudara perempuan kandung (selanjutnya kami istilahkan dengan <em>saudari</em>) jika menjadi <em>ashabah</em> dengan anak perempuan.</p>
<p>5. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Saudara seibu.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Anak laki atau perempuan; cucu laki atau perempuan dari anak laki-laki; bapak; kakek.</p>
<p>6. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Anak saudara kandung.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Anak laki-laki; cucu laki-laki dari anak laki-laki; bapak; kakek; sauadra kandung; saudara seayah, dan saudari kandung atau seayah jika menjadi ashabah.</p>
<p>7. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Anak saudara seayah.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Terhalang oleh penghalang dalam poin 6, ditambah anak saudara sekandung.</p>
<p>8. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Paman kandung.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Terhalang oleh penghalang dalam poin 7, ditambah anak saudara seayah.</p>
<p>9. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Paman seayah.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Terhalang oleh penghalang dalam poin 8, ditambah paman kandung.</p>
<p>10. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Anak paman kandung.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Terhalang oleh penghalang dalam poin 9, ditambah paman seayah.</p>
<p>11. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Anak paman seayah.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Terhalang oleh penghalang dalam poin 9, ditambah anak paman kandung.</p>
<p>12. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Pemilik yang membebaskan budak.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Semua ashabah nasabiyah.</p>
<p><strong><em>Ahli waris perempuan:</em></strong></p>
<p>1. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Cucu perempuan dari anak laki-laki.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Anak laki-laki; dua anak perempuan.</p>
<p>2. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Nenek.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Ibu.</p>
<p>3. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Saudari kandung.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Anak laki-laki; cucu laki-laki dari anak laki-laki; bapak; kakek.</p>
<p>4. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Saudari seayah.</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Anak laki-laki; cucu laki-laki dan anak laki-laki; bapak; kakek; saudara kandung; saudari kandung jika menjadi ashabah dengan anak perempuan; dua saudari kandung, apabila saudari seayah tidak memiliki saudara.</p>
<p>5. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: Saudari seibu .</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Anak laki-laki atau perempuan; cucu laki-laki atau perempuan dari anak laki-laki; bapak; kakek.</p>
<p>6. &#8211; Yang terhalangi/<em>mahjub</em>: <em>Mu’tiqah</em> (pembebas budak).</p>
<p>- Penghalang/<em>hajib</em>: Semua <em>ashabah nasabiyah</em>.</p>
<p>Demikian penjelasan secara singkat tentang penghalang (<em>Al-hajib</em>) yang menyebabkan ahli waris tidak bisa mendapatkan warisan. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Sumber: <em>Majalah As-Sunnah</em>, Edisi Khusus, Tahun IX, 1426 H/2005 M. (Dengan pengeditan oleh redaksi www.KonsultasiSyariah.com)</p>
<p>Artikel <a href="http://www.konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></p>

	<strong>Kata Kunci Terkait:</strong> <strong>haji</strong>, <strong>makalah tentang penyebab mendapat dan penghalang kewarisan</strong>, <strong>mendapat dan penghalang kewarisan</strong>, <strong>konsultasisyari&#039;ah</strong>, <strong>ahli waris yang tidak dapat menerima warisan</strong>, <strong>penghalang ahli waris</strong>, <strong>yang berhak menerima waris</strong>, <strong>beda agama</strong>, <strong>budak</strong>, <strong>anak</strong><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/penghalang-untuk-mendapatkan-warisan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Angkat atau Orang Tua Angkat?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/anak-angkat-orang-tua-angkat</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/anak-angkat-orang-tua-angkat#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Dec 2010 23:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[hukum mengambil anak tetap di orang tuanya]]></category>
		<category><![CDATA[isa]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[mengambil]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua angkat berhak menerima zakat]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan seputar hukum anak angkat]]></category>
		<category><![CDATA[saudara terdekat bukan karena hubungan darah tetapi karena hubungan aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab tentang anak angkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=3366</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Saya minta tolong dijelaskan tentang hukum orang tua angkat atau anak angkat. Apakah istilah ini dikenal dalam Islam? Jawaban: Islam memandang pengangkatan anak adalah suatu pemalsuan terhadap realita. Pemalsuan yang menyebabkan seseorang terasing dari lingkungan keluarganya. Dia dapat bergaul ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan: </strong></p>
<p>Saya minta tolong dijelaskan tentang <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/hukum" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hukum">hukum</a> orang tua angkat atau <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> angkat. Apakah istilah ini dikenal dalam Islam?<br />
<span id="more-3366"></span><br />
<strong>Jawaban:<br />
</strong><br />
Islam memandang pengangkatan anak adalah suatu pemalsuan terhadap realita. Pemalsuan yang menyebabkan seseorang terasing dari lingkungan keluarganya. Dia dapat bergaul bebas dengan perempuan keluarga baru itu dengan dalih sebagai <em>mahram</em>, padahal hakikatnya mereka itu sama sekali orang asing. Istri dari orang yang mengangkatnya sebagai anak angkat bukan ibunya sendiri, bagitu juga anak perempuannya bukan saudara perempuannya, dan lain sebagainya. Dia sendiri sebenarnya orang asing, bukan bagian dari keluarga itu.</p>
<p>Anak angkat ini tidak berhak menerima waris dari orang yang dianggap bapak angkatnya. Berbeda dengan persepsi sebagian orang yang menganggap dia berhak menerima waris dan bisa menghalangi keluarga dekat yang mestinya berhak menerima. Sehingga tidak sedikit keluarga yang merasa dengki terhadap pendatang baru di tengah keluarga mereka yang merampas hak milik mereka dan menghalangi mereka dari harta pusaka yang telah mereka nanti. Kedengkian ini sering memicu berbagai hal negatif, menyalakan api fitnah dan memutus hubungan kekeluargaan.</p>
<p>Kebiasaan mengingkari anak ini merupakan kebiasaan pada zaman <em>jahiliyah</em>. Kemudian al-Quran menghapus dan mengharamkannya. Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berfirman:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَمَاجَعَلَ أَدْعِيَآءَكُمْ أَبْنَآءَكُمْ ذَلِكُمْ قَوْلُكُم بِأَفْوَاهِكُمْ وَاللهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ . ادْعُوهُمْ لأَبَآئِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِندَ اللهِ فَإِن لَّمْ تَعْلَمُوا ءَابَآءَهُمْ فَإِخْوَانَكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَآ أَخْطَأْتُم بِهِ وَلَكِن مَّاتَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا</p>
<p>“<em>Dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar). Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu dan tidak ada dosa bagimu pada perbuatan khilafmu, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</em>” (QS. Al-Ahzab: 4-5).</p>
<p>Kalau seorang ayah sudah tidak diperbolehkan memungkiri nasab anak yang dilahirkan di tempat tidurnya, maka begitu juga dia tidak dibenarkan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/mengambil" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with mengambil">mengambil</a> anak yang bukan berasal dari keturunannya sendiri.</p>
<p>Orang-orang Arab di masa<em> jahiliah</em> dan begitu juga bangsa-bangsa lainnya, banyak yang menisbatkan orang lain ke nasabnya  sesuka hatinya dengan jalan mengambil anak angkat.</p>
<p>Cobalah kita merenung ungkapan al-Quran yang bersih ini, yaitu kalimat yang maknanya: “Dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri) yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja.”</p>
<p>Kalimat ini memberi pengertian, bahwa pengakuan anak angkat itu hanya omongan kosong, dan tidak dapat mengubah realita. Juga tidak dapat merubah status orang luar menjadi berstatus kerabat dan tidak pula anak angkat kemudian menjadi anak sendiri.</p>
<p>Islam telah menghapuskan seluruh pengaruh yang ditimbulkan oleh aturan ini, misalnya tentang <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">warisan</a> dan larangan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/nikah" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with nikah">nikah</a> dengan bekas isteri anak angkat.</p>
<p>Pengaruh dalam masalah warisan dihapus, karena tidak ada hubungan darah, perkawinan dan kerabat yang dibenarkan syariat. Oleh karena itu, al-Quran tidak menganggap hubungan ini tidak bernilai sama sekali dan tidak bisa menjadi penyebab mendapat warisan. Bahkan dalam al-Quran dinyatakan:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَأُوْلُوا اْلأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللهِ</p>
<p>“<em>Keluarga sebagian mereka lebih berhak terhadap sebagian, menurut kitabullah.</em>” (QS. Al-Anfal: 75)</p>
<p>kesimpulannya, anak angkat tetap berstatus seperti orang lain. Adopsi tidak merubah realita tersebut dan menjadikan anak tersebut bagian dari keluarga orang tua angkatnya.</p>
<p>Sumber: Majalah As-Sunnah No. 12/Thc. XIII Rabiul Awwal 1431 H/Maret 2010 M<br />
Artikel <a href="www.KonsultasiSyariah.com" target="_self">www.KonsultasiSyariah.com</a> dengan penataan bahasa seperlunya.</p>

	<strong>Kata Kunci Terkait:</strong> <strong>orang tua angkat berhak menerima zakat</strong>, <strong>mengambil</strong>, <strong>hukum</strong>, <strong>isa</strong>, <strong>konsultasisyari&#039;ah</strong>, <strong>anak</strong>, <strong>hukum mengambil anak tetap di orang tuanya</strong>, <strong>saudara terdekat bukan karena hubungan darah tetapi karena hubungan aqidah</strong>, <strong>pertanyaan seputar hukum anak angkat</strong>, <strong>tanya jawab tentang anak angkat</strong><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/anak-angkat-orang-tua-angkat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warisan Anak SeIbu</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/warisan-anak-seibu</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/warisan-anak-seibu#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 23:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adminC</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasisyari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[warisan untuk anak se ibu lain ayah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=2172</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Apakah anak laki-laki dari satu ibu lain ayah memiliki bagian warisan yang sama dengan anak laki-laki dari satu ibu dan satu ayah? Jawaban: Anak lelaki merupakan salah satu dari orang yang berhak mendapatkan harta warisan dari kedua orangtuanya setelah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apakah <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> laki-laki dari satu ibu lain ayah memiliki bagian <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">warisan</a> yang sama dengan anak laki-laki dari satu ibu dan satu ayah?</p>
<p><span id="more-2172"></span><br />
<strong><br />
Jawaban:</strong></p>
<p>Anak lelaki merupakan salah satu dari orang yang berhak mendapatkan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/harta-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with harta warisan">harta warisan</a> dari kedua orangtuanya setelah salah satu atau keduanya meninggal. Hal ini didasarkan kepada firman Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">يُوصِيكُمُ اللّهُ فِي أَوْلاَدِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأُنثَيَيْنِ فَإِن كُنَّ نِسَاء فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ وَإِن كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ وَلأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُ وَلَدٌ فَإِن لَّمْ يَكُن لَّهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلأُمِّهِ الثُّلُثُ فَإِن كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلأُمِّهِ السُّدُسُ مِن بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ آبَآؤُكُمْ وَأَبناؤُكُمْ لاَ تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعاً فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيما حَكِيماً</p>
<p><em>“Allah mensyariatkan padamu tentang (<a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian warisan">pembagian warisan</a> untuk) anak-anakmu. Yaitu, bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang lebih dari dua orang, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Adapun jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak. Jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/wasiat" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with wasiat">wasiat</a> yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orangtuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” </em>(Qs. An-Nisa`: 11)</p>
<p>Demikianlah Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> memberikan bagian kepada anak lelaki dari orang yang meninggal dunia. Tentang permasalahan anak lelaki tidak sekandung, baik seibu atau seayah saja, maka dalam warisan dilihat kepada siapa yang meninggal dan mewariskan.</p>
<p>Apabila sang ibu yang meninggal dunia dan dialah yang mewariskan harta waris, maka anak seibu dan sekandung statusnya sama, yaitu sama-sama anak lelaki dari ibu tersebut dan mendapatkan warisan yang sama. Apabila yang meninggal dunia dan mewariskan harta waris adalah sang ayah, maka anak lelaki satu ibu tidak mendapatkan warisan karena statusnya di sini sebagai anak tiri bapak (raba`ib). Raba`ib bukan termasuk ahli waris yang berhak mendapatkan warisan.</p>
<p>Mudah-mudan keterangan singkat ini dapat dipahami.</p>
<p>Dijawab oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.<br />
Dipublikasikan oleh: <a title="KonsultasiSyariah.Com" href="http://konsultasisyariah.com" target="_blank">KonsultasiSyariah.com</a></p>

	<strong>Kata Kunci Terkait:</strong> <strong>konsultasisyari&#039;ah</strong>, <strong>warisan untuk anak se ibu lain ayah</strong>, <strong>anak</strong><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/warisan-anak-seibu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembagian Warisan dari Harta Sebanyak Rp 4.500.000</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/pembagian-warisan-dari-harta-sebanyak-rp-4-500-000</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/pembagian-warisan-dari-harta-sebanyak-rp-4-500-000#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 02:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adminC</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bagaimana]]></category>
		<category><![CDATA[isa]]></category>
		<category><![CDATA[pembagian warisan anak laki laki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=1271</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Afwan Ustadz, ana mau bertanya tentang warisan. Ada seorang laki-laki meninggal. Dia meninggalkan seorang istri, dua akan laki-laki, dan satu anak perempuan. Tarikahnya (harta peninggalannya) sebesar Rp 4.500.000 bagaimana pembagiannya? 08522998xxxxJawaban: Dari pertanyaan di atas dapat kami pahami bahwa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:<br />
</strong><br />
Afwan Ustadz, ana mau bertanya tentang <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with warisan">warisan</a>. Ada seorang laki-laki meninggal. Dia meninggalkan seorang istri, dua akan laki-laki, dan satu <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> perempuan. Tarikahnya (harta peninggalannya) sebesar Rp 4.500.000 <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/bagaimana" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with bagaimana">bagaimana</a> pembagiannya?</p>
<p><strong>08522998xxxx</strong><strong><span id="more-1271"></span>Jawaban:</strong></p>
<p>Dari pertanyaan di atas dapat kami pahami bahwa ahli waris yang masih hidup ialah satu istri, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan.</p>
<p>Dalam permasalahan seperti ini, <em>ash-hâbul-furudh</em> hanya satu, yaitu istri yang bagiannya 1/8, karena sang suami yang meninggal memiliki anak. Adapun anak-anak si mayit adalah <em>ashabah</em>. Karena <em>ash-hâbul-furûdh</em> hanya satu maka penyebutnya langsung menjadi <em>ashlul-mas`alah</em>, yaitu 8.</p>
<p>Dari sini, sang istri mendapatkan 1/8 dari 8, yaitu 1 bagian, dan sisanya sebanyak 7 bagian untuk tiga anak. Dengan pembagian, bagian anak perempuan separuh dari bagian anak laki-laki atau bagian satu anak laki-laki sama dengan dua kali bagian satu anak perempuan.</p>
<p>Oleh karena itu, sisa yang 7 bagian harus dibagi menjadi 5 (dua anak laki-laki dianggap 4, ditambah 1 bagian perempuan). Padahal jika 7 dibagi 5, hasilnya akan berupa pecahan yang agak menyusahkan dalam pembagian. Sehingga untuk mempermudah maka 5 dikalikan dengan <em>aslul-mas’alah</em>, yaitu 8 sehingga hasilnya menjadi 40.</p>
<p>Dengan demikian, si istri mendapatkan 1/8 dari 40, yaitu 5 bagian. Sisanya yang 35 bagian dibagikan kepada anak-anaknya dan cara membaginya sebagaimana telah disebutkan di atas, sehingga satu anak perempuan mendapatkan 7, dan anak laki-laki, masing-masing mendapatkan 14 bagian.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan bagan di bawah ini:</p>
<table style="height: 100px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="488">
<tbody>
<tr>
<td width="125" valign="top">Bagian</td>
<td width="139" valign="top">Ahli      Waris</td>
<td width="144" valign="top"><em> Ashlul-Mas`alah</em>= 8</td>
<td width="144" valign="top"><em> Ashlul-Mas`alah</em>= 40</td>
</tr>
<tr>
<td width="125" valign="top">1/8 (ada      anak)</td>
<td width="139" valign="top">Istri</td>
<td width="144" valign="top">1</td>
<td width="144" valign="top">5</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="3" width="125"><em>Ashabah </em></td>
<td rowspan="3" width="139" valign="top">Anak      laki-laki</p>
<p>Anak      laki-laki</p>
<p>Anak      perempuan</td>
<td rowspan="3" width="144">7</td>
<td width="144" valign="top">14</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">14</td>
</tr>
<tr>
<td width="144" valign="top">7</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Maka, masing-masing mendapatkan bagian sebagai berikut:</p>
<p>-    Istri: 5/40 x Rp 4,500,000.00= Rp 562,500,00<br />
-    Anak laki-laki, masing-masing mendapatkan: 14/40 x Rp 4,500,000.00= Rp 1,575,000.00<br />
-    Anak perempuan mendapatkan: 7/40 x Rp 4,500,000.00= Rp 787,500.00</p>
<p>Demikian jawaban kami. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan kepada kita dalam mengamalkan <em>syari&#8217;at-Nya.</em></p>
<p>Sumber: bukhari.or.id<em><br />
</em></p>

	<strong>Kata Kunci Terkait:</strong> <strong>pembagian warisan anak laki laki</strong>, <strong>isa</strong>, <strong>anak</strong>, <strong>bagaimana</strong><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/pembagian-warisan-dari-harta-sebanyak-rp-4-500-000/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah Pembagian Warisan Saya?</title>
		<link>http://konsultasisyariah.com/benarkah-pembagian-warisan-saya</link>
		<comments>http://konsultasisyariah.com/benarkah-pembagian-warisan-saya#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 00:54:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adminC</dc:creator>
				<category><![CDATA[FIKIH]]></category>
		<category><![CDATA[Waris]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa waris;ibu tiri]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasisyariah.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh, Pak ustadz ana ada ada sedikit masalah dengan waris mohon bantuan penjelasannya. Ayah saya sudah meninggal dgn meninggalkan rumah tetapi bukan hak milik hanya hak guna pakai, dan ayah meninggalkan 1 orang istri (ibu tiri) serta seorang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,</em><br />
Pak ustadz ana ada ada sedikit masalah dengan waris mohon bantuan penjelasannya. Ayah saya sudah meninggal dgn meninggalkan rumah tetapi bukan hak milik hanya hak guna pakai, dan ayah meninggalkan 1 orang istri (ibu tiri) serta seorang <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> laki (adik tiri bukan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a> dari ayah saya), saya mempunyai kakak laki (ALM dan meninggalkan 2 orang <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/anak-2" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anak">anak</a>).</p>
<p><span id="more-35"> </span></p>
<p>Yang jadi masalah adalah pada saat rumah itu mau dijual bagiamana pembagian hasil penjualan itu, apakah rumah itu juga termasuk waris karena bukan hak milik? Rumah itu sudah terjual karena keterpaksaan ibu tiri saya memaksa utk menjualnya, dan akhirnya saya beli karena amanat ayah saya rumah ini tidak boleh dijual. Saya membayar ibu tiri saya setelah saya potong dgn waris ibu saya, saya kasih 1/3 dari harga rumah, lantas kakak ipar saya/ibu dari alm kakak saya minta bagian, berapa bagiannya dan apakah tindakan saya sudah benar? Tolong penjelasannya saya tunggu. Terimakasih atas segala sesuatunya. <em>Jazakallohu khoir. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.</em></p>
<p><strong>Jawaban Ustadz:</strong></p>
<p>Sebelumnya kami mohon <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/maaf" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with maaf">maaf</a> atas keterlambatan jawaban ini. Saya akan menjawab pertanyaan Bapak dalam 2 bagian:</p>
<p>Pertama, berkenaan dengan penjualan rumah peninggalan ayah Bapak yang bukan hak milik adalah sesuatu yang boleh saja, sebab sepengetahuan saya pembedaan antara hak milik dengan hak guna pakai adalah: kalau Hak Milik, rumah dan tanah milik sendiri, sedangkan Hak Guna Pakai adalah rumah milik sendiri dan ada IMB-nya sedangkan tanah yang dibangun di atasnya adalah bukan milik sendiri alias sewa, maka dalam hal ini Bapak berhak untuk menjualnya karena milik sendiri rumah tersebut</p>
<p>Kedua, berkenaan dengan <a href="http://konsultasisyariah.com/tag/pembagian-warisan" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pembagian warisan">pembagian warisan</a> ini adalah tidak benar. Sebab yang didapatkan seorang istri adalah 1/8 jika yang meninggal (ayah Bapak) memiliki anak, sedangkan anaknya ada 2 yaitu Bapak Jhono dan kakak Bapak yang telah meninggal, maka statusnya adalah <em>ashabah</em> (sisa) dan dari hasil pembagian. Sedangkan kakak Bapak sudah meninggal maka warisannya jatuh kepada ahli warisnya yaitu istri dan anaknya. Misalnya rumah laku 100 juta maka dibagi 1/8 dahulu bagi ibu (12,5 juta), baru sisanya dibagi rata antara Bapak dan ahli waris kakak Bapak. <em>Wallahu a’lam</em>.</p>
<p>***</p>
<p>Penanya: Jhono<br />
Dijawab Oleh: Ustadz Jundi Abdullah, Lc.<br />
<em>(Pengajar Islamic Centre Ibnu Baz, Yogyakarta)</em><br />
Sumber: muslim.or.id<em><br />
</em></p>

	<strong>Kata Kunci Terkait:</strong> <strong>fatwa waris;ibu tiri</strong>, <strong>maaf</strong>, <strong>anak</strong><br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasisyariah.com/benarkah-pembagian-warisan-saya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 38/163 queries in 0.061 seconds using disk: basic
Object Caching 11105/11355 objects using disk: basic
Content Delivery Network via cdn.konsultasisyariah.com

Served from: konsultasisyariah.com @ 2012-02-08 11:06:33 -->
