Istri Ribut dengan Keluarga Suami

2491

Istri Ribut dengan Keluarga Suami

Pertanyaan:
Aku menikah dengan putri pamanku sejak 4 bulan yang lalu dan kami tinggal di rumah keluargaku. Suatu hari terjadi salah paham antara istriku dan keluargaku. Maka dia pun pergi ke rumah ayahnya dan menuntut tinggal di rumah tersendiri untuk menjauhi permasalahan, atau kami tinggal saja di rumah ayahnya dengan syarat hubunganku dengan keluargaku tidak boleh terputus sama sekali dan aku boleh menanyakan kabar mereka. Ketika itu kusampaikan kepada keluargaku, mereka pun menolak dan terus mendesak agar aku tinggal bersama mereka. Apakah aku berdosa bila menentang desakan mereka, dan aku tinggal bersama istriku di salah satu bagian rumah ayahnya?

Jawaban:
Permasalahan ini banyak terjadi antara keluarga laki-laki dan istrinya. Yang seharusnya dilakukan dalam kondisi seperti ini oleh laki-laki tersebut adalah mencoba mengharmoniskan kembali antara istrinya dan keluarganya, mengakrabkan mereka kembali sebisa mungkin, dan menegur siapa saja di antara mereka yang zalim dan melampaui batas terhadap hak saudaranya. Itu dilakukan dengan cara yang elegan dan lembut, hingga tercapai keakraban dan kesatuan. Sebab kesatuan dan keakraban, keduanya adalah kebaikan. Bila belum tercapai ishlah dan kecocokan, maka dia tidak berdosa bila tinggal di rumah tersendiri. Bahkan, hal tersebut terkadang lebih baik dan bermanfaat untuk semua, sampai lenyap apa yang ada di hati satu pihak terhadap pihak yang lain. Dalam kondisi ini, dia tidak dikatakan memutus hubungan dengna mereka, tetapi justru menyambungnya.

Amat baik jika rumah yang dia tempati bersama istrinya letaknya dekat dengan rumah keluarganya, sehingga mudah untuk kembali dan menghubungi mereka. Bila dia telah melaksanakan apa yang wajib dia lakukan terhadap keluarga dan istrinya, dan dia sudah tinggal di rumah tersendiri bersama istrinya, maka baru dia mencari alasan untuk menenangkan semua pihak. Hal ini lebih baik dan lebih tepat.
Syaikh Ibnu Utsaimin, Fatawa Islamiyyah.

Sumber: Setiap Problem Suami-Istri Ada Solusinya, Solusi atas 500 Problem Istri dan 300 Problem Suami oleh Sekelompok Ulama: Syaikhul Islam Ibn Taimiyah, Syaikh bin Baz, Syaikh Muhammad bin Ibrahim, Syaikh Abdullah bin Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jibrin dll, Mitra Pustaka, 2008

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Materi terkait hak dan kewajiban istri:

1. Jika Istri Sering Mengutuk Anak dan Memukulinya.
2. Istri Seorang Perokok.
3. Menolak Permintaan Suami.
4. Kadar Nafkah Istri.
5. Calon Suami Belum Bekerja.
6. Menggauli Istri yang Berzina.
7. Suami Malas Shalat.
8. Jika Istri Memaki-maki Suami.