Nyeri Pada Perut

3551

Nyeri Pada Perut

Pertanyaan:

Dok, saya ingin bertanya tentang perihal sakit yang saya derita ini. Sudah hampir seminggu ini perut bagian kanan saya terasa sakit/nyeri bila saya sedang tertawa atau sedang menguap. Menurut beberapa kawan saya, itu gejala penyakit usus buntu, apa benar? Saya ingin saran dokter.

Terima kasih sebelumnya.

Dari: Pulylinitha

Jawaban:
Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih atas pertanyaan yang diajukan. Semoga sedikit penjelasan berikut dapat membantu mengurangi kecemasan Saudara/i.

Gejala nyeri perut kanan bawah tanpa disertai gejala lain seperti demam, mual, muntah, penurunan nafsu makan, terlebih jika nyeri dirasakan hilang timbul, dan sulit ditunjuk lokasi nyeri yang jelas meski sudah dirasakan berhari-hari, sepengetahuan kami, kecil kemungkinannya menandakan adanya peradangan pada usus buntu. Nyeri pada peradangan usus buntu umumnya memiliki ciri nyeri yang awalnya tidak dapat ditunjukkan lokasinya, akan tetapi dalam beberapa jam setelahnya, nyeri menjadi semakin terlokalisir dan tajam akibat iritasi pada selaput organ dalam daerah perut (peritonitis).

Karena keterbatasan data dan banyaknya kemungkinan penyebab nyeri pada daerah perut, kami mohon maaf tidak dapat membantu untuk mengetahui penyebab nyeri secara detail. Namun secara umum, nyeri pada bagian perut dibagi menjadi 3:

– Nyeri viseral, disebabkan peregangan saraf disekitar organ dalam bagian perut, sifat nyeri biasanya mirip kram atau kolik (nyeri periodik yang cukup berat), lokasi tidak dapat dipastikan, nyeri hilang-timbul. Contoh: radang usus buntu tahap awal, batu saluran kemih.

– Nyeri somatik, disebabkan rangsangan nyeri pada serabut saraf di selaput organ dalam perut (peritonium) yang menempel pada dinding perut, sifat nyerinya lebih tajam, bisa menusuk, lokasi nyeri dapat diperkirakan, dan nyeri dirasakan lebih konstan. Contoh: Usus buntu yang pecah dan mengiritasi peritoneum.

– Nyeri alih, penjalaran nyeri pada lokasi yang berbeda dari organ asal nyeri. Sifatnya cenderung lebih ringan daripada nyeri somatik. Contoh: nyeri kolik pada ureter, saluran pengubung ginjal dengan kandung kemih, dapat dirasakan di daerah selangkangan.

Terkadang, cedera pada otot perut, misalnya akibat olahraga berat, atau terbentur sesuatu, dapat menyebabkan nyeri pada otot perut tersebut, yang dapat diperberat jika tekanan udara dalam perut meningkat, seperti saat tertawa atau batuk.

Saran kami, jika nyeri masih dirasakan mengganggu namun intensitasnya ringan sampai sedang, cobalah menggunakan obat-obatan antinyeri seperti golongan asetaminofen atau sejenisnya. Jika tidak dirasakan perbaikan yang berarti, bahkan nyeri bertambah, ada baiknya diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab nyeri dengan lebih pasti.
Allahu Ta’ala a’lam.

Wassalaamu’alaIkum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr.Hafidz N. (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

SHARE
Previous articleMasa Subur Wanita
Next articleBerdzikir atau Membaca Alquran Ketika Junub
dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.