Haid Tidak Normal dan Keluar Cairan Putih

13323

Haid Tidak Normal dan Keluar Cairan Putih

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh dr Hafidz

Dokter, saya seorang muslimah berumur 21 tahun. Saya mulai menstruasi sekitar menginjak umur 17 tahun. Sejak pertama haid hingga sekarang siklus haid saya tidak teratur, kadang satu bulan sekali dan pernah 3 bulan sekali baru haid. Dan selama lepas dari SMA sekitar umur 19 tahun, kewanitaan saya mengeluarkan cairan putih seperti keputihan, tapi tidak berbau dan tidak gatal, kadang kental kadang cair, itu terjadi sering namun tidak sebanyak seperti darah haid, yang sering terjadi ketika bangun tidur pagi hari. Dan kadang pernah awal haid atau akhir haid cairan darah berwarna coklat.

Dok, saya sungguh khawatir dengan masa depan saya bersama suami saya kelak. Saya takut tidak bisa memiliki keturunan. Dan saya juga takut apa ada masalah serius dengan bagian kewanitaan saya, padahal selama ini saya terbilang cukup bersih dalam menjaga diri saya.
Dan selama ini saya belum pernah memeriksakan, karena saya takut.

Mohon bimbingannya Dok, jazakumullahu khairan atas jawabannya.

Dari: Lia

Jawaban:
Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas pertanyaan yang Saudari ajukan, semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kesabaran dan kemudahan bagi Saudari dan kaum muslimin seluruhnya.

Dari riwayat yang Saudari sampaikan, ada 2 keluhan utama yang kami catat:

  1. Haid yang tidak teratur.
  2. Cairan putih yang keluar dari kewanitaan.

Berikut sedikit penjelasan dari kami terkait Haid Tidak Normal dan Keluar Cairan Putih:

Pertama, Kondisi haid yang tidak teratur cukup lazim dialami seorang wanita pada awal haidnya, meskipun ada pula sebagian kecil yang terus mengalaminya hingga beberapa waktu lamanya. Haid yang tidak teratur dapat dipengaruhi oleh berbagai sebab, misalnya kelebihan atau kekurangan berat badan yang cukup signifikan, aktivitas fisik yang sangat melelahkan seperti atlet olahraga, konsumsi obat tertentu, stres emosional, penyakit kronis, atau gangguan pada sistem reproduksi wanita itu sendiri; baik dari pusat hormon di otak, kelenjar anak ginjal, indung telur, maupun rahimnya.

Biasanya sebelum memikirkan adanya gangguan pada sistem reproduksi, para dokter akan berusaha menyingkirkan semua kemungkinan lain seperti di atas. Jika misalnya gangguan haid itu terjadi pada seorang wanita dengan kelebihan atau kekurangan berat badan, maka langkah awal yang harus ditempuhnya adalah berusaha mencapai berat badan yang ideal. Begitu juga masalah stres dan penyakit lainnya harus disembuhkan terlebih dulu, barulah menentukan kondisi sistem reproduksi. Meski demikian, haid tidak teratur bukan berarti tidak subur atau tidak bisa memiliki keturunan. Wanita dengan siklus haid tidak teratur pun insya Allah dapat memiliki keturunan, sepanjang terjadi ovulasi. Untuk itu, kami sarankan Saudari :

– Mencatat dengan seksama perubahan jadwal haid Saudari dan durasinya, kemudian melihat manakah yang dominan, siklus 1 bulanan atau yang lainnya.

– Memperhatikan apakah ada kondisi seperti kegemukan atau penyebab lainnya selain gangguan sistem reproduksi yang kami sebutkan di atas. Jika ada, maka hendaknya dilakukan perbaikan atau pengobatan pada kondisi tersebut terlebih dulu, kemudian melihat kembali jadwal haid.

Kedua, mengenai cairan putih. Perlu dibedakan dengan lebih seksama, keputihan dengan cairan putih atau bening. Sebab istilah keputihan biasanya merujuk pada gejala penyakit. Keputihan akibat penyakit, seperti infeksi jamur atau bakteri biasanya memang memiliki tanda gatal, kemerahan, nyeri, rasa terbakar saat berkemih, nyeri di daerah bawah pusar atau perut, dan bau yang tidak sedap, kadang disertai darah. Namun ada juga yang dapat menyebabkan cairan bening seperti air, misalnya pada infeksi chlamydia, atau infeksi bakteri yang justru diakibatkan terlalu agresif saat menggunakan pembersih kewanitaan  (douching).

Meski demikian, kondisi ini juga dapat terjadi pada wanita dengan kesehatan yang normal. Saran kami, periksalah dengan seksama, adakah tanda kelainan di atas yang Saudari derita. Jika tidak didapatkan keluhan apapun kecuali cairan tersebut, kemungkinan besar memang tidak ada gangguan kesehatan. Jika Saudari masih khawatir, lebih baik diperiksakan sejak awal, demi mengetahui kondisi kesehatan yang sesungguhnya. Berkonsultasi dengan ahli kesehatan yang amanah insya Allah justru dapat membantu Saudari memahami dan mengenali tanda dan gejala penyakit jika ada sedari dini, untuk kemudian ditanggulangi.

Adapun darah berwarna kecoklatan di awal maupun akhir haid, sepengetahuan kami, selama tidak disertai dengan jumlah darah yang meningkat melebihi normal, atau nyeri diluar kebiasaan pada waktu haid tersebut, masih merupakan varian normal warna darah haid.
Demikian, semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaIkum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr Hafidz N. (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

SHARE
Previous articleMengganti Nadzar
Next articleGempa Bumi
dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.