Penyebab Mimisan dan Cara Menanggulanginya

1647
menyambut ramadhan

Mengobati Mimisan

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum

Gimana kabar pak Dokter? Sehatkan Dokter. Kalo dokternya sakit, repot nanti yang mau konsultasi.

Gini Dok, jika ada laki-laki remaja 25 tahun, suka mengalami mimisan, penyebabnya apa? Apa ada penyakit tertentu yang dampaknya mimisan? Terus cara yang tepat untuk penanggulangan mimisan bagaimana?

Terima kasih

Dari: Abdullah

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, kami dalam keadaan sehat, terima kasih atas perhatian dan pertanyaan yang Saudara ajukan. Semoga demikian pula keadaan Saudara dan keluarga.

Mimisan, atau istilah medisnya epistaksis, pada asalnya merupakan kondisi ringan yang diakibatkan erosi atau pecahnya jalinan pembuluh darah di bagian dalam selaput lendir hidung. Mimisan paling sering disebabkan oleh keringnya selaput lendir hidung sehingga pembuluh darah menjadi rapuh dan dapat pecah oleh sedikit saja benturan atau gosokan.

Keringnya selaput lendir biasa terjadi pada kondisi udara yang kering. Seringnya mengorek-ngorek bagian dalam hidung, misalnya pada anak kecil, dan bersin atau mengeluarkan udara melalui hidung terlalu keras juga dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah hidung dan terjadilah mimisan.

Beberapa penyakit yang juga dapat menyebabkan mimisan, di antaranya:

– Infeksi

– Peradangan hidung baik disebabkan oleh alergi maupun non-alergi.

– Hipertensi

– Penggunaan obat-obatan atau zat yang berdampak mengencerkan darah, seperti aspirin, warfarin, suplemen ginkgo biloba, dan lain sebagainya.

– Konsumsi alkohol, terlebih dalam jumlah banyak.

– Penyebab yang lebih jarang terjadi adalah kelainan pembekuan darah (biasanya diwariskan dalam keluarga) dan tumor di daerah hidung.

Mimisan yang terjadi tanpa adanya penyakit atau konsumsi obat-obatan pengencer darah umumnya dapat diatasi di rumah secara mandiri. Beberapa langkahnya antara lain:

1. Jepit seluruh bagian hidung yang lembek (tulang rawan) menggunakan ibu jari dan jari telunjuk.

2. Tekan dengan kuat bagian hidung yang dijepit tersebut kearah wajah (tulang wajah dibawah hidung).

3. Duduk dengan posisi sedikit condong ke depan dengan kepala sedikit menunduk ke depan. Bersandar atau mendongak dapat menyebabkan darah mengalir ke dalam rongga sinus kepala dan tenggorokan, sehingga dapat menyebabkan tersedak atau masuknya darah ke dalam sistem pernafasan.

4. Tahanlah posisi hidung dalam keadaan demikian selama minimal 5 menit. Lepaskan untuk melihat apakah darah sudah berhenti mengalir, dan ulangi kembali jika diperlukan sampai perdarahan berhenti.

Mengusahakan agar bagian dalam hidung tetap lembab, menghindari mengorek atau melukai bagian dalam hidung, menghentikan pemakaian obat pengencer darah, merupakan beberapa langkah pencegahan untuk epistaksis yang berulang.

Mimisan harus segera diperiksakan ke dokter jika:

1. Perdarahan tidak dapat dihentikan dengan tindakan di atas.

2. Jika perdarahan terjadi dengan cepat atau volume darah yang keluar banyak.

3. Jika penderita merasa lemah atau pingsan, kemungkinan akibat hilangnya darah yang signifikan.

4. Jika mimisan berhubungan dengan demam atau sakit kepala.

Semoga ada manfaatnya

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)