Cara Shalat Ibu Menyusui

0
1780
hukum-hukum wanita menyusui

Cara Shalat Ibu Menyusui

Pertanyaan:

buku panduan puasa ramadhan yufid store

Assalamu’alaikum Ustadz.

Saya ingin bertanya, bagaimana kemudahan shalat bagi ibu yang sedang menyusui, kebetulan istri saya baru melahirkan, dan usia bayi kami baru dua bulan.

Saat sendirian Istri saya sering kewalahan jika tiba waktu sholat. Anak kami susah/tidak mau di tinggal atau lepas dari gendongan.

Jika ditinggal/ditaruh dia nangis marah, sedang kalau mau digendong, anak kami belum stabil untuk digendong karena masih 2 bulan. Jadi kadang istri saya dengan berat hati membiarkannya menangis untuk sholat. Saya sendiri sedang bekerja.

Apakah ada kemudahan untuk shalatnya istri saya.

Terima kasih

Dari: Hadi

Jawaban:

Wa’alaikumussalam

Contoh yang bisa ditiru dalam masalah ini adalah praktik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat dengan mengajak Umamah. Umamah adalah cucu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari putri beliau, yang bernama Zainab. Ketika itu, Umamah masih bayi. Ayahnya Umamah bernama Abul ‘Ash bin Rabi’ah bin Abdus Syams.

Sahabat Abu Qatadah al-Anshari menceritakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلِأَبِي العَاصِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا، وَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat dengan menggendong Umamah bintu Zainab bintu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari suaminya Abul ‘Ash bin Rabi’ah bin Abdus Syams. Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sujud, beliau letakkan Umamah dan jika beliau berdiri, beliau gendong Umamah. (HR. Bukhari 516, Muslim 543, dan yang lainnya).

Anda bisa sediakan tempat yang aman untuk bayi ketika ditinggal sujud, di dekat tempat shalat. Jika berdiri digendong lagi. Kami nasihatkan, hendaknya sang ibu tetap bersabar ketika mendengar tangisan bayinya pada saat shalat, dan tetap berusaha menjaga tumakninah dan tidak buru-buru. Selagi tangisannya tidak berlebihan.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)


umroh sesuai sunnah

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY