Doa ketika Menguap

9244

Dalil Doa Menguap

Pertanyaan:

Assalamua’alaikum.

Ustadz apakah mengucapakan ta’awuz ketika menguap ada dalilnya? Apa saja sunahnya ketika menguap?

Dari: Jon

Jawaban:

Wa’alaikumussalam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du,

Pertanyaan semacam ini pernah disampaikan kepada Syaikh Sulaiman bin Abdillah al-Majid, seorang hakim di Riyadh. Jawaban yang beliau sampaikan,

“Yang disyariatkan ketika seseorang menguap adalah menahan mulutnya dan menutupnya dengan rapat semampunya. Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

التثاؤب من الشيطان فإذا تثاءب أحدكم فليكظم ما استطاع

Menguap itu dari setan. Karena itu, jika kalian menguap hendaknya dia tahan semampunya.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lain,

التثاؤب في الصلاة من الشيطان فإذا تثاءب أحدكم فليكظم ما استطاع

Menguap ketika shalat itu dari setan. Apabila kalian menguap, tahanlah semampunya.” (HR. Turmudzi dan dia menilai hadis hasan shahih, sanadnya sesuai syarat shahih Muslim).

Dalam riwayat yang lain,

إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب فإذا تثاءب أحدكم فليرده ما استطاع ولا يقل ها ها فإنما ذلكم الشيطان يضحك منه

Sesunguhnya Allah mencintai bersin dan membenci menguap. Apabila kalian menguap hendaknya ditahan semampunya, dan jangan sampai mengeluarkan suara haah.. haah.., karena dengan itu setan akan tertawa.” (HR. Abu Daud dengan sanad sesuai syarat Bukhari dan Muslim).

Selanjutnya Syaikh Sulaiman al-Majid menegaskan,

ولا نعلم في السنة ذكراً أو دعاء يقال عند التثاؤب، وأما ما اشتهر عند بعض العلماء وكثير من الناس من مشروعة الاستعاذة عن التثاؤب استدلالا من قوله تعالى : “وإما ينزغنك من الشيطان نزغ فاستعذ بالله ” والنبي صلى الله عليه وسلم أخبر أن التثاؤب من الشيطان ، فهذا استدلال في غير محله

“Dan kami tidak mengetahui adanya sunah yang mengajarkan dzikir atau doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika menguap. Adapun yang banyak tersebar menurut sebagian ulama dan kebanyakan masyarakat, bahwa ketika menguap dianjurkan untuk membaca ta’awudz, berdalil dengan firman Allah, yang artinya: ‘Apabila setan mengganggumu maka mintalah perlindungan kepada Allah.’ Sementara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut bahwa menguap itu dari setan. Pendalilan semacam ini, tidak pada tempatnya.

Beliau menyebutkan alasan,

، فإن الذي أخبر بأن التثاؤب من الشيطان لم يشرع لنا إلا الكظم ووضع اليد على الفم . ولو كانت الاستعاذة مشروعة لذكرها عليه الصلاة والسلام . والله أعلم.

“Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengabarkan kepada kita bahwa menguap itu dari setan, beliau tidak mengajarkan kepada kita (untuk membaca ta’awudz), selain perintah untuk menahan dan meletakkan tangan di mulut. Sehingga, andaikan ta’awudz (ketika menguap) disyariatkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menyebutkannya.”

Allahu a’lam

Sumber: http://www.salmajed.com/fatwa/findnum.php?arno=7279

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)