Wanita Wajib Mandi Besar ketika Hari Jum’at?

3180
gambar wanita mandi wajib

Mandi Wajib Hari Jum’at Bagi Wanita

Tanya:

Apakah wanita juga diwajibkan mandi setiap hari jumat? Meskipun dia tidak jumatan.

Nuwun.

Dari: N.A Yogya

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertama, para ulama menegaskan, siapapun mukmin yang hendak menghadiri jumatan, baik lelaki maupun wanita, dia disyariatkan untuk mandi jum’at. Kesimpulan ini berdasarkan hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الجُمُعَةَ، فَلْيَغْتَسِلْ

”Apabila kalian hendak jumatan, mandilah (terlebih dahulu).” (HR. Bukhari 877, Muslim 844, dan yang lainnya).

Hadis di atas juga dikuatkan oleh riwayat Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya,

مَنْ أَتَى الْجُمُعَةَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ فَلْيَغْتَسِلْ , وَمَنْ لَمْ يَأْتِهَا فَلَيْسَ عَلَيْهِ غُسْلٌ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ

”Siapa yang menghadiri jumatan, lelaki maupun wanita, maka hekdaknya dia mandi, dan siapa yang tidak mendatanginnya, maka tidak ada kewajiban mandi baginya, baik lelaki maupun wanita.” (Shahih Ibnu Khuzaimah 1752, al-Baihaqi dalam al-Kubro dan sanadnya dinilai shahih oleh al-A’dzami)

An-Nawawi mengatakan,

والجمهور يسن لكل من أراد حضور الجمعة سواء الرجل والمرأة والصبي والمسافر والعبد وغيرهم لظاهر حديث ابن عمر ولأن المراد النظافة وهم في هذا سواء

Mayoritas ulama berpendapat, dianjurkan bagi orang yang hendak menghadiri jumatan, baik lelaki, perempuan, anak-anak, musafir, budak, maupun yang lainnya. Berdasarkan kandungan hadis Ibnu Umar. Disamping itu, tujuan utama mandi adalah untuk kebersihan. Dan status mereka semua sama. (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 4/533).

Kedua, Dari keterangan di atas, kita mendapat kesimpulan bahwa setiap orang yang hendak menghadiri jumatan, dia disyariatkan mandi jumat. Kemudian berbeda pendapat apakah wanita yang tidak menghadiri jumatan juga dianjurkan untuk mandi pada hari jumat?

Terdapat sebuah hadis dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الغُسْلُ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

”Mandi hari jumat hukumnya wajib bagi setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari 858 dan Muslim 846).

Hadis ini maknanya umum, setiap orang yang baligh, dia disyariatkan mandi pada hari jumat. Baik lelaki maupun wanita. An-Nawawi dalam al-Majmu’ menyebutkan 4 pendapat ulama tentang hukum mandi jumat. Salah satu yang beliau sampaikan,

(والرابع ): يسن لكل أحد سواء من حضرها وغيره، لأنه كيوم العيد, وهو مشهود ممن حكاه المتولي وغيره

”Pendapat keempat, dianjurkan bagi setiap orang (untuk mandi jumat), baik yang hendak menghadiri jumatan maupun tidak. Karena hari jumat sebagaimana hari raya. Pendapat ini dipilih oleh beberapa ulama yang telah disebutkan oleh al-Mutawalli dan yang lainnya.”

Pendapat ini merupakan pendapat kedua dalam madzhab syafiiyah. Al-Iraqi (w. 806 H) mengatakan,

والوجه الثاني لأصحابنا أنه يستحب لكل أحد سواء حضر الجمعة أم لا كالعيد وهو مذهب الحنفية … ومذهب أهل الظاهر وجوب الاغتسال ذلك اليوم على كل مكلف مطلقا لأنهم يرونه لليوم.

Pendapat kedua dalam madzhab kami (syafiiyah), bahwa dianjurkan untuk mandi jumat bagi semua orang, baik dia hendak menghadiri jumatan atau tidak, sebagaimana ketika hari raya. Dan ini pendapat Hanafiyah. … kemudian dzahiriyah berpendapat, wajib mandi jumat bagi setiap mukallaf (muslim baligh) seluruhnya. Karena mereka menganggap, kewajiban mandi ini terkait hari jumatnya. (Tharhu at-Tatsrib, 4/50).

Tarjih:

Pendapat yang lebih kuat – allahu a’lam – adalah pendapat mayoritas ulama, bahwa mandi jumat hanya disyariatkan bagi mereka yang hendak mendatangi jumatan. Dan semua hadis tentang mandi pada hari jumat, dipahami bahwa itu terkait dengan jumatan. Kesimpulan ini berdasarkan hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Siapa yang menghadiri jumatan, lelaki maupun wanita, maka hekdaknya dia mandi, dan siapa yang tidak mendatanginnya, maka tidak ada kewajiban mandi baginya.”

Al-Hafidz al-Iraqi menjelaskan,

مفهوم قوله: من جاء منكم الجمعة فليغتسل. أنه لا يستحب الغسل لمن لم يحضرها وقد ورد التصريح بهذا المفهوم في رواية البيهقي المتقدمة في الفائدة قبلها من حديث ابن عمر: ومن لم يأتها فليس عليه غسل من الرجال والنساء. وإسناده صحيح وهذا أصح الوجهين عند الشافعية وهو مذهب مالك وأحمد

Kandungan dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ”Siapa yang menghadiri jumatan, hendaknya dia mandi..” menunjukkan bahwa tidak dianjurkan untuk mandi bagi orang yang tidak menghadiri jumatan. Makna semacam ini telah ditegaskan dalam riwayat Baihaqi yang telah disebutkan, dari hadis Ibnu Umar, ”siapa yang tidak mendatanginnya, maka tidak ada kewajiban mandi baginya, baik lelaki maupun wanita.” sanadnya shahih. Dan ini merupakan pendapat yang kuat diantara ulama Syafiiyah, dan merupakan pendapat Imam Malik & Imam Ahmad. (Tharhu at-Tatsrib, 4/50).

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur