Al-Quran Bergambar Caleg

1540
gambar caleg

Al-Quran Bersampul Gambar Tokoh Caleg

Ada caleg yang membagi-bagi al-Quran. Tapi di sampul al-Quran itu ada foto calegnya. Dia memang seorang muslim. Yg aku tanyakan, bgmn hukum semacam ini?

Nuwun.

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Dalam islam, kita dianjurkan untuk saling memberi hadiah. Karena ini akan menghilangkan kebencian terhadap sesama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

تَهَادَوْا فَإِنَّ الهَدِيَّةَ تُذْهِبُ وَحَرَ الصَّدْرِ، وَلَا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ شِقَّ فِرْسِنِ شَاةٍ

“Hendaknya kalian saling memberi hadiah, karena hadiah dapat menghilangkan kebencian yang ada dalam dada. Janganlah seorang wanita meremehkan arti suatu hadiah yang ia berikan kepada tetangganya, walau hanya berupa kikil (kaki) kambing.” (HR. Turmudzi 2130).

Hadis ini menggambarkan fungsi hadiah yang diajarkan dalam Islam. Bahwa anjuran saling memberi hadiah itu bertujuan mempererat hubungan kasih sayang dan mengikis segala bentuk jurang pemisah antara duapemberi dan penerima hadiah.

Dengan mencermati hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa konsep memberi hadiah yang diajarkan dalam islam, benar-benar karena latar belakang sosial, tanpa ada kepentingan komersial sedikitpun. Makna inilah yang secara tegas dinyatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadisnya tentang fungsi hadiah yang benar-benar hadiah,

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

“Hendaknya kalian saling bertukar hadiah agar kalian saling mencintai.” (Bukhari dalam kitab Adab Mufrad, no. 463)

Memahami hal ini, kita akan menemukan banyak kejanggalan dari hadiah yang diberikan para caleg. Karena latar belakang mereka memberikan hadiah, bukan dalam mewujudkan kasih sayang, namun karena ada kepentingan. Terbukti, mereka hanya memberikan hadiah, di saat butuh dukungan. Dan apa yang mereka berikan, pasti disertai dengan atribut partai atau pribadinya. Bisa anda bayangkan jika ternyata caleg ini kalah dalam pemilu. Dia akan bersedih, tidak lagi menampakkan wajah optimis, bahkan bisa jadi dia akan balik membenci masyarakatnya.

Oleh karena itu, hadiah yang diberikan para caleg, apapun bentuknya, sejatinya bukan hadiah, tapi lebih dekat dengan ‘suap’. Dia memberikan sejumlah harta kepada masyarakat, dalam rangka menyuap mereka agar bersedia memilihnya ketika pemilu.

Mereka memberi, karena niat untuk mendapatkan imbalan yang lebih besar, yaitu dukungan masyarakat agar memilihnya. Semangat memberi yang salah ini, telah Allah ingatkan dalam al-Quran,

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

“Janganlah engkau berbuat baik, untuk mendapatkan imbalan yang lebih besar.” (QS. Al-Mudatsir: 6)

Hadiah al-Quran

Hadiah al-Quran sejatinya merupakan ajakan kepada penerima untuk rajin membacanya. Dan membaca al-Quran termasuk ibadah yang memiliki nilai pahala luar biasa. Karena setiap huruf, diberi ganjaran 10 pahala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

Siapa yang membaca satu huruf dari al-Quran, maka dia mendapatkan pahala huruf yang dia baca. Dan satu pahala dilipatkan 10 kali. (HR. Turmudzi 2910, dan dishahihkan al-Albani).

Andai caleg yang memberikan hadiah al-Quran ini ikhlas ketika memberikannya, bukan untuk tendensi pemilu, bukan pula untuk menarik simpati masyarakat agar mendukungnnya, tidak menyertakan atribut pribadi maupun partainya, dan diniatkan murni agar mereka rajin membacanya, tentu mereka akan mendapatkan pahala yang luar biasa.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial
  • Keterangan lebih lengkap: Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur