Sejuta Keutamaan Ilmu Agama [Buletin Jum’at Edisi 17 – Free Download]

4293
keutamaan menuntut ilmu syari

Sejuta Keutamaan Ilmu Agama

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Bekal utama menuju akhirat adalah amal sholeh yang kita lakukan. Kaidah penting yang perlu untuk selalu kita hadirkan ketika beramal adalah memahami apa yang akan kita amalkan. Atau dengan ungkapan lebih ringkas, ’Ilmu sebelum beramal’. Prinsip semacam ini sejatinya telah Allah ajarkan dalam al-Quran, dalam firman-Nya,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

“Ketauhilah, sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan mintalah ampun atas dosa-dosamu.” (QS. Muhammad: 16).

Pada ayat di atas, Allah memerintahkan kita untuk mengetahui ‘Ketahuilah’ terlebih dahulu, sebelum perintah mengikrarkan laa ilaaha illallah, dan istighfar. Karena itu, Imam Bukhari memahami ayat ini sebagai dalil bahwa ilmu harus didahulukan sebelum ucapan dan amal. Karena orang tidak mungkin bisa beramal dengan benar, atau mengucapkan kalimat yang benar, tanpa ilmu. Dalam kitab shahihnya, beliau mengatakan,

العِلْمُ قَبْلَ القَوْلِ وَالعَمَلِ

Ilmu dulu sebelum ucapan dan amal perbuatan. (Shahih Bukhari, 1/24).

Kemuliaan Ilmu dalam al-Qur’an

Terdapat banyak sekali dalil tentang kemuliaan ilmu yang Allah sebutkan dalam al-Quran. Yang menunjukkan bagaimana pujian Allah terhadap ilmu. Hingga Ibnul Qoyim mengatakan,

كل صفة مدح الله بها العبد في القرآن فهي ثمرة العلم ونتيجته وكل ذم ذمه فهو ثمرة الجهل ونتيجته

Semua sifat yang Allah gunakan untuk memuji seorang hamba dalam al-Quran, itu disebabkan buah dari ilmu dan pengaruh ilmu. Dan semua celaan yang Allah gunakan untuk mencela seorang hamba, itu disebabkan buah dari kebodohan dan pengaruh kebodohan itu. (Miftah Dar as-Sa’adah, 1/115).

Berikut beberapa ayat yang menunjukkan keutamaan besar ilmu,

Pertama, firman Allah ta’ala,

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imraan: 18)

Persaksian terbesar di alam ini adalah persaksian tentang keEsaan Allah. Dalam ayat di atas, satu-satunya kelompok manusia yang Allah cantumkan untuk persaksian ke-Esa-anNya adalah orang yang berilmu. Lebih dari itu, dalam ayat di atas, Allah menyandingkan persaksian para ulama dengan persaksian diri-Nya dan para malaikat-Nya.

Kedua, firman Allah ta’ala,

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Katakanlah (wahai Muhammad): ”Tambahkanlah ilmu untukku.” (QS. Thaaha: 114)

Satu-satunya doa permohonan tambahan yang Allah perintahkan dalam al-Quran adalah doa memohon tambahan ilmu. Dan perintah ini Allah tujukan kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini menunjukkan betapa manusia sangat membutuhkan ilmu, sehingga sang Nabi-pun diperintahkan untuk memohon agar diberi tambahan ilmu.

Ketiga, ketika menjelaskan keutamaan ilmu serta keagungan, Allah berfirman :

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Katakanlah, apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.” (QS. Az-Zumar: 9).

Tentu semua akan menjawab, jelas beda. Dalam ilmu bahasa, pernyataan di atas sering disebut istifham inkari, pertanyaan namun maksudnya untuk mengingkari. Sehingga makna ayat bahwa Tidaklah sama antara orang yang berilmu, tahu kebenaran dan kebatilan, dengan orang yang jahil, yang buta akan kebenaran dan kebatilan.

Keempat, Allah berfirman,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah diantara para hamba-Nya adalah para ulama’.” (QS. Faathir: 28)

Karena manusia yang paling mengenal Allah adalah orang yang memiliki ilmu agama. Sehingga merekalah manusia yang paling takut kepada Allah. Wajar, jika para ulama disebut dengan ahlul khosyah, orang yang sangat takut kepada Allah.

Dan masih banyak lagi keutamaan ilmu yang ada dalam al-Quran. Semoga empat ayat yang kita sebutkan, bisa mewakili.

Keutamaan Ilmu dalam al-Hadits

Untuk menyebutkan dalil keutamaan ilmu dalam hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangatlah mudah. Karena saking banyaknya sabda beliau yang memotivasi umatnya untuk belajar agama.

Silahkan download gratis Buletin Jumat Konsultasi Syariah ini secara lengkap di:

Sejuta Keutamaan Ilmu Agama [Buletin Jum’at Edisi 17 – Free Download]

#BuletinJumat
#DownloadGratis