Mengganti Niat Puasa Syawal ke Qadha

4547

Mengubah Niat Puasa Sunah Jadi Qadha 

Assalamualaikum ustadz,

Saya sudah melakukan beberapa hari niat puasa syawal tapi belum mengqadha puasa ramadhan, kemudian salah seorang teman baru memberitahu bahwa seharusnya mengqadha terlebih dahulu kemudian bisa melakukan puasa syawal, bagaimana dengan puasa yg sudah saya lakukan, apakah bisa dianggap qadha puasa? Bagaimana jika beberapa hari berikutnya saya mengganti niat dgn qadha puasa? Terima kasih
Wassalamualaikum

Angela

Jawab:

Wa alaikumus salam wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Salah satu aturan niat untuk puasa wajib, niat ini harus sudah ada sejak sebelum subuh.

Dari Hafshah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa yang belum berniat puasa di malam hari (sebelum subuh) maka puasanya batal.” (HR. Nasa’i 2343, ad-Daruquthni 2236 dan dishahihkan al-Albani)

Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ، فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa yang belum berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud 2456 dan yang lainnya).

Hadis ini berlaku untuk puasa wajib, termasuk puasa qadha.

An-Nawawi mengatakan,

لا يصح صوم رمضان ولا القضاء ولا الكفارة ولا صوم فدية الحج وغيرها من الصوم الواجب بنية من النهار ، بلا خلاف

Tidak sah melakukan puasa ramadhan, puasa qadha, puasa kaffarah, maupun puasa tebusan ketika haji, atau puasa wajib lainnya, jika niatnya di siang hari, dengan sepakat ulama. (al-Majmu’, 6/294).

Berdasarkan hadis ini, tidak mungkin bagi orang yang tengah puasa sunah, lalu dia mengubah niatnya menjadi puasa qadha. Apalagi puasa sunah itu telah dikerjakan beberapa hari yang lalu.

Dalam Fatwa Islam dinyatakan,

لا يصح تغيير نية صيام التطوع الذي فُرغ منه ليصبح قضاء عن أيام رمضان التي أفطرتيها ؛ لأن صيام القضاء لا بد فيه من تبييت النية من الليل

Tidak sah mengubah niat puasa sunah yang telah dikerjakan, agar menjadi puasa qadha ramadhan. Karena puasa qadha, niatnya harus dilakukan sejak malam hari. (Fatwa Islam, no. 192428).

Bagaimana Nasib Puasa yang Telah Dikerjakan?

Orang yang mengubah niat setelah selesai beramal, sama sekali tidak mempengaruhi keabsahan amal.

As-Suyuthi mengatakan,

نوى قطع الصلاة بعد الفراغ منها لم تبطل بالإجماع ، وكذا سائر العبادات

Jika ada orang yang berniat untuk membatalkan shalat yang telah dia kerjakan, maka shalatnya tidak batal berdasarkan sepakat ulama. Demikian pula untuk semua ibadah. (al-Asybah wa an-Nadzair, hlm. 38).

Untuk itu, puasa anda tetap sah. Meskipun tidak mendapatkan keutamaan puasa syawal. Anda berhak mendapat pahala puasa mutlak.

Selanjutnya, anda bisa puasa qadha hingga selesai, dan disambung dengan puasa 6 hari di bulan syawal.

Semoga Allah memberi kemudahan bagi kita untuk melakukan amal soleh.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial