Hukum Imam Tarawih Shalat dengan Membaca Mushaf

2233
jubah akhwat murah

Pertanyaan:

Saya melihat ketika bulan Ramadhan di Mansharim – ini adalah untuk pertama kalinya saya shalat Tarawih di Manthiqah Ha’il – ketika itu imam memegang mushaf dan membacanya, kemudian dia meletakkan di sampingnya dan mengulang-ulang hal itu hingga selesai shalat Tarawih, sebagaimana yang dia lakukan pula ketika shalat malam di sepuluh terakhir Ramadhan. Pemandangan ini mengherankan saya, karena kebiasaan itu tersebar di hampir seluruh masjid-masjid di Ha’il, padahal aku tidak pernah mendapatkannya di Madinah Al-Munawarah misalnya, ketika saya shalat tahun yang lalu sebelum ini. Yang menjadi ganjalan saya, apakah amal tersebut pernah dikerjakan pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Jika tidak, berarti termasuk bid’ah yang diadakan yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun di antara sahabat maupun tabi’in. Lagi pula, bukankah lebih utama membaca surat pendek yang dihafal imam daripada membaca dengan melihat mushaf dengan target supaya dapt mengkhatamkan bersamaan dengan habisnya bulan, karena imam membaca setiap harinya satu juz? Jika perbuatan tersebut diperbolehkan, manakah dalil dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Jawaban:

Tidak mengapa seorang imam membaca dengan melihat mushaf pada saat shalat Tarawih, agar para makmum kedapatan pernah mendengar seluruh (ayat) al-Quran. Dalil-dalil syar’i dari al-Kitab dan as-Sunnah telah menunjukkan disyariatkannya membaca al-Quran ketika shalat, hal ini berlaku umum baik membaca dengan melihat mushaf ataupun dengan hafalan. Telah disebutkan pula dari Aisyah radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau memerintahkan budaknya Dzakwan untuk mengimaminya ketika shalat tarawih, ketika itu Dzakwan membaca dengan melihat mushaf. Riwayat ini disebutkan oleh al-Bukhari di dalam Shahih-nya secara mu’allaq dan beliau memastikan.

Sumber: Fatawa Syaikh Bin Baaz Jilid 1, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
Dipublikasikan oleh www.KonsultasiSyariah.com