Apa itu Haikal Sulaiman?

5834
haikal sulaiman

Haikal Sulaiman

Apa itu haikal Sulaiman? Bikin orang penasaran.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Haikal Sulaiman, haikal dalam bahasa Ibrani artinya baitul ilah (Baitullah). Berdasarkan riwayat dari Yahudi, bahwa Nabi Daud ‘alaihis salam adalah orang yang pertama kali berencana membangun Haekal. Namun beliau wafat sebelum rencana itu terlaksana. Kemudian rencana itu dilanjutkan oleh putranya, Sulaiman ‘alaihis salam. Beliau membangun Haekal di atas gunung Muria, yang lebih dikenal dengan Piramida Suci. Tempat ini di atas masjidil aqsha, dan masjid kubah batu.

Haekal ini sangat diagungkan orang yahudi. Mereka anggap itu tempat ibadah yang mulia. Dan Sulaiman membangun tempat ini untuk mereka dan keturunan mereka.

(Fatwa Islam, no. 230200)

Dalam Ensiklopedi tentang Inggris, terbitan tahun 1926 M (teks berbahasa arab)

أن اليهود يتطلعون إلى اجتماع الشعب اليهودي في فلسطين واستعادة الدولة اليهودية وإعادة بناء الهيكل وإقامة عرش داود في القدس ثانية وعليه أمير من نسل داود

Bahwa Yahudi berencana mengumpulkan semua masyarakat Yahudi di Palestina, dan menyiapkan pembangunan negara yahudi, serta membangun kembali Haekal, mengembalikan singgasana Daud di kota Quds kedua, dan harus ada penguasa dari keturunan Daud.

Sejarah Haekal Tidak Pasti?

Kita belum bisa memastikan keberadaan Haekal, apakah itu benar-benar ada ataukah hanya konspirasi sejarah yang dibangun Yahudi untuk memotivasi masyarakatnya agar bisa menjajah Palestina. Artinya, tidak kita benarkan dan juga tidak kita ingkari. Karena berita ahli kitab, ada kemungkinan benar dan ada kemungkinan dusta.

Karena itulah, dalam hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Orang ahli kitab membaca Taurat dengan bahasa ibrani dan menafsirkannya dengan bahasa Arab kepada kaum muslimin.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تصدقوا أهل الكتاب ولا تكذبوهم، وقولوا: آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ

“Janganlah kalian membenarkan ahli kitab dan jangan pula mendustakannya, namun ucapkan: Kami beriman dengan kitab yang diturunkan kepada kami (alquran) dan kitab yang diturunkan kepada kalian.” (HR. Bukhari, 4485)

Dan sebenarnya kita – sebagai umat islam – tidak memiliki banyak kepentingan dengan keberadaan Haekal ini. Percaya maupun tidak percaya dengan keberadaannya, tidak membuat kita lebih beriman. Sehingga bisa jadi akan sia-sia waktu kita, ketika info semacam ini  harus kita cari dengan mendalam.

Jika informasi tentang keberadaan Haekal itu benar, islam tidak pernah menolaknya. Karena islam tidak pernah menolak realita.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK