Shalat di Belakang Orang Syiah

8689
syiah dan sunni sholat sendiri-sendiri
Dalam muhtamar di Teheran, syiah dan sufi shalat sendiri-sendiri
menyambut ramadhan

Shalat di Belakang Orang Syiah

Bagaimana hukum shalat di belakang orang syiah?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sengketa suni syiah bukan lagi sengketa masalah fiqhiyah. Sebagaimana perbedaan yang terjadi antar-empat madzhab dalam islam. Perbedaan antara suni dan syiah adalah perbedaan ideologi.

Anda bisa lihat perbedaan suni syiah di beberapa artikel berikut: Perbedaan Antara Sunni dan Syiah

dan sambungannya ada di artikel, Perbedaaan Antara Sunni dan Syiah Bagian-2

Dan syiah yang ada di Iran adalah syiah itsna ‘asyariyah – penganut paham bahwa akan ada 12 Imam ahlul bait yang akan memimpin mereka. Syiah ini yang paling besar saat ini, dan kesesatannya jauh lebih ekstrim dibandingkan syiah Zaidiyah di Yaman.

Dan identitas yang melekat pada syiah yang tidak pernah lepas adalah kesyirikan. Syirik ideologi dan syirik praktek amal.

Untuk menunjukkan tingkat ideologi syiah di Indonesia, anda bisa simak video berikut:

Aqidah mereka tentang al-Quran, bisa anda simak di: Al-Quran Versi Syiah Mushaf Fatimah

Sementara syiriknya syiah dari sisi amal, videonya terlalu banyak, tak terhitung. Intinya, bid’ah orang syiah sampai pada taraf  menyebabkan mereka keluar dari islam (bid’ah mukaffirah).

Karena itu, memprihatinkan jika sampai ada muslim yang shalat menjadi makmum di belakang orang syiah.

Dalam salah satu Fatwa Lajnah Daimah dinyatakan,

الصلاة خلف المبتدع بدعة مكفرة غير صحيحة، وذلك كمن يستغيث بغير الله، أو يدعو غيره، أو يذبح لغير الله، أو يعتقد نقصان القرآن، أو يطعن في عرض أم المؤمنين عائشة رضي الله عنها أو يغلو في علي رضي الله عنه أو غيره من أهل البيت، ويدعوهم من دون الله، أو يسب الصحابة رضي الله عنهم

Shalat di belakang ahli bid’ah yang bid’ahnya mukaffirah, statusnya tidak sah. Seperti orang istighatsah kepada selain Allah, berdoa kepada selain Allah, menyembelih untuk selain Allah, atau meyakini bahwa ada yang kurang dalam al-Quran, menghina kehormatan ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, mengkultuskan Ali radhiyallahu ‘anhu dan ahli bait lainnya. menggantungkan doa kepada mereka, dan mencela para sahabat. (Fatwa Lajnah Daimah, no. 19479).

Demikian, Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK