Hukum Makan Upil

544
hukum makan upil
google images

Makan Upil

Apakah upil najis? Bagaimana hukum makan upil?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Upil dan ipil serta kotoran hidung lainnya tidak najis. Terdapat banyak keterangan para ulama dalam masalah ini. Diantaranya,

[1] Pernyataan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

Beliau pernah menyamakan status mani sebagaimana ingus. Artinya keduanya tidak najis.

Dari Ibnu Abbas,

قال في المَنِيِّ يصيب الثوب: “إنما هو بمنزلة النخامة والبزاق أَمِطْه عنك بإذخرة

Beliau menjelaskan tentang mani yang mengenai pakaian, “Itu seperti ingut dan ludah. Kamu bisa hilangkan dengan idzkhir (sejenis rumput).” (HR. ad-Daruquthni dalam Sunannya no. 2 dan dishahihkan al-Albani).

Dalam Mukhtashar Khalil, ketika penulis menyebutkan benda-benda suci, beliau menyatakan,

والحي ودمعه وعرقه ولعابه ومخاطه…

Binatang halal yang hidup, air matanya, keringatnya, liurnya, ingusnnya… (Mukhtashar Khalil, hlm. 16).

Suci Tapi Kotoran Menjijikkan

Meskipun suci, tapi ingus itu kotoran menjijikkan.

وهو ما يخرج من أنفه. نعم هما من المستقذرات؛ وعليه، فلا تؤثر ملامسة ذلك كثيرًا كان أو قليلاً

Itulah kotoran yang keluar dari hidung. Betul keduanya kotoran (tapi tidak najis, pent.). Karena itu, tidak masalah menyentuhnya, sedikit maupun banyak.

Karena itulah, para ulama melarang memakannya.

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,

حرمة تناول المخاط: نص الشافعية على حرمة تناول المخاط، قالوا: إن المخاط وإن كان طاهرًا إلا أنه مستقذر، ويحرم تناول الإنسان له؛ لاستقذاره، لا لنجاسته

Haram mengkonsumsi upil. Syafiiyah menegaskan haramnya mengkonsumsi upil. Mereka mengatakan, ‘Upil itu, meskipun suci, namun dia kotor. Dan haram dikonsumsi manusia, karena status kotornya bukan najisnya.’ (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 36/258)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK