Doa dan bacaan ketika Thawaf

Doa Ketika Thawaf

Saya hendak umrah tadz, apa doa dan dzikir ketika thawaf? Suwun

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kami tidak menjumpai adanya dalil yang menyebutkan doa dan dzikir khusus ketika thawaf selain di 3 tempat,

[1] Ketika melewati hajar aswad, beliau membaca takbir, “Allahu akbar” atau membaca, “Bismillahi wallahu akbar…

Nafi – menantunya Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma – bercerita,

كَانَ ابْنُ عُمَرَ رضي الله عنهما يَدْخُلُ مَكَّةَ ضُحًى، فَيَأْتِي الْبَيْتَ فَيَسْتَلِمُ الْحَجَرَ، وَيَقُولُ: بِسْمِ اللهِ، وَاللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ يَرْمُلُ ثَلَاثَةَ أَطْوَافٍ، يَمْشِي مَا بَيْنَ الرُّكْنَيْنِ، فَإِذَا أَتَى عَلَى الْحَجَرِ اسْتَلَمَهُ، وَكَبَّرَ أَرْبَعَةَ أَطْوَافٍ مَشْيًا

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma masuk Mekah ketika waktu dhuha, lalu beliau mendatangi ka’bah, dan menyentuh Hajar Aswad, sambil mengucapkan, “Bismillah, wallahu akbar.” Kemudian beliau lari-lari kecil 3 kali putaran, dan jalan antara rukun Yamani dengan rukun Hajar Aswad. Setelah sampai di Hajar Aswad, beliau menyentuhnya dan bertakbir, lalu keliling 4 thawaf sambil berjalan.

Ibnu Umar mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal ini.

(HR. Ahmad 4628 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

[2] Membaca  doa sapu jagad, antara rukun Yamani dan rukun Hajar Aswad

Dari Sahabat Abdullah bin Saib radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ مَا بَيْنَ الرُّكْنَيْنِ (رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ)

Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa sapu jagad,

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

antara rukun Yamani dengan rukun Hajar Aswad. (HR. Abu Daud 1894 dan dihasankan al-Albani).

[3] Seusai thawaf, ketika menuju tempat shalat di belakang maqam Ibrahim

Sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu bercerita pengalaman haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

حَتَّى إِذَا أَتَيْنَا الْبَيْتَ مَعَهُ اسْتَلَمَ الرُّكْنَ فَرَمَلَ ثَلاَثًا وَمَشَى أَرْبَعًا ثُمَّ نَفَذَ إِلَى مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – فَقَرَأَ (وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى) فَجَعَلَ الْمَقَامَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ

Hingga ketika kami tiba di ka’bah bersama beliau, beliau menyentuh rukun Hajar Aswad, lalu lari kecil 3 kali putaran, dan berjalan 4 kali putaran. Lalu beiau menuju maqam Ibrahim sambil membaca,

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Dan beliau memposisikan maqam di depan beliau, antara beliau dan ka’bah. (HR. Muslim 3009)

Selain itu, tidak kami jumpai dalil yang menyebutkan bacaan atau doa khusus ketika thawaf. Yang diaanjurkan adalah memperbanyak berdoa, berdzikir apapun.

Ibnu Qudamah mengatakan,

ويستحب الدعاء في الطواف , والإكثار من ذكر الله تعالى ; لأن ذلك مستحب في جميع الأحوال , ففي حال تلبسه بهذه العبادة أولى ، ويستحب أن يَدَعَ الحديثَ [الكلام] , إلا ذكرَ الله تعالى , أو قراءةَ القرآن , أو أمرا بمعروف , أو نهيا عن منكر , أو ما لا بد منه

Dianjurkan memperbanyak doa ketika thawaf, dan berdzikir menyebut nama Allah. karena doa dan dzikir dianjurkan dalam semua keadaan, sehingga ketika sedang thawaf, lebih ditekankan. Dan dianjurkan untuk tidak bicara, selain dzikrullah, atau membaca al-Quran, atau amar makruf, nahi munkar, atau mengucapkan sesuatu yang harus. (al-Mughni, 3/187)

Syaikhul Islam mengatakan,

وليس فيه – يعني الطواف – ذكر محدود عن النبي صلى الله عليه وسلم ، لا بأمره ، ولا بقوله ، ولا بتعليمه ، بل يدعو فيه بسائر الأدعية الشرعية ، وما يذكره كثير من الناس من دعاء معين تحت الميزاب ، ونحو ذلك فلا أصل له ، وكان النبي صلى الله عليه وسلم يختم طوافه بين الركنين بقوله : ( ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار ) ، كما كان يختم سائر دعائه بذلك ، وليس في ذلك ذكر واجب باتفاق الأئمة

Tidak ada dzikir khusus dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika thawaf. Baik diperintahkan, dipraktekkan, maupun diajarkan. Beliau berdoa dalam thawaf dengan membaca doa-doa yang disyariatkan. Sementara kumpulan doa yang disebutkan banyak orang, tidak ada dasarnya. Sementar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhiri doanya antara rukun Yamani dengan rukun Hajar Aswad dengan mengucapkan, “Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil akhirati hasanah….” Sebagaimana beliau mengakhiri doa-doa beliau dengan doa sapu jagad. Dan semua dzikir itu tidak wajib dengan sepakat ulama.

(Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam, 26/122)

Karena itu, thawaf tidak diam… tidak hanya melihat pemandangan di sekitar, tapi berdoa, dengan doa apapun… anda bisa berdoa dengan bahasa arab, bahasa Indonesia, dan yang terbaik, doa-doa dalam al-Quran maupun doa dalam hadis. Selain itu, perbanyak membaca dzikir…

Demikian, Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK