Orang Tua Tak Merestui, Karena Masih Ada Hubungan Keluarga

2546

From: Tirza <ucHie.yocXXX@ymail.com>

Pertanyaan:

Ustadz yang saya hormati, saya adalah anak pertama dari ketiga bersaudara. saya menjalin hubungan dengan seorang pria selama 5 tahun . Tetapi restu dari orang tua saya tidak kunjung saya dapatkan, alasannya karena masih ada hubungan saudara . Tetapi saya menengok di Hukum islam tentang mahrom itu tidak bermasalah .

Silsilahnya sebagai berikut Ustadz :
* Kakak [ Laki-Laki ] dari ibu saya menikah dengan Adik [ Perempuan ] dari ibu pria pilihan saya .

* Adik [ Laki-Laki ] dari ibu saya menikah dengan adik [ perempuan ] dari  ayah pria pilihan saya

Ibu saya meyakini jika saya meneruskan hubungan dengan pria pilihan saya, maka salah satu dari orang tua kami [ saya dan pria pilihan saya ] akan meninggal, alasan itu tidak bisa saya terima karena saya yakin jodoh, rejeki dan maut itu ALLAH yang menentukan . Saya dan pria pilihan saya sudah cocok Ustadz, kita selalu bekerja sama dalam memecahkan masalah  apapun sewaktu berhubungan . Saya melakukan sholat istikharah, memohon petunjuk sama ALLAH dan yang datang di mimpi saya adalah pria tersebut . Saya sangat yakin Ustadz dengan pilihan saya, namun kada ada perasaan takut . Karena ibu saya pernah berucap kalau saya meneruskan hubungan dengan pria tersebut apalagi sampai menikah, itu sama saja saya membunuh orang tua saya 🙁 . Saya sangat sedih mendengar ibu saya berkata demikian. Selain ibu saya, kakak dari ibu saya juga menentang sekali hubungan saya dengan pria pilihan saya . Sekarang saya hanya bisa bersabar, berusaha dan terus memohon pertolongan kepada ALLAH . mohon bimbingannya Ustadz, terimakasih .

Jawaban:

Bismillah.
Anda berada di pihak yang benar. Untuk selanjutnya, anda bisa meminta bantuan kepada tokoh agama yang disegani oleh keluarga. Agar bisa memberikan penjelasan dari apa yang anda sampaikan. Pernikahan Fatimah putri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pernikahan dari kerabat yang sangat dekat. Dimana Ali merupakan sepupu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun demikian, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memilihkan jodoh untuk putrinya dari sepupunya sendiri. Dan beliau tidak menganggap hal ini sebagai bentuk pembunuhan terhadap beliau. Mungkin kisah ini bisa menjadi alasan untuk memotivasi ibu anda.

Kami sarankan, agar hubungan anda dengan pria yang anda harapkan bisa menjadi suami anda, dijaga semaksimal mungkin. Dalam arti, jangan melakukan tindakan yang dilarang syariat, Apalagi sampai pacaran, karena ini akan semakin memperparah keadaan anda dan keluarga. Banyak berdoa kepada Allah. Dan semoga Allah memudahkan langkah anda. Amin.
Wallahu a’lam

Dijawab oleh Dewan Pembina Konsultasi Syariah
Artikel www.konsultasisyariah.com