Sholat

Bolehkah Muazin Sekaligus Menjadi Imam?

Pertanyaan:

Bolehkah yang azan di suatu masjid adalah sang imam tetap masjid tersebut? Atau bolehkah seorang muazin kemudian sekaligus menjadi imam shalat karena tidak ada orang lain yang layak? 

Jawaban:

Alhamdulillah, ash-shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa man walah, amma ba’du,

Dibolehkan seorang muazin kemudian juga sekaligus menjadi imam shalat berjama’ah. Atau sebaliknya, seorang imam tetap, boleh mengumandangkan azan selain ia juga mengimami shalat. Ulama sepakat akan kebolehan hal ini.

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan :

أجمع المسلمون على جواز كون المؤذن إماماً واستحبابه، قال صاحب الحاوي: في كل واحد من الأذان والإمامة فضل

“Ulama kaum Muslimin sepakat tentang bolehnya seorang imam menjadi muazin, bahkan ini dianjurkan. Penulis kitab Al Hawi mengatakan: masing-masing pada perbuatan azan dan menjadi imam memiliki keutamaan tersendiri” (Al-Majmu’, 3/80).

Al-Hathab rahimahullah juga mengatakan:

وَمَنْ اسْتَأْجَرَ رَجُلًا عَلَى أَنْ يُؤَذِّنَ لَهُمْ وَيُقِيمَ وَيُصَلِّي بِهِمْ جَازَ وَكَانَ الْأَجْرُ إنَّمَا وَقَعَ عَلَى الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ وَالْقِيَامِ بِالْمَسْجِدِ لَا عَلَى الصَّلَاةِ

“Siapa saja yang menyewa seseorang untuk mengumandangkan azan, sekaligus untuk iqamah, dan juga mengimami shalat, hal ini dibolehkan. Sehingga seolah upah yang didapatkan itu atas azan, iqamah, dan memimpin shalat di masjid, bukan karena shalatnya” (Mawahib Al-Jalil Syarah Mukhtashar Al-Khalil, 1/455).

Terutama jika tidak ada orang lain yang lebih pandai dalam membaca Al-Qur’an selain sang muazin, maka dialah yang lebih berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Dari Abu Mas’ud Uqbah bin ‘Amr radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

يَؤُمُّ القومَ أقرؤُهم لكتابِ اللهِ . فإن كانوا في القراءةِ سواءً . فأعلمُهم بالسُّنَّةِ . فإن كانوا في السُّنَّةِ سواءً . فأقدمُهم هجرةً . فإن كانوا في الهجرةِ سواءً ، فأقدمُهم سِلْمًا . ولا يَؤُمنَّ الرجلُ الرجلَ في سلطانِه . ولا يقعدُ في بيتِه على تَكرِمتِه إلا بإذنِه

“Hendaknya yang mengimami suatu kaum adalah orang yang paling baik bacaan Al-Qur’annya. Jika mereka semua sama dalam masalah bacaan Qur’an, maka hendaknya yang paling paham terhadap Sunnah Nabi. Jika kepahaman mereka tentang Sunnah Nabi sama, maka yang paling pertama hijrah (mengenal sunnah). Jika mereka semua sama dalam hijrah, maka yang paling dahulu masuk Islam. Janganlah seorang maju menjadi imam shalat di tempat kekuasaan orang lain, dan janganlah duduk di rumah orang lain di kursi khusus milik orang tersebut, kecuali diizinkan olehnya” (HR. Muslim no. 673).

Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah dalam salah satu fatwanya menjelaskan:

يجوز أن يتولى الأذان والإمامة واحد ، فإذا كان المؤذن أقرأ من غيره صلى بمن حضره إماماً ، وكذا إذا غاب الإمام الراتب وأنابه ، كما يجوز أن يتعين بوظيفة الإمام الراتب

“Dibolehkan jika azan tugas menjadi imam dilakukan oleh orang yang sama. Jika memang sang muazin adalah orang yang paling bagus bacaan Al-Qur’annya daripada orang-orang yang hadir. Demikian juga ketika imam tetap sedang tidak hadir atau ia meminta digantikan oleh sang muazin. Demikian juga, dibolehkan jika sang muazin memang ditugaskan sekaligus menjadi imam tetap” (Fatawa Al-Islamiyah, 1/252).

Wallahu a’lam, semoga Allah ta’ala memberi taufik.

Walhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi washahbihi ajma’in.

Dijawab oleh Ustadz Yulian Purnama, S.Kom. 

***

URUNAN MEMBUAT VIDEO DAKWAH YUFID.TV

Yufid.TV membuka kesempatan untukmu, berupa amal jariyah menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Kami namakan “Gerakan Urunan Membuat Video Yufid.TV”. Anda dapat menyumbang dalam jumlah berapa pun untuk membuat video Yufid.TV, Yufid Kids, dan Yufid EDU. Anda boleh sumbangan Rp 5.000,- atau kurang itu. Semoga ini menjadi tabungan amal jariyahmu, menjadi peninggalan yang pahalanya tetap mengalir kepadamu di dunia dan ketika kamu sudah di alam kubur.

Anda dapat kirimkan sumbangan urunanmu ke:

BANK SYARIAH INDONESIA 
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451 (tidak perlu konfirmasi, karena rekening di atas khusus untuk donasi)

PayPal: [email protected]

Mari kita renungkan Surat Yasin Ayat ke-12 ini:

إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ

Artinya: 

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan KAMI MENULISKAN APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN DAN BEKAS-BEKAS YANG MEREKA TINGGALKAN. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Apa bekas-bekas kebaikan yang akan kita tinggalkan sehingga itu akan dicatat sebagai kebaikan oleh Allah?

🔍 Tanya Jawab Islam, Shaf Sholat Wanita, Apakah Takdir Bisa Dirubah, Lafal Ijab Qobul Nikah Bahasa Arab, Doa Akad Nikah, Tata Cara Shalat Jamak

QRIS donasi Yufid