Menyikapi Mertua yang Keras

8278

Menyikapi Mertua yang Keras

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum. Ustadz, saya seorang ibu rumah tangga (24th). Sudah 4 tahun saya tinggal dengan mertua karena kebetulan suami saya anak tunggal. Hubungan saya dengan ibu mertua kurang baik. Ibu mertua saya orangnya keras . Suami dan ayah mertua saya tahu itu. Saya ingin pindah dari rumah mertua. Apa sikap saya itu benar? Bagaimana solusinya? Syukron

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Sebaiknya saudari pelajari dulu penyebab ibu mertua keras wataknya. Sebab, boleh jadi dia orang awam yang tidak mengenal agama Islam dengan baik, lalu dihadapkan dengan masalah yang belum mampu dia pecahkan sehingga dia marah dan berlaku keras, apalagi wanita memang punya sifat kurang akal (logis) dan kurang sabar. Jika kita mengetahui penyebabnya, maka segeralah cari jalan pemecahannya.

Istri hendaknya bersabar atas perkataan mertuanya yang kasar selagi dia tidak memukul atau merusak fisik. Dan istri hendaknya berusaha menanggapinya dengan kata-kata yang baik saat dia sedang marah. Berdoalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala terutama pada malam hari agar ibu mertua menjadi orang yang baik kepada menantu dan orang lain, karena hanya Allah-lah yang membolak-balikkan hati.

Mengapa kami menasihati demikian? Sebab, jika dengan usaha ini sang istri berhasil meluluhkan hatinya, maka kebahagiaan akan dirasakan semua anggota keluarga. Bisa jadi mertua meminta maaf dan menyampaikan alasannya, dan tentu suami juga ikut gembira karena memiliki istri yang bersabar dan ulet mengatasi problematika rumah tangga. Berapa banyak pahala yang akan diraih oleh orang yang mau bersabar?

Jika langkah ini belum juga berhasil, dan ibu mertua memang sulit berubah, bahkan punya dampak yang buruk jika dinasihati terus-menerus, maka tidak mengapa saudari minta pindah rumah jika suami mampu membeli atau menyewa rumah. Akan tetapi hendaknya saudari tetap membantu suami agar dia tetap bisa berbuat baik kepada ibunya dengan tidak merugikan hak istrinya. Dan si istri pun hendaknya sering silaturohmi ke rumah ibu mertuanya, karena kita hidup di dunia ini dihadapkan pada ujian yang berbeda-beda. Maka beruntunglah orang yang sabar dan tabah serta istiqomah ketika menghadapi ujian. Barokallahu fiik. Wallahu a’lam.

Sumber: Majalah Al Mawaddah, Edisi 8 Tahun ke-3 1431 H/Maret 2010

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Materi terkait mertua:

1. Ditolak Calon Mertua.
2. Mertua Marah Ketika Suami Mengajari Agama Istri.