Pertanyaan:
Seorang penanya dari Aljazair berkata: Assalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh. Dahulu pada awal hidupku aku adalah seorang yang istikamah dan berhijab, kemudian perangaiku berubah dan aku mengikuti teman-teman yang suka bersenang-senang dan memperturutkan syahwat.
Aku menikah, namun aku melakukan pengkhianatan dalam pernikahan, dan aku menjalin hubungan dengan sejumlah laki-laki, dengan hubungan yang tidak dibenarkan syariat. Kemudian aku menyesal atas pengkhianatan dan perbuatan-perbuatan keji yang telah aku lakukan.
Sekarang aku bingung, apakah Allah akan mengampuni dosa-dosaku dan menerima tobatku, dan apa saja hal-hal yang harus aku lakukan agar Allah mengampuni aku dan menerima taubatku? (Inisial: Sh. N).
Jawaban:
Wa ‘alaikumus salāmu wa raḥmatullāh wabarakātuh. Allah Subḥānahu berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)
Para ulama sepakat bahwa ayat ini adalah tentang orang-orang yang bertobat. Allah Ta‘ālā juga berfirman:
قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ
“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: Jika mereka berhenti, niscaya akan diampuni bagi mereka apa (dosa-dosa) yang telah lalu.” (QS. Al-Anfal: 38).
Dia Subḥānahu juga berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertobatlah kalian kepada Allah semuanya, wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
Nabi ‘alaihiṣ ṣalātu was salām bersabda:
الإسلام يهدم ما كان قبله، والتوبة تهدم ما كان قبلها
“Islam menghapus apa yang sebelumnya, dan tobat menghapus apa yang sebelumnya.” (HR. Muslim)
Maka kami menasihatkan kepada Anda untuk sungguh-sungguh bertobat, yaitu:
1- Menyesal atas apa yang telah lalu.
2- Meninggalkan maksiat-maksiat tersebut.
3- Bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya lagi.
Dengan demikian, Allah akan mengampuni semua dosa yang telah lalu. Dan ada syarat keempat jika maksiat tersebut berkaitan dengan hak orang lain, yaitu jika Anda memiliki kewajiban terhadap seseorang berupa utang, pinjaman, pencurian, perampasan, atau semisalnya, maka berikan hak tersebut kepadanya. Demikianlah tobatnya, dengan tetap bersungguh-sungguh dengan tiga syarat sebelumnya.
Bergembiralah dengan kebaikan ini, dan hendaklah Anda berbaik sangka kepada Allah, serta bergaul dengan para wanita yang salihah, dan memperbanyak membaca Al-Qur’an Mulia serta hadis-hadis yang sahih. Kami memohon kepada Allah untuk kami, untuk Anda, dan untuk seluruh kaum muslimin agar diberi keteguhan di atas kebenaran, keselamatan dari keburukan jiwa dan kejelekan amal, serta dari godaan-godaan setan. Sesungguhnya Dia Maha Dermawan lagi Maha Mulia. Wassalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh wabarakātuh. (1)
Tertanda: Mufti Umum Kerajaan Arab Saudi
dan Ketua Dewan Ulama Senior
serta Kantor Urusan Riset Ilmiah dan Fatwa:
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.
Jawaban ini diterbitkan dari kantor beliau dengan nomor 1907 / 1 / ش pada tanggal 17 / 10 / 1416 H. (Majmūʿ Fatāwā wa Maqālāt Syaikhi Ibni Bāz 9/357).
Sumber:
https://binbaz.org.sa/fatwas/3104/قبول-التوبة-وشروطها-الاربعة
🔍 Hukum Bermusuhan Menurut Islam, Niat Shalat Syuruq, Ciri Ciri Kematian Khusnul Khotimah, Nada Membaca Alquran, Cara Mengusir Cicak Dalam Islam
