Bolehkah Memandikan Jenazah Istri?

4862
tata cara shalat jenazah

Memandikan Mayat

Pertanyaan:

Apakah boleh suami memandikan jenazah istrinya?

Dari: Yuzwar

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kembali dari Baqi’, beliau menemuiku ketika aku sedang sakit kepala, aku mengeluh: “Duh kepalaku.” Beliau bersabda, “Saya juga Aisyah, duh kepalaku.” Kemudian beliau menyatakan,

«مَا ضَرَّكِ لَوْ مِتِّ قَبْلِي، فَقُمْتُ عَلَيْكِ، فَغَسَّلْتُكِ، وَكَفَّنْتُكِ، وَصَلَّيْتُ عَلَيْكِ، وَدَفَنْتُكِ»

Tidak jadi masalah bagimu, jika kamu mati sebelum aku. Aku yang akan mengurusi jenazahmu, aku mandikan kamu, aku kafani, aku shalati, dan aku makamkan kamu.” (HR. Ibn Majah 1465, dan dinilai hasan oleh al-Albani)

Dalam hadis yang lain, menceritakan kisah meninggalnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

Ketika para sahabat hendak memandikan jenazah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka kebingungan, “Demi Allah kami tidak tahu, apakah kami harus melepaskan pakaian yang beliau gunakan sebagaimana ketika kami memandikan jenazah yang lain, ataukah beliau dimandikan dengan tetap berpakaian?.” Dalam kondisi mereka berbeda pendapat semacam ini, Allah buat mereka semua tertidur, sehingga semua orang ketika itu, meletakkan dagunya di dadanya. Tiba-tiba ada suara dari pojok rumah, tidak ada yang tahu siapa dia, “Mandikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan memakai pakaiannya.” Mereka segera memandikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara baju beliau tidak dilepas.

Melihat suasana demikian, Aisyah mengatakan,

لو استقبلت من أمري ما استدبرت ما غسله إلا نساؤه

“Andai urusanku kembali ke masa silam, tidak ada yang boleh memandikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali para istri beliau.” (HR. Abu Daud 3141, Musnad asy-Syafii 570, dan dinilai Hasan oleh Al-Albani).

Dua hadis di atas merupakan dalil bolehnya suami atau istri memandikan jenazah pasangannya.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)