Hukum Laser Wajah Penghilang Jerawat

menghilangkan jerawat dengan laser
Spa - CBS New York

Laser Wajah Penghilang Jerawat

Apa hukumnya melakukan laser wajah dengan tujuan untuk membersihkan wajah dari jerawat dan bekasnya(bopeng) agar wajah saya kembali menjadi halus dan bersih dari segala jerawat serta kotoran

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dr. Soleh bin Muhammad al-Fauzan menjelaskan bahwa dilihat dari latar belakangnya, tindakan medis maupun operasi yang mengubah kondisi tubuh, ada 2 hukum,

Pertama, tindakan medis untuk menghilangkan cacat tubuh karena kecelakaan, atau bawaan lahir yang bentuknya sangat tidak normal, misalnya kelebihan jari, muncul 3 mata, atau lubang hidung hanya satu, atau semacamnya. Termasuk yang beliau sebutkan adalah rupa penuh jerawat atau penuh luka yang tidak pada umumnya.

Memberikan tindakan medis untuk cacat semacam ini, meskipun dengan operasi plastik, hukumnya dibolehkan.

Dalilnya adalah hadis dari Urfujah bin As’ad radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّهُ أُصِيبَ أَنْفُهُ يَوْمَ الْكُلَابِ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَاتَّخَذَ أَنْفًا مِنْ وَرِقٍ فَأَنْتَنَ عَلَيْهِ  فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَتَّخِذَ أَنْفًا مِنْ ذَهَبٍ

Bahwa hidung beliau terkena senjata pada peristiwa perang al-Kulab di zaman Jahiliyah. Kemudian beliau tambal dengan perak, namun hidungnya malah membusuk. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk menggunakan tambal hidung dari emas. (HR. An-Nasai 5161, Abu Daud 4232, dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Kedua, tindakan medis yang dilakukan untuk menutupi efek penuaan atau semakin mempercantik diri atau meniru kebiasaan orang kafir. Sehingga pada asalnya tidak ada yang bermasalah dengan fisiknya, hanya saja dia kurang PD atau ingin meningkatkan nilai wajahnya.

Tindakan medis semacam ini diqiyaskan dengan kasus merenggangkan gigi, menyambung rambut, memakai tato, yang disebut sebagai mengubah ciptaan Allah.

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu mengatakan,

لَعَنَ اللَّهُ الوَاشِمَاتِ وَالمُوتَشِمَاتِ، وَالمُتَنَمِّصَاتِ وَالمُتَفَلِّجَاتِ، لِلْحُسْنِ المُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah. (HR. Bukhari 4886)

Kaidah yang berlaku dalam masalah ini,

ما كان للتجميل فحرام وما كان لإزالة العيب فحلال

“Mengubah tubuh untuk kecantikan, hukumnya haram, sedangkan mengubah tubuh karena menghilangkan aib, hukumnya halal.”

Dalam riwayat lain, dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

نهى عن النامصة والواشرة والواصلة والواشمة إلا من داء

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit.” (HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut).

As-Syaukani mengatakan,

قوله (إلا من داء) ظاهره أن التحريم المذكور إنما هو فيما إذا كان لقصد التحسين لا لداء وعلة، فإنه ليس بمحرم

“Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘kecuali karena penyakit’ menunjukkan bahwa keharaman yang disebutkan, jika tindakan tersebut dilakukan untuk tujuan memperindah penampilan, bukan untuk menghilangkan penyakit atau cacat, karena semacam ini tidak haram.” (Nailul Authar, 6/244).

Dalam keputusan Majma’ al-Fiqh al-Islami tahun 2007, mengenai tindakan medis untuk memperbaiki penampilan, dinyatakan,

لا يجوز إزالة التجاعيد بالجراحة أو الحقن ما لم تكن حالة مرضية شريطة أمن الضرر

Tidak boleh menghilangkan kerutan di wajah dengan operasi atau suntikan, selama bukan karena alasan sakit (tidak normal). Dengan syarat, aman dari bahaya. (Qarar Majma’ al-Fiqh al-Islami, 2007/III/4)

Berdasarkan keterangan di atas, jika kondisi jerawat yang ada di wajah sudah melampaui batas normal, sehingga sangat tidak nyaman dipandang, insyaaAllah tidak jadi masalah anda melakukan laser wajah. Karena tujuan besar dalam hal ini adalah mengobati, mengembalikan menjadi normal dan bukan untuk mengubah ciptaan Allah.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK