Harta Anak Yatim Wajib Zakat?

469
harta anak yatim

Harta Anak Yatim Wajib Zakat?

Jika ada anak yatim yang kaya dari hasil warisan, apakah hartannya wajib dizakati?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Allah mewajibkan zakat kepada semua orang muslim yang memiliki harta.

Allah berfirman,

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ . لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

“Orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, (24) bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).” (QS. al-Ma’arij: 24-25).

Allah juga berfirman,

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ

“Ambillah zakat dari harta mereka, yang itu akan membersihkan dan mensucikan, dan doakanlah mereka… (QS. at-Taubah: 103).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz radhiyallahu ‘anhu ke Yaman untuk mendakwahkan islam, beliau berpesan,

أَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ ، تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ

Sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan zakat untuk harta mereka. diambil dari orang kaya diantara mereka, dan dikembalikan kepada orang miskin di sekitar mereka. (HR. Bukhari 1395)

Zakat diambil dari orang kaya dan diserahkan kepada oran miskin. Sementara untuk disebut orang kaya tidak harus baligh. Sehingga anak kecil yang punya harta banyak, juga termasuk dalam cakupan makna ini.

Syaikhul Islam menjelaskan,

وتجب الزكاة في مال اليتامى عند مالك والليث والشافعي وأحمد وأبي ثور وهو مروي عن عمر وعائشة وعلي وابن عمر وجابر – رضي الله عنهم قال عمر : اتجروا في أموال اليتامى لا تأكلها الزكاة وقالته عائشة أيضا . وروي ذلك عن الحسن بن علي وهو قول عطاء وجابر بن زيد ومجاهد وابن سيرين .

Wajib mengeluarkan zakat untuk harta anak yatim, menurut Imam Malik, Laits bin Sa’d, Imam as-Syafi’i, Imam Ahmad, Abu Tsaur. Dan pendapat ini juga diriwayatkan dari Umar, Aisyah, Ali, Ibnu Umar, dan Jabir radhiyallahu ‘anhum.

Umar mengatakan, ‘Perdagangkan harta anak yatim, agar tidak berkurang karena dizakati ’. Aisyah juga menyatakan yang semisal. Pendapat ini juga diriwayatkan dari al-Hasan bin Ali, dan ini juga pendapat Atha’, Jabir bi Zaid, Mujahid, dan Ibnu Sirin. (Majmu’ Fatawa, 25/18)

Madzhab Hanafiyah

Sementara itu, menurut hanafiyah, anak yatim tidak wajib mengeluarkan zakat, karena dia belum baligh. Sebagaimana dia juga tidak berkewajiban melaksanakan shalat dan puasa, hingga baligh.

Namun alasan ini lemah. Jumhur membantah, anak kecil tidak wajib shalat dan puasa, karena ini ibadah badaniyah (ibadah fisik). Sementara zakat adalah ibadah maliyah, sehingga terkait hak harta. Dan hak harta juga mengikat bagi seorang anak.

Siapa yang Bertanggung Jawab Mengeluarkannya?

Si anak ini bisa jadi tidak bisa memahami teknis mengeluarkan zakat. Karena itu, walinya bertanggung jawab dalam mengeluarkannya.

Ibnu Qudamah mengatakan,

إذا تقرر هذا – يعني وجوب الزكاة في مال الصغير والمجنون – فإن الولي يخرجها عنهما من مالهما ; لأنها زكاة واجبة , فوجب إخراجها , كزكاة البالغ

Jika sudah jelas wajibnya zakat untuk harta milik anak kecil dan orang gila – maka wali bertanggung jawab untuk mengeluarkan zakat dari harta mereka. karena ini zakat yang wajib. Sehingga harus dikeluarkan, sebagimana zakat untuk orang baligh. (al-Mughni, 2/488).

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK