Seluruh Ahli Kitab akan Beriman Kepada Isa

1089
hari kiamat ahli kitab beriman kepada nabi isa
unsplash

Seluruh Ahli Kitab akan Beriman Kepada Isa

Tanya tadz, benarkah Nabi Isa akan membunuh semua ahli kitab nanti mendekati hari kiamat?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Di akhir zaman, pasukan kaum muslimin dipimpin Imam Mahdi dan Nabi Isa akan melawan orang kafir di bawah kepemimpinan Dajjal. Mereka membunuh orang kafir para Yahudi, sampai ketika mereka bersembunyi di balik pohon atau bebatuan, maka pohon dan batu itu bisa berbicara dan menunjukkan bahwa di balik mereka ada yahudi, silahkan dibunuh. Kecuali Gharqad, karena itu pohonnya Yahudi.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ

“Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR. Muslim 2922 dan Ahmad 27502)

Kemudian disebutkan dalam riwayat yang lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ -يَعْنِي عِيسَى- وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلىَ الْإِسْلَامِ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيُهْلِكُ اللهُ فِي زَمَانِهِ الْـمِلَلَ كُلَّهَا إِلاَّ الْإِسْلَامَ وَيُهْلِكُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ أَرْبَعِينَ سَنَةً ثُمَّ يُتَوَفَّى فَيُصَلِّي عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ

Tidak ada nabi antara aku dengan Nabi Isa– dan dia pasti turun, dan bila kamu melihatnya maka kenalilah dia. Seorang lelaki yang tingginya sedang, agak putih kemerahan, dengan dua pakaian yang berwarna agak kuning, seakan-akan kepalanya meneteskan air, walaupun tidak basah. Lalu ia memerangi manusia agar masuk Islam, menghancurkan salib, membunuh babi, menghilangkan jizyah, dan pada masanya, Allah hancurkan agama-agama seluruhnya kecuali Islam, dan dia membunuh Al-Masih Ad-Dajjal, lalu dia tinggal di bumi selama 40 tahun. Kemudian dia wafat lalu kaum muslimin menyalatinya.” (HR. Ahmad 9270, Abu Dawud 4324, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Penjelasan tentang ‘menghilangkan jizyah’

Jizyah artinya upeti. Ketika kaum muslimin berhasil mengalahkan ahli kitab, maka mereka diberi 3 pilihan dengan urutan,

[1] Masuk islam – pilihan pertama

[2] Tetap bertahan dalam agamanya, namun wajib bayar upeti (Jizyah) – pilihan kedua

[3] Diperangi – pilihan terakhir

Ketika di zaman Nabi Isa, opsi kedua ditiadakan. Sehingga pilihannya hanya 2, masuk islam atau jika tidak akan dibunuh. Karena itulah, tidak semua yahudi atau nasrani dibunuh di zaman Isa. Mereka yang masuk islam, dibiarkan untuk hidup dalam kondisi sudah masuk islam. Sehingga keadaan ahli kitab ketika itu hanya ada 2: masuk islam atau mati.

Inilah makna firman Allah,

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

“Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. an-Nisa: 159)

Makna semua ahli kitab akan beriman kepada Isa sebelum kematiannya adalah mereka semua akan beriman ketika nabi Isa turun di akhir zaman sebelum terjadinya kiamat.

Berikut saya bawakan keterangan para ulama tentang itu sebagaimana yang diriwayatkan oleh at-Thabari (Tafsir at-Thabari, 7/664-666),

[1] Keterangan Hasan al-Bashri,

قَبْلَ مَوْتِ عِيسَى , وَاللَّهِ إِنَّهُ الْآنَ لَحَيُّ عِنْدَ اللَّهِ , وَلَكِنْ إِذَا نَزَلَ آمَنُوا بِهِ أَجْمَعُونَ

“Maksudnya sebelum kematian Isa, demi Allah, saat ini beliau masih hidup di sisi Allah. dan ketika beliau turun, mereka semua beriman.”

[2] Keterangan Qatadah

قَبْلَ مَوْتِ عِيسَى إِذَا نَزَلَ آمَنَتْ بِهِ الْأَدْيَانُ كُلُّهَا

“Maksudnya sebelum kematian Isa, ketika beliau turun, semua penganut agama beriman kepada beliau.”

[3] Keterangan Ibnu Zaid

إِذَا نَزَلَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ فَقَتَلَ الدَّجَّالَ لَمْ يَبْقَ يَهُودِيُّ فِي الْأَرْضِ إِلَّا آمَنَ بِهِ

“Ketika Isa bin Maryam turun, beliau membunuh Dajjal, sehingga tidak tersisa seorang yahudi-pun di muka bumi ini kecuali beriman kepada beliau.”

[4] Keterangan Abu Malik

ذَلِكَ عِنْدَ نُزُولِ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ لَا يَبْقَى أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ

“Ini terjadi ketika turunnya Isa bin Maryam, tidak ada satupun ahli kitab, kecuali dia beriman kepada Isa.”

Selanjutnya, ulama berbeda pendapat mengenai kata ganti pada kalimat,

“akan beriman kepada (Isa) sebelum kematiannya”

Ibnul Jazi menyebutkan, yang dimaksud kematiannya di sini, ada 2 makna:

[1] Kematian Isa

Sehingga maknanya menjadi,

أن كل أحد من أهل الكتاب يؤمن بعيسى حين ينزل إلى الأرض ، قبل أن يموت عيسى ، وتصير الأديان كلها حينئذ دينا واحدا ، وهو دين الإسلام

Semua ahli kitab akan beriman kepada Isa ketika beliau turun di muka bumi, sebelum kematian Isa. Sehingga semua agama ketika itu tinggal satu, yaitu agama islam.

[2] Kematian orang ahli kitab

Sehingga maknanya menjadi,

وإن من أهل الكتاب أحد إلّا ليؤمنن بعيسى ، ويعلم أنه نبي قبل أن يموت هذا الإنسان ، وذلك حين معاينة الموت ، وهو إيمان لا ينفعه

Tidak ada seorang-pun di kalangan ahli kitab kecuali dia akan beriman kepada Isa, dan dia akan mengakui bahwa Isa adalah seorang nabi sebelum kematian si ahli kitab ini. dan itu terjadi ketika dia melihat kematian di hadapan matanya. Dan itu iman yang tidak memberikan manfaat kepadanya.

(Tafsir Ibnu Jazi, 1/216).

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087-738-394-989
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK