Kesalahan Baca Amin yang Membatalkan Shalat

917
lafadz amin yang benar
Edit by redaksi KonsultasiSyariah.com

Kesalahan Baca Amin yang Membatalkan Shalat

Bagaimana cara membaca Amin yang benar dan apakah ada bacaan amin yang salah, yang bisa menyebabkan shalat menjadi batal.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Menurut pendapat yang masyhur di kalangan ahli bahasa, ada 2 cara membaca amin yang benar.

[Pertama] dibaca dengan dipanjangkan kata ‘Aa…’, sehingga menjadi Aaamiiin…

[Kedua] dibaca dengan dipendekkan kata ‘A…’ sehingga menjadi Amiin…

Berikut beberapa keterangan ulama mengenai hal tersebut,

[1] Keterangan al-Hafidz Ibnu Hajar,

والتأمين : مَصدر أمَّن بالتشديد ، أي : قال : آمين ، وهي بِالْمَدّ والتخفيف في جميع الروايات ، وعن جميع القراء

Takmin adalah bentuk masdar dari kata ‘Ammna’ dengan mim di-tasydid, yang artinya membaca amiin. Dan semua riwayat dan para ahli ilmu al-Quran menyebutkan bacaannya dengan memanjangkan hamzah atau memendekkan hamzah. (Fathul Bari, 2/262)

[2] Keterangan Ibnu Abdil Barr,

وفي ” آمين ” لُغتان : الْمَدّ والقَصَر ، مثل : أوه وآوه

Dalam bacaan amiin ada dua cara baca, dipanjangkan dan dipendekkan, seperti Awah dan Aaawah. (at-Tamhid, 7/11).

[3] Keterangan an-Nawawi,

وفي ” آمين ” لُغتان : الْمَدّ والقَصر ، والْمَدّ أفصح ، والميم خفيفة فيهما

Dalam bacaan amiin ada 2 cara baca, dipanjangkan dan dipendekkan. Yang dipanjangkan lebih fasih. Dan keduanya huruf mim tidak di-tasydid. (Syarh Shahih Muslim, 4/120).

Cara Baca Amin yang Salah

Syaikh Dr. Abdullah az-Zahim menyebutkan beberapa cara baca Amin yang salah.

Pertama, kesalahan bacaan amin yang menyebabkan shalat batal dengan sepakat ulama

[1] Hamzah dipanjangkan, mim di-tasydid, dan huruf ‘Ya’ dihilangkan, sehingga menjadi Aaammmin [آمّن].

[2] Hamzah dibaca pendek, mim di-tasydid, dan huruf ‘Ya’ dihilangkan, sehingga menjadi Ammmin [أمّن].

[3] Hamzah dibaca pendek, mim tidak di-tasydid, dan huruf ‘Ya’ dihilangkan, sehingga menjadi Amin [أَمِنْ].

Kedua, Kesalahan amin yang disepakati ulama, namun apakah itu membatalkan ataukah tidak, ada perbedaan diantara para ulama. Bunyi bacaan amin ini yaitu dengan memendekkan hamzah, mim di-tasydid, dan ada huruf ‘Ya’ . sehingga dibaca: Ammmiiin [آمِّيْن]

Para ulama sepakat, lafadz amin semacam ini dilarang, namun mereka berbeda pendapat, apakah membatalkan shalat ataukah tidak. Syafiiyah menilai, ini tidak membatalkan shalat. Sementara madzhab yang lain menilai ini bisa membatalkan shalat.

Ketiga, kesalahan bacaan Aamiin yang diperselisihkan bolehnya dan batalnya shalat

[1] Hamzah dipanjangkan, mim di-tasydid, dan ada huruf ‘Ya’ . sehingga dibaca: Aaammiiin [آمِّيْن]

Hanafiyah membolehkan kesalahan semacam ini. Sementara jumhur melarangnya.

Hanya saja, menurut Syafiiyah, amin semacam ini tidak membatalkan shalat. Sedangkan Hambali dan Malikiyah menilai, bacaan amin ini bisa membatalkan shalat.

[2] Hamzah dipanjangkan, mim tidak di-tasydid, dan huruf ‘Ya’ dibuang, sehingga dibaca: ‘Aaamin’ [آمن].

Sebagian hanafiyah membolehkan amin semacam ini, namun tidak disinggung oleh madzhab yang lain. Dan yang benar, ini dilarang.

(at-Takmin ‘aqibal Fatihah fi Shalah, hlm. 187-189)

Demikian Semoga bermanfaat…

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
  • KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989