Hukum Mengucapkan “Aku Bertawakal Kepada Allah dan Minta Perlindungan Rasulullah”

3745

Pertanyaan:

Syekh yang terhormat, bagaimana pendapat Syekh tentang orang yang berkata, “Aku bertawakal kepada Allah dan meminta perlindungan kepada Rasulullah”?

Jawaban:

Seseorang berkata, “Aku beriman kepada Allah, bertawakal kepada Allah, dan meminta jaminan kepada Allah,” maka perkataannya ini tidak mengapa. Memang demikianlah keadaan setiap mukmin yaitu harus bertawakal dan beriman kepada Allah, serta memohon jaminan kepada-Nya.

Adapun perkataan meminta perlindungan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kalimat mungkar. Tidak boleh meminta perlindungan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah wafatnya. Adapun meminta perlindungan kepada beliau semasa beliau masih hidup dibolehkan. Allah berfirman,

وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللّهِ

Jika seseorang di antara orang-orang musyrik itu meminta perlindungan kepadamu maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah….” (QS. At-Taubah: 6)

Meminta perlindungan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah wafatnya adalah perbuatan syirik yang berat. Siapa saja yang mendengar seseorang mengucapkan kata-kata ini hendaklah menasihatinya. Boleh jadi orang itu mendengar dari sebagian orang tetapi ia sendiri tidak mengerti maksudnya.

Wahai Saudaraku, jika anda memberitahukan dan menerangkan kepada orang seperti itu bahwa ucapannya itu ucapan syirik maka semoga Allah memberi manfaat kepadanya atas usaha Anda itu. Wallahu al-muwaffiq. (Fatawa Al-Aqidah, hlm. 217–218, Syekh Ibnu Utsaimin)

Sumber: Fatwa Kontemporer Ulama Besar Tanah Suci, Media Hidayah, cetakan 1, Tahun 2003.
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa oleh redaksi www.konsultasisyariah.com)