Zakat Pertanian

2993
jubah akhwat murah

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaykum. Ustadz, saya mau tanya tentang zakat pertanian, di mana pertanian saat ini memerlukan biaya yang sangat tinggi, termasuk pupuknya. Saya mohon penjelasannya secara rinci tentang perhitungannya. Jazakumullohu khoir. Wassalamu ‘alaykum.

Budianto (budianto**@***.com)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Hasil pertanian yang wajib dizakati hanya empat:

  1. Hinthah (gandum halus).
  2. Sya’ir (gandum kasar).
  3. Kurma.
  4. Zabib (anggur kering).

Dalilnya:

عَنْ أَبِى بُرْدَة عَنْ أَبِى مُوسَى الأَشْعَرِىِّ وَمُعَاذٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُولَ الله -صلى الله عليه وسلم- بَعَثَهُمَا إِلَى الْيَمَنِ يُعَلِّمَانِ النَّاسَ، فَأَمَرَهُمْ أَنْ لَا يَأْخُذُوا إِلاَّ مِنَ الْحِنْطَةِ وَالشَّعِيرِ وَالتَّمْرِ وَالزَّبِيبِ

Dari Abu Burdah, bahwa Abu Musa Al-Asy’ari dan Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhuma pernah diutus ke Yaman untuk mengajarkan perkara agama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka agar tidak mengambil zakat pertanian kecuali dari empat jenis tanaman: hinthah, sya’ir, kurma, dan zabib. (H.R. Hakim dan Baihaqi; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Riwayat lain yang menguatkan keterangan di atas antara lain:

a. Dari al-Harits dari Ali, beliau mengatakan:

الصدقة عن أربع من البر فإن لم يكن بر فتمر فإن لم يكن تمر فزبيب فإن لم يكن زبيب فشعير

“Zakat (pertanian) hanya untuk empat hal: Bur (gandum halus), jika tidak ada maka kurma, jika tidak ada kurma maka zabib, jika tidak ada zabib maka sya’ir.” (HR. Ibn Abi Syaibah, no. 10024).

b. Dari Thalhah bin Yahya, beliau mengatakan: Saya bertanya kepada Abdul Hamid dan Musa bin Thalhah tentang zakat pertanian. Keduanya menjawab,

إنما الصدقة في الحنطة والتمر والزبيب

“Zakat hanya diambilkan dari hinthah, kurma, dan zabib.” (HR. Mushannaf Ibn Abi Syaibah no. 10025)

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel www.KonsultasiSyariah.com