Mari bersama menabung pahala amal jariyah untuk kehidupan kita kelak di akhirat.   BSI: 7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network  

Seluruh dana untuk operasional produksi konten dakwah di Yufid: Yufid.TV, YufidEDU, Yufid Kids, website dakwah (KonsultasiSyariah.com, Yufid.com, KisahMuslim.com, Kajian.Net, KhotbahJumat.com, dll).

Yufid menerima zakat mal untuk operasional dakwah Yufid

Nasehat

Sepuluh Langkah untuk Mengubah Kebiasaan

Oleh: Ahmad Nashib Ali Husain

Apakah engkau mengetahui bahwa salah satu hal yang paling banyak mempengaruhi pekerjaan, hubungan, prestasi, dan tujuan kita adalah kebiasaan-kebiasaan kita yang telah kita bawa sejak kecil? Sehingga apabila engkau menginginkan keberhasilan di dalam hidupmu dalam semua aspek, maka engkau harus berlepas diri dari kebiasaan-kebiasaan yang dapat menghalangimu dari kesuksesan dan keberhasilan. Berikut ini adalah sepuluh langkah yang dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membantumu dalam merealisasikan tujuan tersebut:

Langkah Pertama: Kenali Kebiasaanmu

Engkau harus menentukan kebiasaan terpentingmu yang sangat berpengaruh terhadap kehidupanmu, baik itu kebiasaan dalam bekerja, dalam menjalin hubungan dengan orang lain, dengan keluarga, atau dengan diri sendiri. Segala hal yang selalu kamu ulang-ulangi lalu kamu sesali karena telah melakukannya, atau ada orang yang merasa terganggu setelah engkau melakukannya, maka ketahuilah bahwa itu merupakan kebiasaan yang harus kamu tinggalkan.

Langkah Kedua: Fokus pada Satu Kebiasaan Terlebih Dulu

Saya pernah membaca di majalah An-Nafs Al-Muthmainnah bahwa siapa yang mengejar dua kelinci, maka ia tidak akan dapat menangkap satu pun darinya! Maka siapa yang ingin berlepas diri dari seluruh kebiasaannya sekaligus, pasti ia akan gagal melakukannya. Oleh sebab itu, caranya adalah dengan fokus pada satu kebiasaan dulu dan menjadikannya sebagai permulaan, apabila berhasil, engkau bisa melanjutkannya ke kebiasaan lainnya.

Langkah Ketiga: Jangan Menyerah di Awal

Apabila engkau telah bertekad untuk mengubah kebiasaan, maka pada mulanya berusahalah untuk melawan hawa nafsumu. Jangan katakan: “Hari ini libur dulu sehari!” Sebagai contoh, engkau telah bertekad untuk tidak lagi tidur setelah shalat Subuh, lalu pada hari ketiga jangan ucapkan: “Hanya hari ini saja aku akan tidur!” Tapi berusahalah sekuat tenaga untuk tetap bangun —meskipun engkau sedang sangat letih— agar kebiasaan barumu tertanam kokoh.

Langkah Keempat: Mulailah dengan Kadar yang Sangat Sedikit

Yang terpenting bukanlah kadarnya, tapi konsistensinya. Mulailah dengan perubahan kecil yang mampu kamu lakukan dengan konsisten. Sebagai contoh, pada dasarnya engkau tidak dapat menikmati kebiasaan membaca, maka carilah dulu buku yang ringan, bacalah buku itu sepuluh menit saja setiap hari, tidak ada lagi tawar menawar pada durasi sepuluh menit ini.

Langkah Kelima: Sampaikan Keputusanmu untuk Merubah Kebiasaan Ini kepada Orang Lain

Sampaikan di hadapan orang yang engkau cintai —seperti sahabat atau teman karibmu— tentang keputusanmu untuk merubah kebiasaan ini, karena pengumuman ini akan membuatmu punya keharusan untuk konsisten, menjadikanmu merasa segan jika harus berhenti di tengah jalan. Sebagai contoh, katakanlah kepada mereka: “Aku sudah bertekad untuk membiasakan olahraga setiap hari selama dua puluh menit.”

Langkah Keenam: Jangan Menyerah

Semua orang berusaha, tapi mayoritas orang terjatuh dan gagal saat berusaha dan terus mengeluh. Namun, hanya orang sukses yang ketika terjatuh akan kembali berdiri, apabila gagal akan kembali bangkit. Ia mengetahui bahwa nikmatnya kesuksesan lebih besar daripada nikmatnya berpangku tangan dan bermalas-malasan. Ia tidak menyerah, tapi justru terus berusaha hingga sampai ke tujuannya, karena ia mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjanjikan bagi orang-orang yang berusaha keras bahwa mereka akan mendapatkan petunjuk-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh berjuang di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sungguh, Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-Ankabut: 69).

Langkah Ketujuh: Kenalilah Kemampuanmu

Jangan membebani dirimu di atas kemampuannya. Ini merupakan prinsip syariat yang mendasar. Apabila engkau ingin mengubah kebiasaanmu, maka perlakukanlah dirimu dengan lembut, jangan membebaninya dengan kadar yang tidak mampu ia pikul. Apabila engkau ingin ditaati, maka berilah perintah yang mampu dilakukan. Jangan mengira bahwa perubahan dapat terwujud dengan membebani dirimu di atas kemampuannya, karena siapa yang belum terbiasa memperhatikan etika dalam berbicara, ia tidak akan mampu mengubah kebiasaan itu dalam sehari semalam. Sebab, kebiasaan buruk telah tertanam bertahun-tahun, sehingga kebiasaan yang baru juga membutuhkan waktu bertahun-tahun seperti itu sampai ia tertanam dan mudah dilakukan seperti makan dan minum. 

Langkah Kedelapan: Semangati Dirimu

Sering-seringlah baca tentang kebiasaan orang-orang sukses, sebab-sebab kesuksesan, metode-metode keberhasilan, kondisi orang-orang sabar dan sejarah hidup mereka yang harum semerbak. Semua itu dapat membantumu untuk memantik kembali semangatmu dan menguatkan tekadmu agar konsisten dalam mengubah kebiasaan-kebiasaanmu.

Langkah Kesembilan: Beri Dirimu Penghargaan

Buatlah tahapan-tahapan dalam proses menuju kebiasaan yang baru. Pada setiap tahapan ada hadiahnya tertentu. Misalnya membaca satu jam setiap hari selama satu minggu penuh ada hadiahnya membeli minuman, membaca satu jam setiap hari selama dua minggu penuh ada hadiahnya membeli makanan di tempat makan tertentu, dan begitu seterusnya. Tentukanlah pada setiap kadar keberhasilan ada hadiahnya yang sesuai. Ini merupakan salah satu metode yang dilakukan oleh beberapa orang.

Langkah Kesepuluh: Berdoa

Ini merupakan langkah terpenting yang diperlukan, mintalah selalu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena Allahlah Yang Maha Menolong, Dia Maha Kuasa atas segalanya dan Dia telah berjanji untuk mengabulkan doa. Oleh sebab itu, sungguh-sungguhlah berdoa dan amalkanlah adab-adab dalam berdoa serta hindarilah hal-hal yang dapat menjadi penghalang dikabulkannya doa, seperti memakan makanan haram. Ini merupakan langkah yang sangat penting, apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menolongmu, maka tidak akan ada gunanya seluruh langkah yang telah disebutkan sebelumnya, karena itu semua hanya sekedar sebab, tidak akan berguna bagimu kecuali dengan izin Sang Pembuat Sebab, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Benarlah yang dikatakan penyair:

إِذَا لَمْ يَكُنْ عَوْنٌ مِنَ اللَّهِ لِلْفَتَى فَأَوَّلُ مَا يَقْضِي عَلَيْهِ اجْتِهَادُهُ

Apabila seorang pemuda tidak memperoleh pertolongan dari Allah,

maka hal pertama yang justru menghancurkannya adalah kesungguhan usahanya sendiri.

Sumber:

https://www.alukah.net/social/0/39727/عشر-خطوات-لتغيير-العادات/

Sumber artikel PDF

🔍 Doa Tahun Baru Hijriyah, Ayat Ruqyah Rumah, Alamat Praktek Ustad Danu, Ciri Ciri Calon Suami Yang Baik, Suami Yang Tidak Menafkahi Istri

Visited 1 times, 1 visit(s) today

QRIS donasi Yufid