Mengapa Penyakit Was-Was Banyak Menimpa Kaum Wanita?

2734

Pertanyaan:

Mengapa penyakit was-was banyak menimpa kaum wanita?

Jawaban:

Mayoritas, karena lemahnya mereka dan besarnya kecintaan mereka untuk mengerjakakan ketaatan (ibadah) maupun amal kebajikan. Jadi, karena kuatnya pendorong, yaitu mencintai kebaikan dan tekun beribadah, serta lemahnya perlawanan, maka penyakit was-was banyak terjadi pada mereka.

Itu juga banyak menimpa saudara-saudara kita para pemuda yang beriltizam (berpegang teguh) dengan agamanya. Sebab utamanya adalah, kuatnya pendorong untuk mencintai amal kebajikan disertai lemahnya perlawanan.

Suatu ketika, pernah disebutkan kepada Ibnu Abbas atau Ibnu Mas’ud bahwa orang-orang Yahudi mengatakan, “Sesungguhnya kami tidak pernah digoda (oleh setan) dalam shalat kami, dan hati kami selalu hadits (khusyuk). Maka beliau menimpali, “Mereka benar, sebab apakah yang akan dilakukan oleh setan terhadap hati yang sudah hancur?”

Maksudnya adalah, bahwa hati orang-orang Yahudi adalah hati yang sudah hancur dan agama mereka adalah agama yang batil, sehingga setan tidak datang menggoda mereka. Setan tidak menginginkan yang lebih lagi daripada keyakinan yang telah mereka yakini tersebut.

Akan tetapi, setan akan mendatangi istana yang dibangun dan berpenghuni untuk menghancurkan dan merobohkannya. Dia akan datang ke hati seorang mukmin yang mempercayai (ajaran Islam) untuk membuatnya menjadi ragu-ragu. Dia pun akan mendatangi hati yang datang kepada Allah, kemudian menghalang-halanginya dari (jalan)-Nya.

Oleh karena itu, hendaklah orang yang diuji dengan penyakit was-was itu merasa bergembira. Ditinjau dari segi, bahwa ia diuji dengan penyakit tersebut karena keimanannya yang kuat dan setan ingin melemahkan kekuatannya ini. Akan tetapi, ia harus menggunakan obat yang telah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau tidak, niscaya setan akan mampu menghancur-leburkannya.

Sumber: Fatwa-Fatwa Mengobati Penyakit Was-Was, Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Pustaka at-Tibyan.

(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa dan aksara oleh redaksi www.konsultasisyariah.com)