Shalat Raghaib dalam Madzhab Syafiiyah

4953
panduan shalat

Shalat Raghaib

Mau tanya ustadz, Adakah shalat raghaib dalam islam? Trim’s

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Fatawa Imam Ar-Ramli As-Syafi’i terdapat pertanyaan tentang shalat Raghaib,

سُئِلَ عَنْ الصَّلَاةِ الَّتِي يُسَمُّونَهَا صَلَاةَ الرَّغَائِبِ هَلْ لَهَا أَصْلٌ، وَهَلْ وَرَدَ فِيهَا أَحَادِيثُ أَمْ لَا؟

Beliau ditanya tentang shalat yang disebut shalat raghaib. Apakah ada dasarnya?

(فَأَجَابَ) بِأَنَّهُ لَمْ يَصِحَّ فِي شَهْرِ رَجَبٍ صَلَاةٌ مَخْصُوصَةٌ تَخْتَصُّ بِهِ، وَالْأَحَادِيثُ الْمَرْوِيَّةُ فِي فَضْلِ صَلَاةِ الرَّغَائِبِ فِي أَوَّلِ جُمُعَةٍ مِنْ شَهْرِ رَجَبٍ كَذِبٌ بَاطِلٌ، وَهَذِهِ الصَّلَاةُ بِدْعَةٌ عِنْدَ جُمْهُورِ الْعُلَمَاءِ وَمِمَّنْ ذَكَرَ ذَلِكَ مِنْ أَعْيَانِ الْعُلَمَاءِ الْمُتَأَخِّرِينَ مِنْ الْحُفَّاظِ أَبُو إسْمَاعِيلَ الْأَنْصَارِيِّ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ السَّمْعَانِيِّ وَأَبُو الْفَضْلِ بْنُ نَاصِرٍ وَأَبُو الْفَرْجِ بْنُ الْجَوْزِيِّ وَغَيْرُهُمْ، وَإِنَّمَا لَمْ يَذْكُرْهَا الْمُتَقَدِّمُونَ؛ لِأَنَّهَا أُحْدِثَتْ بَعْدَهُمْ وَأَوَّلُ مَا ظَهَرَتْ بَعْدَ الْأَرْبَعِمِائَةِ فَلِذَلِكَ لَمْ يَعْرِفْهَا الْمُتَقَدِّمُونَ وَلَمْ يَتَكَلَّمُوا فِيهَا

Beliau menjawab:  ‎

‎”Tidak benar kalau di bulan Rajab terdapat shalat tertentu yang khusus di bulan ini.  ‎

Sedangkan hadis-hadis yang menyebutkan keutamaan shalat Raghaib di hari jum’at yang  ‎pertama di bulan Rajab adalah dusta dan bohong. Dan shalat Raghaib ini adalah bid’ah menurut mayoritas ulama. Diantara ulama saat ini yang menegaskan kebid’ahan shalat tersebut adalah Abu Ismail Al Anshari, Abu Bakr As Sam’ani, Abu Fadl bin Nashir, Abul  Faraj Ibnul Jauzi, dan beberapa ulama yang lain.

Adapun alasan mengapa ulama masa silam tidak pernah menyinggung hal ini adalah karena bid’ah shalat ini baru muncul setelah mereka meninggal. Pertama kali bid’ah ini muncul setelah awal abad ke-4 Hijriyah, oleh karena itu, ulama masa silam tidak mengenalnya, sehingga tidak membahasnya. (Fatawa Ar-Ramli fi Furu’ Al Fiqh As Syafi’i 2/17)‎

Siapakah Ar-Ramli: ‎

Syihabuddin, Ahmad bin Hamzah al-Anshari ar-Ramli. Beliau berasal dari Ramlah, nama suatu daerah di Mesir. Beliau termasuk pengajar di Universitas al-Azhar dan fatwanya banyak dijadikan rujukan para Syafiiyah. Sementara fatwa beliau, Fatwa ar-Ramli, dikumpulkan oleh anaknya, Syamsuddin Muhammad bin Ahmad.

Beliau meninggal tahun 957 H di Kairo Mesir. (al-A’lam az-Zirikli)

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial