Mari bersama menabung pahala amal jariyah untuk kehidupan kita kelak di akhirat.   BSI: 7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network  

Seluruh dana untuk operasional produksi konten dakwah di Yufid: Yufid.TV, YufidEDU, Yufid Kids, website dakwah (KonsultasiSyariah.com, Yufid.com, KisahMuslim.com, Kajian.Net, KhotbahJumat.com, dll).

Yufid menerima zakat mal untuk operasional dakwah Yufid

Nasehat

Amalan-Amalan Penggugur Dosa

Dr. Amin bin Abdullah Asy-Syaqawi

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله – صلى الله عليه وسلم -، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، وبعد:

فإن أفضل ما يتمناه المسلم أن يخرج من هذه الدنيا وقد غفر الله له ذنوبه، وضاعف له في حسناته.

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, yang tidak memiliki sekutu, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Amma ba’du:

Hal terbesar yang didambakan seorang Muslim adalah dapat meninggalkan dunia ini dalam keadaan telah diampuni dosa-dosanya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dilipatgandakan kebaikan-kebaikannya.

Di antara hikmah Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah menghadirkan musuh-musuh bagi manusia yang selalu mengiming-iminginya dosa, membuatnya meremehkan perbuatan dosa, dan menjauhkannya dari kebaikan. Musuh-musuh ini berupa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan, setan, dan syahwat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي

“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” (QS. Yusuf: 53).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman:

 وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى * فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Naziat: 40-41).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ * ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Iblis berkata: ‘Karena Engkau (Allah) telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.’” (QS. Al-A’raf: 16-17).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman:

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS. Al-Furqan: 43).

Di antara rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala lainnya bagi para hamba-Nya adalah Dia menghadirkan bagi mereka hal-hal yang dapat menjadi sebab penggugur dan penghapus dosa mereka. Penggugur-penggugur dosa ini berupa ucapan dan amalan yang disyariatkan dalam Kitab-Nya atau melalui lisan Rasul-Nya Shallallahu Alaihi Wasallam. Di antara penggugur-penggugur ini adalah:

Pertama: Beriman kepada Allah, mengesakan-Nya, dan beramal shaleh

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Ankabut: 7).

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitabnya Ash-Shahih dari hadis Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُسْلِمٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan hari Kamis, maka akan diampuni setiap hamba muslim yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.” (HR. Muslim no. 2565).

Kedua: Menjauhi dosa-dosa besar

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia.” (QS. An-Nisa: 31).

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitabnya Ash-Shahih dari hadis Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ: مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ؛ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa di antara waktu-waktu tersebut apabila dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim no. 233).

Ketiga: Bertaubat dengan taubat yang tulus

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا * يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا * إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat pembalasan dosanya, yakni akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan: 68-70).

Ibnu Majah meriwayatkan dalam kitabnya As-Sunan dari hadis Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ

“Orang yang bertaubat dari dosa seolah-olah ia tidak memiliki dosa.” (HR. Ibnu Majah no. 4250. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibn Majah no. 3427 jilid 2 hlm. 419).

Keempat: Beristighfar

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 106).

Imam Abu Daud meriwayatkan dari hadis Zaid Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَ قَدْ فَرَّ مِنَ الزَّحْفِ

“Barangsiapa yang mengucapkan: Astaghfirullahalladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu, wa atuubu ilaihi (Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya dan aku bertaubat kepada-Nya, maka diampuni dosa-dosanya meskipun ia pernah lari dari medan perang.” (HR. Abu Daud no. 1517. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud no. 1343 jilid 1 hlm. 283).

Imam Muslim meriwayatkan dalam Ash-Shahih dari hadis Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: 

يَا عِبَادِي، إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat salah pada malam dan siang hari, dan Aku mengampuni semua dosa, maka mohonlah ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian.” (HR. Muslim no. 2577).

Kelima: Berwudhu

Imam Muslim meriwayatkan dalam Ash-Shahih dari hadis Humran, bekas budak Utsman Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku pernah mendatangi Utsman bin Affan dengan membawa air wudhu, lalu beliau berwudhu. Kemudian beliau berkata kepadaku: ‘Sungguh banyak orang yang membicarakan hadis-hadis dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang tidak aku ketahui hadis-hadis apa itu. Hanya saja aku melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berwudhu seperti wudhuku ini. Kemudian beliau bersabda: 

مَنْ تَوَضَّأَ هَكَذَا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَكَانَتْ صَلَاتُهُ وَمَشْيُهُ إِلَى الْمَسْجِدِ نَافِلَةً

Siapa yang berwudhu seperti ini, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, kemudian shalat dan perjalanannya menuju Masjid menjadi amal tambahan baginya.’” (HR. Muslim no. 229).

Keenam: Mendirikan shalat dan berjalan menuju masjid untuk shalat

Imam Muslim meriwayatkan dalam Ash-Shahih dari hadis Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟، قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?” Para sahabat menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai, memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat, maka itulah yang dinamakan ribat, itulah ribat, itulah ribat.” (HR. Muslim no. 251).

Ketujuh: Bersedekah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 271).

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dalam As-Sunan dari hadis Muadz Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ اَلصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

“Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, dan sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi no. 2616, dan beliau berkata: “Hadis ini hasan shahih”).

Kedelapan: Menunaikan haji dan umrah

Imam An-Nasa’i meriwayatkan dari hadis Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

“Iringilah antara ibadah haji dan umrah, karena keduanya menghilangkan dosa-dosa sebagaimana alat tiup pandai besi menghilangkan karat pada besi.” (HR. An-Nasa’i no. 2631. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Sunan an-Nasa’i no. 2467 jilid 2 hlm. 558).

Kesembilan: Tertimpa musibah

Imam Muslim meriwayatkan dalam Ash-Shahih dari hadis Abu Hurairah bahwa ketika turun ayat: “Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu.” (QS. An-Nisa: 123)

kaum Muslimin menjadi sangat sedih. Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

قَارِبُوا، وَسَدِّدُوا؛ فَفِي كُلِّ مَا يُصَابُ بِهِ الْمُسْلِمُ كَفَّارَةٌ، حَتَّى النَّكْبَةِ يُنْكَبُهَا، أَوِ الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا

“Teruslah berusaha sesuai dengan kebenaran dan menempuh jalannya, karena dalam setiap musibah yang menimpa seorang muslim terdapat penggugur dosa baginya, bahkan termasuk bencana yang dialaminya atau duri yang menusuknya.” (HR. Muslim no. 2574).

Kesepuluh: Berpuasa dan shalat malam pada bulan Ramadhan

Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam kitab Ash-Shahih mereka dari hadis Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari no. 38 dan Muslim no. 759).

Imam Al-Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dalam kitab Ash-Shahih mereka dari hadis Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga salawat dan salam selalu terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, dan kepada keluarga dan para sahabat beliau. 

Sumber:

https://www.alukah.net/sharia/0/74277/مكفرات-الذنوب/

Sumber artikel PDF

🔍 Gambaran Surga Firdaus, Khasiat Daging Kambing Menurut Islam, Cara Mengatasi Suami Pemarah Dan Cuek, Cara Mengisi Khodam Ke Tubuh Sendiri, Jilbab Langsung Tangan

Visited 41 times, 17 visit(s) today

QRIS donasi Yufid