Bismillahirrahmanirrahim
“Kebahagiaan” merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap makhluk yang ada di muka bumi ini. Seluruh manusia—baik itu yang pintar ataupun yang bodoh—semuanya berusaha menemukan cara-cara untuk menggapainya. Mereka bersusah payah untuk menghadirkan sesuatu yang dapat menghilangkan dari mereka bayang-bayang kesulitan, rasa sakit, dan kesengsaraan.
Namun kenyataannya, cara-cara yang dihadirkan ini belum bisa mengantarkan mereka kepada tujuan tersebut. Mereka bercita-cita menggapai kebahagiaan dengan segala cara yang mungkin mereka lakukan, baik itu dengan permainan, kenikmatan, dan lain sebagainya. Terkadang mereka dapat meraih sedikit kebahagiaan, tetapi itu hanyalah kebahagiaan sementara. Lalu tidak lama setelah itu, mereka akan tersadar bahwa dalam jiwa mereka terdapat sesuatu yang memperkeruh kejernihan hidup mereka.
Kalimat-kalimat yang ada di depanmu ini mungkin akan membukakan pintu untukmu menuju kebahagiaan yang hakiki serta menarik tanganmu menuju kedamaian jiwa dan ketenteraman yang sepenuhnya.
Sebelum kamu melanjutkan membaca, saya berharap kamu merenung sejenak bersama dirimu untuk berusaha membuka akal dan hatimu bagi untaian kalimat-kalimat ini. Sebab, orang yang berakal adalah orang yang mencari kebenaran dari siapa pun kebenaran itu berasal.
Ada kebenaran yang tidak mungkin dapat diingkari oleh manusia yang terbebas dari hawa nafsu, yaitu bahwa kebahagiaan yang abadi tidak mungkin dapat diraih kecuali dengan beriman kepada Allah yang telah menciptakan seluruh makhluk dan dengan menempuh jalan yang ditunjukkan oleh petunjuk-Nya. Karena Allahlah yang telah menciptakan manusia, maka Dialah yang mengetahui apa yang dapat menjadikan mereka bahagia dan sengsara, serta apa yang bermanfaat dan apa yang membahayakan mereka.
Banyak psikolog yang menegaskan bahwa orang yang taat agama adalah—satu-satunya—orang yang dapat hidup dengan bahagia dan damai.
Jika beriman kepada Allah adalah rahasia kebahagiaan, lalu bagaimana cara mencapainya?
Agama dan keyakinan sangatlah banyak dan beraneka ragam, sedangkan orang yang mencermatinya akan mendapati bahwa perbedaan di antara agama-agama itu sangatlah mendasar, sehingga tidak mungkin semua agama itu benar.
Lalu agama mana yang benar? Apa keyakinan yang dicintai oleh Allah untuk kita yakini? Dan agama mana yang menjamin bagi kita kebahagiaan di dunia dan akhirat?
Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kita harus meletakkan pondasi yang benar sebagai landasan untuk menentukan pilihan yang benar terhadap agama yang benar. Sebab, saya meyakini dengan pasti bahwa seluruh orang berakal akan sepakat bahwa manusia tumbuh dengan ajaran agama tertentu. Sedangkan ayah, ibu, dan masyarakatnya yang memeluk agama itu tidak secara otomatis menjadi bukti bahwa agama itu benar, selama tidak ada bukti-bukti yang memuaskan atas kebenaran agama itu dan mengantarkan akal menuju kepada ketenteraman dan keyakinan atas hal itu.
Apabila akal merupakan pembeda antara manusia dengan hewan, maka pemilik akal harus menggunakannya untuk memikirkan perkara yang paling penting dan genting ini. Menjelajahi dunia agama dan menelusuri beragam keyakinan yang dianutnya secara singkat mungkin juga dapat menjadi cara yang bagus untuk sampai pada jawaban yang diharapkan.
Namun, untuk menghemat waktu dan usahamu dalam mencari jawaban ini, saya katakan kepadamu dengan penuh keyakinan dan perhatian, “Sekuat apa pun kamu mencari dan meneliti, kamu tidak akan mencapai kecuali hanya satu kenyataan bahwa agama yang benar adalah Islam dan kebahagiaan yang hakiki terdapat dalam agama Islam.”
Sebelum kamu terburu-buru membantah dan memotong pernyataan ini, perhatikanlah bahwa mendengarkan kalimat-kalimat ini hingga selesai tidak akan merugikanmu. Justru bisa jadi kamu akan mendapatkan suatu manfaat darinya. Dan yang lebih penting dari itu, kamu adalah orang yang berakal, yang dapat membedakan berbagai hal dengan akalmu dan dapat mengetahui mana yang benar dan yang salah.
Mengapa Islam adalah agama yang benar?
Ini adalah pertanyaan yang mungkin akan diberikan oleh pembaca. Ini adalah pertanyaan yang bagus dan penting, dan menunjukkan bahwa orang yang bertanya itu memiliki akal yang matang dan pemikiran yang cemerlang.
Untuk menjawab pertanyaan ini, saya katakan bahwa agama Islam adalah agama yang di dalamnya terhimpun berbagai keunggulan dan keistimewaan yang tidak ada dalam agama lainnya. Ini adalah bukti kuat bahwa Islam adalah agama yang benar, yang diturunkan dari Allah Ta’ala. Hal ini dapat dibuktikan apakah benar atau sekedar kedustaan dengan mencermatinya secara mendalam dan teliti.
Karena keunggulan dan keistimewaan agama Islam sangat banyak, sulit bagi kita untuk menghimpunnya dalam kalimat yang singkat. Namun, dapat kita rangkum dalam beberapa poin berikut:
- Salah satu keistimewaan agama Islam yang paling besar adalah ia dapat memenuhi kebutuhan rohani manusia. Agama Islam menjadikan pemeluknya memiliki hubungan yang kuat dengan Allah Ta’ala setiap saat. Hal ini akan menghadirkan ketenteraman dan kedamaian jiwa, melindunginya dari kegelisahan, kegalauan, kekosongan, dan kegoncangan jiwa.
- Di antara keistimewaan agama Islam juga adalah selalu selaras dengan akal sepenuhnya. Seluruh hukum dan syariatnya dapat diterima oleh akal. Tidak mungkin keduanya bertolak belakang.
Oleh sebab itu, ketika ada seseorang yang masuk Islam dan ditanya, “Mengapa kamu masuk Islam?” Dia menjawab, “Karena tidaklah Islam memerintahkan sesuatu lalu akal menyangkalnya, ‘Kalaulah Islam tidak memerintahkan ini!’ Dan tidaklah Islam melarang sesuatu lalu akal menyangkalnya, ‘Kalaulah Islam tidak melarang ini!’”
Ketika banyak agama lain yang dasar-dasarnya susah untuk diterima dan akal menjadi bingung di hadapan banyak ajaran-ajarannya, kami mendapati agama Islam menghargai akal dan memerintahkannya untuk berpikir, serta melarangnya dari kebodohan dan mencela fanatisme buta.
- Agama Islam menghimpun urusan agama dan dunia sekaligus, memberikan perhatian terhadap jasmani dan rohani sekalian. Berpegang teguh dengan Islam tidak berarti harus mengasingkan diri dengan penampilan tertentu atau menjauhkan diri dari nikmat kehidupan. Justru, dalam Islam, manusia dapat menjadi orang yang taat beragama sekaligus menjalani kehidupannya dengan sebaik-baiknya. Bahkan dia tetap dapat mencapai kedudukan tertinggi dan meraih puncak derajat.
- Di antara keistimewaan agama Islam lainnya adalah bahwa Islam merupakan agama yang menyeluruh. Dalam setiap aspek kehidupan, agama Islam memiliki aturannya. Dalam setiap permasalahan kehidupan, agama Islam memiliki solusinya. Oleh sebab itu, agama Islam dapat diterapkan dan dijalani di setiap waktu dan tempat.
Bagaimana agama Islam tidak seperti itu, sedangkan ia telah mengatur dan menetapkan dasar-dasar dan hukum-hukum bagi setiap aspek tersebut?
Mulai dari hukum-hukum pidana dan penyelesaian sengketa; kemudian hukum-hukum jual beli, transaksi perdagangan, dan aturan dalam hubungan masyarakat dan kehidupan rumah tangga; hingga hukum-hukum dalam mengucapkan salam, adab-adab saat di jalan, serta aturan tentang aktivitas seseorang seperti tidur, makan, minum, berpakaian, dan lain sebagainya.
Itu semua diatur tidak sekadar dengan aturan secara umum, tapi diatur dengan detail dan terperinci sehingga membuat akal merasa takjub di hadapannya.
Perlu kamu ketahui bahwa agama Islam mengatur pemeluknya hingga dalam hal tata cara memakai alas kaki dan melepasnya. Agama Islam juga menganjurkannya untuk menggunakan tangan kanannya untuk makan, minum, berjabat tangan, menerima, dan memberi. Sedangkan dalam hal yang kurang baik—seperti buang hajat—maka menggunakan tangan kiri.
Ketika waktu tidur tiba, agama Islam juga memiliki tuntunannya yang luar biasa dalam tata cara tidur dan bangun tidur. Begitu juga ketika dua orang muslim saling berpapasan, maka Islam mengatur tata cara mengucapkan salam di antara mereka.
Orang yang berkendara hendaknya memulai salam kepada orang yang berjalan kaki; anak kecil hendaknya memulai salam kepada orang yang lebih tua; dan sekelompok orang hendaknya mengucapkan salam terlebih dahulu kepada sekelompok orang yang lebih besar. Ini hanyalah sedikit dari hukum-hukumnya yang masih banyak lagi, yang menyeluruh dalam mengatur segala aspek kehidupan.
- Di antara keistimewaan agama Islam lainnya adalah bahwa seluruh hukum-hukumnya mendatangkan kebaikan bagi manusia dan menghindarkan keburukan darinya. Manfaat dari hukum-hukum Islam kembali kepada manusia, baik secara individu maupun masyarakatnya.
Apabila agama Islam melarang mengonsumsi minuman keras dan narkoba, hal itu karena semuanya mengandung bahaya besar bagi akal dan kesehatan. Kamu dapat menyaksikan sendiri keadaan orang yang mabuk. Ia menjadi lebih mirip dengan selain manusia. Demikian juga, banyaknya aksi pembunuhan, pertikaian, kecelakaan lalu lintas, dan pemerkosaan, itu tidak akan terjadi jika para pelakunya tidak mengonsumsi zat yang menghilangkan akal kesadaran ini.
Apabila agama Islam melarang hubungan seksual di luar nikah, itu agar manusia terhindar dari penyakit-penyakit mematikan seperti HIV aids, sifilis, dan lain sebagainya. Juga untuk menghindarkan masyarakat dari degradasi moral dan generasi yang menjadi gelandangan yang kehilangan kasih sayang ibu dan pengasuhan ayah, sehingga mereka menjadi beban dan musibah bagi masyarakat.
Apabila agama Islam memerintahkan wanita untuk tidak menampakkan auratnya di hadapan kaum pria yang bukan mahram, hal itu karena Islam memandang wanita sebagai mutiara yang terjaga dan berharga, bukan sebagai barang dagangan murahan yang dapat dijajakan di pinggir jalan di hadapan setiap orang. Hal itu juga untuk melindungi kaum wanita dari manusia berhati serigala yang tidak punya kepentingan lain kecuali memuaskan syahwat, meskipun harus dengan merenggut kehormatan, harga diri, dan kesucian wanita.
Sebaliknya, agama Islam menghalalkan segala minuman yang bermanfaat dan tidak berbahaya. Agama Islam juga menghalalkan untuk menikmati hubungan seksual dengan ikatan pernikahan, di dalam naungan rumah tangga yang bahagia.
Kesimpulannya, agama Islam tidak hadir untuk mengekang kebebasan dan keinginan seseorang. Akan tetapi, Islam datang untuk mengarahkan dan mengaturnya dengan sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi manusia, masyarakat, dan seluruh alam semesta.
- Di antara sisi positif dalam agama Islam adalah Islam memberi perhatian besar terhadap norma, akhlak, dan adab yang terpuji. Agama Islam melarang kezaliman, ketidakadilan, dan segala akhlak tercela lainnya.
Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang, persatuan, dan rahmat. Islam mengatur hubungan manusia dengan kedua orang tua, kerabat, tetangga, teman-teman, dan seluruh manusia lainnya. Islam juga menanamkan dalam diri para pemeluknya akhlak yang paling baik dan adab yang paling luhur.
Agama Islam melarang seseorang hidup untuk dirinya sendiri saja. Namun, mendidiknya untuk menolong orang lain, dan menghargai perasaan mereka. Orang fakir, yatim, lansia, dan janda memiliki hak tersendiri dalam agama Islam; seorang muslim tidak menganggap pemenuhan hak mereka sebagai urusan sampingan semata, dan tidak merasa berjasa terhadap mereka saat melaksanakannya; tapi itu adalah sebagai bagian dari kewajiban dan keharusan bagi muslim tersebut.
Sebagai contoh, dalam Islam, dianggap sebagai dosa besar jika ada seseorang yang tidur dalam keadaan kenyang, sedangkan ia mengetahui ada tetangganya yang kelaparan. Agama Islam juga melarang ada dua orang yang saling berbisik, sedangkan ada satu orang lain yang bersama mereka yang tidak dapat mendengar bisikan mereka. Larangan ini untuk menjaga perasaan satu orang itu.
Bahkan Islam melampaui itu semua. Islam mewajibkan sikap lembut kepada binatang serta mengharamkan penyiksaan hewan dan perbuatan lain yang dapat menyakiti hewan tersebut. Di antara kepedulian Islam dalam hal ini adalah orang yang menyembelih kambing, misalnya, tidak boleh menampakkan proses penyembelihannya kepada kambing lainnya atau mengasah pisau di hadapan hewan yang akan disembelih agar tidak—seakan-akan—membunuhnya dua kali.
Kejujuran, amanah, keberanian, kedermawanan, rasa malu dalam berbuat keburukan, dan menepati janji adalah akhlak-akhlak yang sangat dianjurkan dalam Islam. Begitu juga dengan menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah ke pemakaman, berbakti kepada kedua orang tua, berkunjung ke sanak kerabat dan tetangga, serta berusaha memenuhi kebutuhan orang lain adalah adab-adab yang diserukan dan diperintahkan oleh Islam.
Di sisi lain, agama Islam sangat melarang keras kezaliman, dusta, sombong, iri, menghina orang lain, mencela, dan mengkhianati. Dalam Islam juga tidak diperbolehkan membicarakan keburukan seseorang saat ia tidak ada, meskipun yang dibicarakan itu sesuai kenyataan.
Agama Islam juga menyeru untuk bersedekah secara seimbang, tidak terlalu banyak dan tidak pula terlalu sedikit. Ketika banyak masyarakat yang mengeluhkan kekosongan empati, tingginya sikap materialisme dan egoisme, di sisi lain kita mendapati agama Islam memberi obat yang manjur bagi semua masalah tersebut.
Kemudian, jika pemaparan tersebut telah memberi sedikit gambaran tentang Islam dan beberapa keistimewaannya, maka patut juga untuk diingat bahwa agama Islam adalah agama yang jelas dan mudah dipahami oleh setiap orang. Islam juga agama yang terbuka pintunya dan tidak akan tertutup bagi setiap orang yang hendak memeluknya.
Meskipun tidak mungkin merangkum seluruh hukum Islam dalam beberapa kalimat yang ringkas, penjelasan singkat mengenai prinsip-prinsip terpenting dalam Islam dapat membantu memperjelas gambaran tentang agama ini bagi orang yang ingin mengenalnya.
Seluruh hukum dan ajaran dalam Islam itu penting. Hanya saja, ada yang lebih penting dari lainnya. Berikut adalah enam hukum (terpentingnya) yang wajib diyakini dalam hati serta lima lainnya yang harus dijalankan dengan amal perbuatan.
Adapun yang enam, berkaitan dengan keyakinan (rukun iman), yaitu:
- Iman kepada Allah saja, tanpa menyekutukan-Nya
Yaitu dengan mengimani bahwa hanya Allah Ta’ala yang menciptakan alam semesta ini dengan segala isinya dan hanya Dia yang mengaturnya sesuai dengan kehendak-Nya. Ketika sudah demikian, maka ibadah hanya boleh dipersembahkan hanya kepada-Nya saja. Adapun yang dimaksud dengan ibadah adalah mengamalkan hukum-hukum dan syariat-syariat Islam, serta dengan meyakini bahwa semua agama selain Islam adalah agama yang batil.
- Iman kepada malaikat
Malaikat adalah salah satu ciptaan Allah, tetapi tidak dapat kita lihat di dunia. Mereka selalu menjalankan ibadah kepada Allah, tanpa pernah bermaksiat kepada-Nya sekali pun. Allah memerintahkan para malaikat untuk mengurus berbagai hal dalam alam semesta ini.
Contohnya seperti malaikat Jibril ‘alaihissalam yang bertugas untuk menyampaikan wahyu Allah Ta’ala kepada para nabi-Nya dan malaikat Mikail ‘alaihissalam yang bertugas mengurus hujan. Ada juga malaikat yang bertugas menghitung dan mencatat amal perbuatan hamba-hamba Allah agar mereka mendapat balasan atas amalan itu pada hari kiamat dan masih banyak tugas lainnya yang dilakukan para malaikat.
Harus diyakini pula bahwa para malaikat yang mulia itu berbuat berdasarkan perintah Allah Ta’ala dan tidak melakukan sesuatu kecuali sesuai dengan kehendak-Nya.
- Iman kepada kitab-kitab Allah
Yaitu dengan meyakini bahwa Allah Ta’ala menurunkan kepada para hamba-Nya kitab-kitab yang merupakan firman-Nya. Di dalamnya terdapat kunci kebahagiaan manusia dan penjelasan tentang apa yang dicintai dan dibenci oleh Allah Ta’ala. Yang menyampaikan firman Allah ini kepada Nabi-Nya adalah malaikat Jibril ‘alaihissalam yang merupakan malaikat yang paling agung. Kemudian Nabi itu menyampaikannya kepada para manusia.
Kitab yang diturunkan Allah ada banyak. Di antaranya adalah Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alaihissalam, Zabur yang diturunkan kepada Nabi Dawud ‘alaihissalam, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa ‘alaihissalam, dan Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Wajib diyakini bahwa seluruh kitab-kitab terdahulu telah tergantikan dengan Al-Qur’an; dalam artian bahwa hanya Al-Qur’an yang wajib diamalkan setelah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terlebih lagi, Al-Qur’an telah menghimpun seluruh keunggulan yang dimiliki oleh kitab-kitab sebelumnya dan bahkan menambahnya dengan keunggulan yang lebih banyak lagi.
Harus kamu ketahui bahwa Al-Qur’an termasuk bukti terbesar bahwa Islam adalah agama yang benar dan diturunkan dari Allah Ta’ala. Al-Qur’an telah diturunkan lebih dari 1400 tahun yang lalu. Meskipun demikian, sampai saat ini tidak ditemukan satu pun kesalahan atau kontradiksi di dalamnya, meski hanya satu kata. Banyak penemuan ilmiah yang silih berganti terungkap pada zaman ini yang banyak di antaranya telah disebutkan dalam Al-Qur’an sejak ia diturunkan berabad-abad lalu.
Selain itu, sejak Al-Qur’an diturunkan hingga saat ini, ia tidak bertambah ataupun berkurang satu huruf pun, tidak seperti yang terjadi pada kitab-kitab lainnya. Oleh sebab itu, naskah Al-Qur’an yang kamu temui di ujung timur dunia tidak berbeda dengan naskah yang kamu temui di ujung barat.
Andai saja kamu membaca naskah Al-Qur’an yang berusia ratusan tahun, maka tidak akan berbeda dengan naskah Al-Qur’an yang dicetak pada tahun ini, meski hanya satu huruf. Hal ini berkat penjagaan Allah terhadap kitab ini, kitab agama penutup bagi seluruh agama lainnya.
Pembahasan tentang Al-Qur’an adalah pembahasan yang panjang, tetapi cukup kamu ketahui bahwa Al-Qur’an tidak ada tandingannya sama sekali, baik itu dari sisi gaya bahasa, pengaruhnya terhadap jiwa, maupun kabar-kabarnya tentang hal gaib.
- Iman kepada para Rasul
Yaitu dengan meyakini bahwa Allah Ta’ala memilih manusia-manusia terbaik, menurunkan wahyu-Nya kepada mereka, dan memerintahkan mereka untuk menyampaikan agama-Nya kepada manusia.
Jumlah rasul ada banyak. Di antaranya adalah Nuh, Ibrahim, Dawud, Sulaiman, Luth, Yusuf, Musa, dan masih banyak lagi. Semoga selawat dan salam senantiasa tercurah kepada mereka semua.
Di antara mereka ada juga yang bernama Isa bin Maryam ‘alaihissalam yang wajib diimani bahwa beliau adalah seorang rasul yang mulia dan termasuk rasul yang paling mulia. Wajib beriman kepada kenabiannya serta wajib mencintai dan menghormatinya. Barang siapa yang membencinya atau tidak beriman dengan kenabiannya, maka dia tidak termasuk orang Islam.
Wajib diyakini juga bahwa Allah Ta’ala menciptakan Nabi Isa dari seorang ibu tanpa ayah karena Allah mengutus malaikat dan menghembuskan ruh ke perut Maryam, sehingga terciptalah Nabi Isa ‘alaihissalam.
Seorang muslim tidak boleh merasa hal itu mustahil sehingga tidak mempercayainya karena Allah Ta’ala Maha Kuasa untuk menciptakan Isa dari seorang ibu tanpa ayah, sebagaimana Dia Maha Kuasa untuk menciptakan Adam tanpa ibu dan ayah. Dengan ini, kita mengetahui bahwa Isa ‘alaihissalam adalah seorang rasul yang mulia. Dia bukan Allah ataupun anak Allah.
Nabi Isa ‘alaihissalam telah membawa kabar kedatangan nabi setelahnya, yaitu Muhammad bin Abdullah ‘alaihish shalatu wassalam, yang merupakan rasul terakhir dan tidak ada rasul lagi setelah beliau. Oleh karena itu, rasul (Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang diutus oleh Allah sebelum 1400 tahun ini wajib diimani oleh seluruh manusia yang ada pada zaman setelah beliau diutus hingga hari kiamat dan meyakini kerasulannya, serta menaati segala yang beliau perintahkan dan larang.
Orang yang menelaah sejarah hidup Rasulullah ini sepakat bahwa beliau adalah sosok agung. Allah Ta’ala telah mengaruniakan kepada beliau akhlak terpuji dan sifat mulia yang tidak dimiliki oleh seorang pun sebelum atau setelah beliau. Bahkan, mungkin hanya dengan membaca sedikit tentang beliau pun sudah dapat menegaskan kebenaran apa yang saya katakan ini.
Allah Ta’ala juga memberi Nabi Muhammad bukti-bukti dan dalil-dalil atas kebenaran kenabian beliau, sehingga mustahil secara akal untuk meragukannya. Barang siapa yang tidak beriman dengan kebenaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam—meski Allah telah memberinya bukti-bukti dan dalil-dalil itu—maka dia tidak mungkin dapat mengakui kenabian sosok lainnya sama sekali.
- Iman kepada hari kiamat
Yaitu dengan meyakini sepenuhnya bahwa setelah kehidupan dunia yang kita jalani ini ada kehidupan lain yang lebih sempurna dan di dalamnya terdapat balasan berupa kenikmatan dan siksaan. Adapun kenikmatan, maka berada di tempat yang bernama “surga”. Sedangkan siksaan berada di tempat yang bernama “neraka”.
Barang siapa yang beriman kepada agama Islam dan menjalankannya, maka tempatnya adalah di surga yang di dalamnya terdapat berbagai bentuk kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak pernah terlintas dalam pikiran. Seluruh kenikmatan dunia tidak sebanding dengan kenikmatan surga sedikit pun. Barang siapa yang masuk surga, maka dia akan merasakan kenikmatan di dalamnya tanpa batas waktu karena sudah tidak ada kematian di sana.
Sedangkan orang yang tidak beriman kepada agama Islam dan menyelisihi hukum-hukumnya, maka tempatnya adalah di neraka yang di dalamnya terdapat api dan berbagai bentuk siksaan yang tidak pernah terbayang dalam pikiran. Seluruh api dan bentuk siksaan di dunia tidak sebanding dengan siksa neraka sedikit pun.
Adanya hisab (perhitungan amal), kenikmatan, dan azab setelah kehidupan dunia ini adalah perkara yang dapat diterima secara akal. Sebab, mustahil dunia dan segala isinya ini ada, lalu semua ini berakhir dan sirna, tetapi tidak ada apa pun setelahnya! Ini adalah suatu kesia-siaan, sedangkan Tuhan Pencipta kita tidak mungkin berbuat sia-sia.
- Iman kepada takdir
Yaitu dengan meyakini bahwa segala gerakan dan diam yang ada di alam semesta ini adalah sesuai dengan ilmu dan kehendak Allah. Sesuatu tidak mungkin terjadi kecuali apa yang Dia kehendaki dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak mungkin terjadi.
Allah Ta’ala telah menulis dalam kitab yang agung (lauhul mahfuzh) segala hal yang akan terjadi di alam semesta ini. Iman kepada takdir juga mengandung keyakinan bahwa Allah adalah pencipta segala sesuatu.
Adapun lima perkara yang terpenting yang harus diamalkan dalam Islam (rukun Islam) adalah:
- Mengucapkan kalimat yang menjadi kunci masuk Islam, yang merupakan kalimat perjanjian antara manusia dengan Tuhannya bahwa ia telah berada dalam agama ini.
Kalimat itu berbunyi,
أشهد ألا إله إلا الله وأشهد أن محمداً رسول الله
Asy-hadu allaa ilaaha illallaah, wa asy-hadu anna muhammadan rasuulullaah
“Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Makna kalimat ini adalah ikrar, pengakuan, dan perjanjian untuk melaksanakan ibadah hanya kepada Allah semata. Ikrar bahwa agama Islam adalah agama yang benar dan Tuhan yang berhak disembah adalah Allah semata, sedangkan sesembahan lainnya itu batil dan agama selain Islam juga batil. Ikrar bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dan harus ditaati dan dipercayai atas segala yang beliau ucapkan.
- Salat
Salat merupakan ucapan, gerakan, dan doa-doa dengan tata cara tertentu, dilakukan sebanyak lima kali setiap hari, dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melakukannya. Untuk melakukan satu salat, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.
Salat adalah hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya. Salat menumbuhkan rasa percaya diri, ketenteraman, dan ketenangan jiwa dalam diri seorang muslim.
- Zakat
Zakat merupakan jumlah harta tertentu yang harus dibayarkan oleh seorang muslim yang memiliki jumlah harta tertentu kepada orang-orang miskin setiap tahun. Zakat yang harus dibayarkan adalah 2,5% dari jumlah hartanya. Jumlah ini hanya sedikit, tetapi dapat menjadikan masyarakat muslim sebagai masyarakat yang saling bersatu dan menyayangi. Zakat mencerminkan makna persaudaraan, kasih sayang, dan rasa cinta di antara pemeluk Islam.
- Puasa
Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan badan selama bulan Ramadan setiap tahun, mulai dari terbitnya waktu fajar hingga terbenamnya matahari.
Namun, orang yang sedang sakit, bepergian jauh, atau memiliki alasan-alasan tertentu lainnya boleh tidak menjalankan puasa. Mereka tetap boleh makan dan minum pada bulan Ramadan, tetapi mereka harus menggantinya dengan berpuasa pada hari lainnya sepanjang tahun sesuai dengan jumlah hari mereka tidak berpuasa setelah alasan-alasan itu berakhir.
Puasa memiliki banyak manfaat dari sisi kesehatan, kejiwaan, dan sosial. Di antaranya adalah mengistirahatkan alat pencernaan beberapa saat, menghadirkan kedamaian jiwa dan kelurusan perilaku bagi seorang muslim.
Puasa menumbuhkan rasa kepedulian seorang muslim kepada saudaranya yang miskin, yang tidak memiliki makanan yang cukup sepanjang tahun, sehingga dirinya menjadi pribadi yang rendah hati dan bersegera untuk memberi bantuan bagi mereka.
- Haji
Haji adalah sebutan bagi pelaksanaan ibadah tertentu yang dilaksanakan di kota Makkah. Haji hanya wajib dilakukan satu kali seumur hidup. Bagi orang yang tidak memiliki biaya atau sakit, maka dia mendapat keringanan untuk tidak melaksanakannya.
Haji memiliki banyak manfaat besar, di antaranya adalah sebagai momen berkumpulnya kaum Muslimin dari seluruh penjuru dunia di satu tempat, membuat mereka saling mengenal, dan menebar kasih sayang di antara mereka. Selain itu, seorang muslim juga dapat meraih kesucian jiwa dan penempaan akhlak berkat suasana keimanan yang dia lalui selama masa pelaksanaan haji.
Demikianlah, semoga pembahasan yang telah disebutkan ini sudah cukup untuk menjelaskan gambaran singkat tentang Islam. Saya serukan juga kepadamu, wahai insan yang belum masuk Islam! Dengarkanlah panggilan dari hati yang tulus dan peduli ini:
“Selamatkanlah dirimu sebelum kematian tiba-tiba datang menjemputmu. Apabila kamu meninggal dunia dalam keadaan belum memeluk Islam, itu akan menjadi kerugian terbesar!”
Apakah kamu mengetahui apa arti dari meninggal dunia di atas agama selain Islam? Itu berarti kamu akan masuk neraka dan mendapat siksaan di dalamnya selama-lamanya, tanpa akhir dan ujung. Seperti itulah Allah mengancam setiap orang yang meninggal dunia di atas agama selain Islam. Lalu mengapa kamu harus mengambil resiko dalam urusan yang sangat genting seperti ini?!
Saya ajukan satu pertanyaan kepadamu, dan jawablah dengan jujur, “Kerugian apa yang kamu dapatkan jika kamu masuk Islam?” Ya, kerugian apa yang kamu dapatkan jika kamu masuk Islam? Jika kamu masuk Islam, kamu tetap dapat menjalankan rutinitas kehidupanmu, tetapi dengan cara yang lebih damai, bahagia, dan teratur. Lalu setelah kematian, kamu ditunggu oleh kebahagiaan terbesar dan kenikmatan yang abadi.
Jika kamu telah mencapai keyakinan akan kebenaran Islam, tetapi kamu khawatir hal itu akan menghalangimu dari kenikmatan-kenikmatan (yang haram) yang tidak dapat kamu tinggalkan, maka kamu harus membandingkan antara kenikmatan sementara dan fana ini dengan kenikmatan yang abadi. Mana yang lebih layak untuk kamu pilih?
Selain itu, kamu juga dapat masuk Islam dan berusaha meninggalkan kenikmatan (yang haram) itu secara bertahap. Apabila kamu berdoa kepada Allah dengan tulus, maka Allah akan memudahkanmu untuk meninggalkannya.
Kemungkinan terburuknya, andai kamu tetap melakukan kenikmatan (yang haram) itu setelah masuk Islam, maka kamu akan menjadi seorang muslim yang berdosa dan bersalah. Ini lebih baik daripada kamu tidak menjadi orang yang beragama Islam.
Adapun jika rintangan yang menghalangimu dari masuk agama Islam adalah kelemahan pribadimu, ketidakmampuanmu dalam mengambil keputusan, atau ketakutanmu terhadap ucapan dan hinaan seseorang, maka ketahuilah bahwa ketakutan-ketakutan itu sama sekali tidak nyata.
Kamu bukan orang pertama yang masuk Islam. Banyak orang lain yang telah mengambil keputusan ini (masuk Islam), tetapi kehidupan mereka tidak hancur, tidak merasakan kerugian sedikit pun, dan tidak pula menyesal. Selain itu, apakah masuk akal jika kamu mengorbankan dirimu dan kebahagianmu di dunia dan akhirat hanya karena ucapan, celaan, dan hinaan seseorang? Hal ini sangat layak untuk banyak kamu renungkan dan pikirkan.
Kalimat terakhirku untukmu, jangan sampai kamu merugikan dirimu. Saya memohon kepada Allah Ta’ala agar mengaruniakan kepadamu petunjuk menuju kebenaran.
Ditulis oleh orang yang mengharap kebaikan untukmu,
Dr. Shalih bin Abdul Aziz Sandi
***
Sumber:
aqeeda.sa/articles/71/هل-تبحث-عن-السعادة-
🔍 Hukum Minta Maaf Sebelum Ramadhan, Hukum Dagang Menurut Islam, Cara Solat Istiharoh, Sholat Fajar Dan Qabliyah Subuh, Perempuan Berdoa
