Basmalah Termasuk al-Fatihah atau Bukan?

Pertanyaan:

Assalamu ’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz, mohon dijelaskan tentang lafadz ‘basmalah’ dalam awal surah al-Fatihah, ada ulama yang tidak memakai dan ada yang memakai. Ana bingung, apakah bismillah ayat pertama dalam al-Fatihah atau tidak? Syukron

Jawab:

Alhamdulillah anda sudah bersikap benar dalam hal ini, karena ketika bingung segera bertanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan:

فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ

“Sesungguhnya obatnya tidak tahu adalah bertanya.” (HR. Ahmad, Abu daud, dan ibnu Majah)

Mengenai masalah basmalah apakah termasuk surat al-Fatihah atau tidak, para ulama bersilang pendapat. Sebagiannya memasukkannya dalam surat al-Fatihah dan sebagian lain tidak memasukkannya. Menurut pendapat yang rojih menurut syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam risalah beliau berjudul “Ushulun fi at-Tafsir” adalah pendapat yang tidak memasukkannya kedalam surat al-Fatihah berdasarkan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ { الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ }قَالَ اللَّهُ تَعَالَى حَمِدَنِي عَبْدِي وَإِذَا قَالَ{ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ }قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي وَإِذَا قَالَ{ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ }قَالَ مَجَّدَنِي عَبْدِي فَإِذَا قَالَ{ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ }قَالَ هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ{ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ }قَالَ هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ

Dari Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah subhanahu wata’alaa berfirman: Aku membagi sholat (al-Fatihah) menjadi dua bagian untuk-Ku dan untuk hamba-Ku dan hamba-Ku mendapatkan semua yang diminta. 

Apabila hamba menyatakan: (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ), Allah subhanahu wata’alaa berfirman: Hamba-Ku telah memuja-Ku.

Apabila hamba menyatakan: (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) , Allah subhanahu wata’alaa berfirman: Hamba-Ku telah memuji-Ku.

Apabila menyatakan: (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ) , maka Allah subhanahu wata’alaa befirman: Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku

Apabila menyatakan: (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) maka Allah berfirman: Ini adalah antara-Ku dan hamba-Ku dan hamba-Ku mendapatakan semua yang dimintanya. 

Apabila hamba menyatakan: 

(اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ) maka Allah subhanahu wata’alaa berfirman: ini untuk hamba-Ku dan hamba-Ku berhak mendapatkan semua yang dimintanya. (HR Muslim)

Adapun berdasarkan rangkaian ayat dalam surat ini, hal tersebut ditinjau dari sisi maknanya. Ulama telah menyepakati bahwa surat al-Fatihah berisi tujuh ayat. Jika kita ingin membagi surat al-Fatihah menjadi tujuh bagian maka engkau dapati bahwa ayat pertengahannya adalah: Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan).

Pada ayat inilah Allah menjawab bacaan hamba-Nya: “Aku membagi shalat (surat al-Fatihah) menjadi dua bagian, separuh untuk-Ku dan separuh untuk hamba-Ku.”

Sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas. Jadi, ada tiga ayat untuk Allah, yaitu ayat pertama, kedua, dan ketiga. Tiga ayat untuk hamba, yaitu tiga ayat terakhir dan satu ayat pertengahan yaitu ayat keempat untuk Allah dan untuk hamba.

Pendapat syeikh Muhammad bin shalih al-Utsaimin ini juga didukung oleh hadis Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku pernah shalat bermakmum di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar, dan Utsman radhiyallahu ‘anhum. Mereka semua membuka shalat dengan membaca: ‘Al-Hamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin’ dan tidak membaca ‘Bismillahirrahmanirrahiim’ di awal bacaan maupun di akhirnya.” (HR. Muslim)

Maksudnya mereka tidak mengeraskan bacaannya. 

Membedakan antara basmalah dengan hamdalah dalam hal dikeraskan dan tidaknya menunjukkan bahwa basmalah tidak termasuk dalam surat al-Fatihah. Dan juga ditinjau dari sisi lafalnya, apabila kita katakan bahwa basmalah termasuk salah satu ayat dalam surat al-Fatihah berarti ayat ketujuh menjadi sangat panjang, hampir setara dengan dua ayat. Padahal sebagaimana dimaklumi, pada dasarnya panjang pendek ayat-ayat dalam sebuah surat hampir seragam satu sama lainnya.

Maka pendapat yang rojih adalah basmalah tidak termasuk dalam surat al-Fatihah, sebagaimana halnya basmalah juga tidak termasuk dalam surat-surat lainnya.

Wallahu a’lam.

***

Dijawab oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk AndroidDownload Sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

REKENING DONASI:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

🔍 Bersetubuh, Hukum Mencabut Bulu Alis, Dasar Hukum Nisfu Sya Ban, Ciri Mati Khusnul Khotimah, Walpaper Bulan, Cara Berhubungan Dalam Islam, Doa Mandi Wajib Setelah Melahirkan

 

Flashdisk Video Cara Shalat dan Bacaan Shalat

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO CARA SHOLAT, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28