Mari bersama menabung pahala amal jariyah untuk kehidupan kita kelak di akhirat.   BSI: 7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network  

Seluruh dana untuk operasional produksi konten dakwah di Yufid: Yufid.TV, YufidEDU, Yufid Kids, website dakwah (KonsultasiSyariah.com, Yufid.com, KisahMuslim.com, Kajian.Net, KhotbahJumat.com, dll).

Yufid menerima zakat mal untuk operasional dakwah Yufid

Nasehat

Jadilah Hamba Terbaik pada Hari Kiamat

Oleh:

Husain Ahmad Abdul Qadir

Bismillah. Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, juga kepada keluarga dan para sahabat seluruhnya. Amma ba’du:

Hari kiamat merupakan hari yang penuh dengan huru-hara, hari ketika setiap orang berusaha untuk berlari menyelamatkan diri, karena apa yang ia temui pada hari itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَقُولُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ * كَلَّا لَا وَزَرَ * إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ

“Pada hari itu manusia berkata: ‘Ke mana tempat lari?’ Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung. Hanya kepada Tuhanmu pada hari itu tempat kembali.” (QS. Al-Qiyamah: 10-12).

Berkaitan dengan tafsir ayat yang mulia ini, Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala berkata: “Yakni apabila manusia telah melihat huru-hara dan kengerian hari kiamat, ia ingin untuk lari dari itu semua sambil berkata: ‘Ke mana tempat lari?’ Yakni, apakah ada tempat untuk berlindung dan menghindar?’ Sedangkan makna firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: ‘Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung’ Yakni tidak ada keselamatan darinya, hanya kepada Allahlah tempat kembali.” (Tafsir Ibnu Katsir).

Kengerian itu mengharuskan kita untuk menyiapkan diri dengan sebaik-baik bekal, yaitu amal saleh. Sedangkan amalan yang paling mudah dan paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah berzikir kepada-Nya. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam telah mengabarkan kepada kita dalam As-Sunnah dengan kabar-kabar gembira yang agung, yang berupa amalan-amalan yang apabila seorang hamba mengamalkannya, ia akan termasuk hamba terbaik pada hari kiamat. Amalan-amalan ini adalah sekumpulan zikir-zikir syar’i yang akan dijelaskan sebagai berikut:

Pertama: Mengucapkan kalimat “Subhanallahi wa bihamdihi” seratus kali

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu Ta’ala bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، مِائَةَ مَرَّةٍ، لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

“Barang siapa yang mengucapkan pada waktu pagi dan petang: ‘Subhanallahi wa bihamdihi’ sebanyak seratus kali, maka tidak ada seorang pun pada hari kiamat yang datang dengan amalan yang lebih baik darinya, kecuali orang yang mengucapkan sejumlah itu atau lebih banyak.” (HR. Muslim no. 2692).

Suatu bentuk keagungan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Santun lagi Mulia bahwa orang yang mengucapkan zikir ini seratus kali juga akan meraih seratus pohon kurma di surga. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barang siapa mengucapkan: ‘Subhanallahi wa biḥamdihi’, maka akan ditanamkan untuknya satu pohon kurma di surga.” (Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no. 1539).

Kedua: Mengucapkan “Subhanallahil ‘azhim wa bihamdihi” seratus kali

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu Ta’ala bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي: سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ، مِائَةَ مَرَّةٍ، لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

“Barang siapa yang mengucapkan pada waktu pagi dan petang: ‘Subhanallahil ‘azhim wa bihamdihi’ sebanyak seratus kali, maka tidak ada seorang pun pada hari kiamat yang datang dengan amalan yang lebih baik darinya, kecuali orang yang mengucapkan sejumlah itu atau lebih banyak.” (Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no. 653).

Suatu bentuk keagungan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Santun lagi Mulia bahwa orang yang mengucapkan zikir ini seratus kali juga akan meraih seratus pohon kurma di surga. Keutamaan ini telah dijelaskan kepada kita oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu Ta’ala ‘anhuma bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ، غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barang siapa mengucapkan: ‘Subhanallahil ‘azhim wa biḥamdihi’, maka akan ditanamkan untuknya satu pohon kurma di surga.” (HR. At-Tirmidzi no. 3465).

Ketiga: Mengucapkan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu Ta’ala bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِي، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ

“Barang siapa mengucapkan: ‘Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir’ sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya seperti memerdekakan sepuluh budak, dituliskan baginya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, dan menjadi pelindung baginya dari setan pada hari itu hingga sore. Tidak ada seorang pun yang datang dengan amalan yang lebih baik darinya, kecuali orang yang mengamalkan lebih banyak dari itu.” (HR. Al-Bukhari no. 3293).

Dalam hadis yang mulia ini terdapat zikir yang agung, balasan yang mulia, dan keutamaan yang melimpah. Betapa mudah amalan ini seandainya kita konsisten mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain, sehingga kita menjadi golongan hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala terbaik pada hari kiamat, dan agar kita dapat memetik buahnya berupa memerdekakan budak, penambahan kebaikan, penghapusan keburukan, dan perlindungan dari kejelekan setan.

Keempat: Banyak mengucapkan “Alhamdulillah”

Diriwayatkan dari Imran bin Al-Hushain Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

إِنَّ أَفْضَلَ عِبَادِ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْحَمَّادُونَ

“Sesungguhnya sebaik-baik hamba Allah pada hari kiamat adalah orang-orang yang banyak bertahmid (mengucapkan Alhamdulillah).” (Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami no. 1571).

Tidak diragukan bahwa bertahmid merupakan salah satu amalan yang paling agung dan mulia. Hal pertama yang didapatkan setiap hamba di dunia ini adalah karunia dan nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga pujian kepada-Nya merupakan tanda baiknya penghambaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Agung. 

Orang yang mencermati hal-hal berharga yang tersimpan dalam sunah Nabi pasti akan mendapati banyaknya pahala yang dapat diraih dari bertahmid. Setiap kali seorang Muslim mengucapkan kalimat: “Subhanallahi wal hamdu lillah, wa laa ilaaha illallahu wallahu Akbar” ia akan meraih pahala sedekah, sebagaimana yang diriwayatkan Abu Dzar Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَدَّقُونَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ

“Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, dan setiap tahlil adalah sedekah.” (HR. Muslim no. 1006).

Setiap kali seorang muslim mengucapkan: “Subhanallahi wal hamdu lillah, wa laa ilaaha illallahu wallahu Akbar” akan ditanamkan baginya satu pohon di surga. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى غِرَاسٍ هُوَ خَيْرٌ مِنْ هَذَا؟ تَقُولُ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ؛ يُغْرَسُ لَكَ بِكُلِّ كَلِمَةٍ مِنْهَا شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ

“Maukah aku tunjukkan kepadamu suatu tanaman (amal) yang lebih baik dari ini? Engkau mengucapkan: ‘Subhanallahi wal hamdu lillah, wa laa ilaaha illallahu wallahu Akbar’ maka akan ditanamkan bagimu dengan setiap kalimat itu satu pohon di surga.” (Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no. 1549).

Di antara bentuk agungnya keutamaan tahlil dan tasbih disebutkan dalam wasiat Nabi Nuh Alaihissalam, sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Ta’ala ‘anhuma bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ نُوحًا لَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ قَالَ لِابْنِهِ: إِنِّي قَاصٌّ عَلَيْكَ الْوَصِيَّةَ: آمُرُكَ بِاثْنَتَيْنِ، وَأَنْهَاكَ عَنْ اثْنَتَيْنِ؛ آمُرُكَ بِـ (لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ)؛ فَإِنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ وَالْأَرَضِينَ السَّبْعَ لَوْ وُضِعَتْ فِي كِفَّةٍ، وَوُضِعَتْ “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ” فِي كِفَّةٍ، رَجَحَتْ بِهِنَّ “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ”، وَلَوْ أَنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ وَالْأَرَضِينَ السَّبْعَ كُنَّ حَلْقَةً مُبْهَمَةً، قَصَمَتْهُنَّ “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ”، وَ”سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ”؛ فَإِنَّهَا صَلَاةُ كُلِّ شَيْءٍ، وَبِهَا يُرْزَقُ الْخَلْقُ

“Sesungguhnya Nabi Allah Nuh ketika akan wafat berkata kepada anaknya: Aku akan menyampaikan kepadamu suatu wasiat: aku perintahkan kepadamu dua perkara dan aku larang kamu dari dua perkara. Aku perintahkan kamu dengan (ucapan) ‘Laa ilaha illallah’, karena seandainya tujuh langit dan tujuh bumi diletakkan pada satu timbangan, dan ‘Laa ilaha illallah’ diletakkan pada timbangan yang lain, niscaya ‘Laa ilaha illallah’ lebih berat dari semuanya. Dan seandainya tujuh langit dan tujuh bumi itu seperti sebuah cincin yang tertutup, niscaya ‘Laa ilaha illallah’ akan mematahkannya. Dan (ucapkanlah) ‘Subhanallah wa bihamdihi’, karena ia adalah shalatnya seluruh makhluk, dan dengannya makhluk diberi rezeki.” (Dishahihkan Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah no. 134).

Dalam hadis yang mulia ini terdapat penjelasan mulianya zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kemuliaan ucapan “Laa ilaha illallah”, karena ucapan ini adalah syiar agama Islam dan para pemeluknya. Ia juga kunci bagi nikmat-nikmat surga yang agung yang Allah Subhanahu wa Ta’ala siapkan bagi para hamba-Nya yang bertauhid. Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam juga menjelaskan bahwa ucapan “Subhanallah wa bihamdihi” merupakan kunci rezeki. Barang siapa yang menginginkan rezeki yang melimpah, keberkahan dalam agama, aib yang ditutupi, kesehatan, keturunan, afiyat, ampunan, dan keridhaan, hendaklah ia memperbanyak ucapan “Subhanallah wa bihamdihi”.

Zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah salah satu tanda kemuliaan seorang hamba yang Allah Subhanahu wa Ta’ala karuniakan. Ibnu Al-Qayyim Rahimahullahu Ta’ala berkata: “Di antara faedah zikir adalah menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutnya, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan: ‘Karena itu, ingatlah Aku, niscaya Aku ingat (pula) kalian. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari-Ku.’ (QS. Al-Baqarah: 152).

Seandainya tidak ada keutamaan zikir kecuali ini, niscaya ini sudah cukup menjadi keutamaan dan kemuliaan.”

Saudaraku yang mulia! Kita harus berusaha konsisten mengucapkan zikir-zikir ini, mewasiatkannya kepada kaum Muslimin, mengajarkannya kepada keluarga, anak-anak, tetangga, dan teman, dan menyebarkannya di media-media sosial. Lalu berbahagialah dengan kebaikan, rezeki, ketenteraman, dan kebahagiaan, wahai orang yang berkontribusi dalam menyampaikan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Agung, dan menjelaskan sunnah Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam.

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa berzikir, dan menunaikan puja dan puji syukur. 

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam. Salawat dan salam kita haturkan kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, dan kepada keluarga, para sahabat, dan setiap orang yang mengikuti jejak beliau dengan sebaik-baiknya hingga hari kiamat.

Sumber:

https://www.alukah.net/sharia/11875/126132/كن-من-أفضل-العباد-يوم-القيامة/

Sumber artikel PDF

🔍 Hukum Tambal Gigi, Anak Yatim Artinya, Arti Walimatul Aqiqah, Bacaan Sebelum Dzikir, Hukum Baca Quran

Visited 1 times, 1 visit(s) today

QRIS donasi Yufid