Oleh:
Abdul Khaliq Muhammad Manshur Muhammad
Banyak orang yang merasa hatinya sempit, penuh kegalauan dan keluh kesah sedari pagi, yang turut mengubah hidupnya dan keluarganya menjadi gelisah dan keruh. Namun, sebenarnya ada beberapa perkara yang sepatutnya dilakukan oleh seorang pribadi muslim setiap hari, karena aktivitas-aktivitas ini telah teruji, dan di sini saya ingin menyampaikannya kepada orang lain agar turut mendapat manfaat darinya, bagaimana agar engkau menjalani hari dengan bahagia?
Saya tekankan bahwa hidup yang bahagia berkaitan erat dengan lebih mendekatnya seseorang kepada Tuhannya; dan terdapat beberapa perkara harian yang dapat membantumu untuk hal itu. Di antara perkara yang akan menggugah kebahagiaan setiap hari adalah:
1. Laksanakanlah salat Subuh secara berjamaah. Ingatlah sabda Rasul Shalallahu Alaihi Wassalam:
مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ، فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللهِ حَتَّى يُمْسِيَ
“Barang siapa yang melaksanakan salat Subuh secara berjamaah, maka ia berada dalam jaminan (perlindungan) Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga waktu petang tiba.” Ketika engkau telah melakukannya, maka pastikanlah bahwa engkau akan menjalani harimu dengan tenang, jauh dari tekanan mental di tempat kerja. Engkau akan hidup dengan penuh ketenteraman batin.
2. Bacalah beberapa ayat Al-Qur’an sebisamu
karena Al-Qur’an dapat mengundang spiritualitas yang luar biasa dan menyentuh relung jiwa manusia. Namun, membaca Al-Qur’an setelah salat Subuh punya spiritualitas tersendiri. Menggugah ketenangan dan kedamaian dalam jiwa yang terus membersamainya sepanjang hari. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra: 78).
3. Menunggu di tempat salat hingga matahari terbit, lalu dirikanlah shalat dua rakaat, agar dicatat bagimu pahala haji dan umrah sepenuhnya.
Hal ini berdasarkan hadis Anas yang diriwayatkan At-Tirmidzi dan hadis Ibnu Umar serta hadis-hadis lain dalam bab ini yang diriwayatkan Ath-Thabrani dan perawi lainnya. Hadis-hadis ini dengan kesemua jalur periwayatannya menurut banyak ulama termasuk hadis hasan li-ghairihi. Hadis ini berbunyi:
مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ جَلَسَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كُتِبَ لَهُ أَجْرُ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ
“Barangsiapa yang melaksanakan salat Subuh secara berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu melaksanakan salat dua rakaat, maka dicatat baginya pahala haji dan umrah secara sempurna.” (HR. At-Tirmidzi no. 586 dan dihasankan Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi no. 480). Dan dalam riwayat Ath-Thabrani menggunakan redaksi:
وَصَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى
“lalu ia melaksanakan shalat sunnah Dhuha.” (HR. Ath-Thabrani no. 317. Al-Albani mengatakan dalam Shahih at-Targhib no. 469: “Hadits ini hasan li-ghairihi”).
4. Tersenyumlah
Tersenyumlah setelah keluar dari masjid. Mungkin engkau tidak punya harta untuk disedekahkan kepada orang lain, tapi senyum di hadapan saudaramu sudah bernilai sedekah, berdasarkan sabda Rasul Shalallahu Alaihi Wassalam:
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.”
5. Tunaikanlah hak-hak jalan
Ketika engkau pergi ke tempat mana pun, jawablah salam orang yang engkau temui di jalan, dan jauhkan gangguan yang menghadang jalan. Diriwayatkan dari Imran bin Al-Hushain Radhiyallahu ‘anhuma bahwa pernah ada seorang lelaki yang menghampiri Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam lalu mengucapkan: “Assalamu’alaikum!” Lalu beliau menjawab salam itu kemudian orang itu duduk.
Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam lalu bersabda: “Sepuluh” (Yakni sepuluh pahala kebaikan). Kemudian datang orang lainnya dan berucap: “Assalamu’alaikum warahmatullah,” maka beliau menjawabnya lalu orang itu duduk dan beliau bersabda: “Dua puluh.” Kemudian datang lagi orang lain dan mengucapkan: “Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh”. Beliau menjawabnya lalu orang itu duduk dan beliau bersabda: “Tiga puluh.” (HR. Abu Dawud no. 5195, dan At-Tirmidzi no. 2689 dan beliau berkata: “Ini hadis hasan.” Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi).
Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam juga pernah bersabda:
إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ
“Menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Muslim no. 1668 dan Abu Dawud no. 1285).
6. Tersenyumlah ke wajah keluargamu dan dahuluilah mereka dengan ucapan salam.
Apabila Nabi saja bersabda: “Senyummu di hadapan saudaramu itu sedekah” lalu bagaimana jika kamu mengamalkannya kepada istri dan anak-anakmu? Senyuman adalah kunci pembuka hati.
Hubunganmu dengan pasanganmu harus penuh dengan cinta dan kasih sayang. Betapa indahnya apabila engkau memulai harimu dengan senyuman indah, sikap penuh cinta dan kedamaian saat berbicara dengan pasanganmu! Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21).
7. Berangkatlah ke tempat kerjamu lebih awal
Dahuluilah seluruh rekan kerjamu dengan salam dan senyum, karena itu merupakan kunci pembuka hati. Mulailah pekerjaanmu dengan penuh semangat dan keikhlasan, agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberimu keberkahan dalam hartamu, dan menambah kebaikan yang melimpah untukmu. Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda kepada Saad bin Abi Waqqash:
يَا سَعْدُ، إِنَّكَ لَنْ تُخَلَّفَ فَتَعْمَلَ عَمَلًا تَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللهِ تَعَالَى، إِلَّا ازْدَدْتَ بِهِ خَيْرًا وَدَرَجَةً وَرِفْعَةً
“Wahai Saad, sesungguhnya tidaklah engkau ditinggalkan (berumur panjang) lalu engkau mengerjakan suatu amal yang dengannya engkau mengharap wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala, melainkan dengan amal itu engkau akan bertambah kebaikan, derajat, dan kemuliaan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
8. Sepulang kerja, sambunglah silaturahmi
Karena itu dapat menambah kebaikan dan rezeki sehingga terbuka bagimu pintu-pintu rezeki, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberi keberkahan dalam hartamu dari arah yang tidak engkau sangka. Selain itu, silaturahmi juga amalan yang dapat memasukkan pelakunya ke dalam surga. Diriwayatkan dari Abu Ayyub Al-Anshari Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam: “Sampaikanlah kepadaku tentang amalan yang memasukkanku ke dalam surga.” Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
تَعْبُدُ اللهَ، وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ
“Engkau menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR. Al-Bukhari no. 1396 dan Muslim no. 14).
Diriwayatkan juga dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
إِنَّ الرَّحِمَ شُجْنَةٌ مُتَمَسِّكَةٌ بِالْعَرْشِ، تَكَلَّمُ بِلِسَانٍ ذُلَقٍ: اللَّهُمَّ صِلْ مَنْ وَصَلَنِي، وَاقْطَعْ مَنْ قَطَعَنِي، فَيَقُولُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ، وَإِنِّي شَقَقْتُ لِلرَّحِمِ مِنِ اسْمِي؛ فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ بَتَكَهَا بَتَكْتُهُ
“Sesungguhnya rahim (tali persaudaraan) itu adalah akar yang terjalin erat pada Arsy, ia berbicara dengan lidah yang fasih: ‘Ya Allah, sambunglah orang yang menyambungku dan putuslah orang yang memutusku.’ maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‘Aku adalah Ar-Rahman Ar-Rahim, dan sesungguhnya Aku telah membelah bagi rahim itu dari nama-Ku, maka barang siapa yang menyambungnya akan Aku sambung (dengan rahmat-Ku), dan barangsiapa yang memutusnya akan Aku putus (dari rahmat-Ku).’” (Diriwayatkan Imam Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad. Disebutkan juga dalam Majma az-Zawaid jilid 5 hlm. 151 dengan redaksi dari riwayatnya, ia (Al-Haitsami) berkata: “Hadis ini diriwayatkan Al-Bazzar dan sanadnya hasan.” Disebutkan juga dalam At-Targhib wa At-Tarhib jilid 3 hlm. 340, dan penulisnya (al-Albani) berkata: “Sanadnya hasan”).
9. Dirikanlah semua salat lima waktu secara berjamaah di Masjid.
karena itu dapat meningkatkan amal kebaikanmu, menambah kekuatan imanmu, dan menghadirkan kedamaian dalam jiwamu. Rasul Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي جَمَاعَةٍ تَضْعُفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا؛ وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ، لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ، فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ، تَقُولُ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ – وَفِي رِوَايَةٍ: مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ، مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ – وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ
“Salat seseorang secara berjamaah dilipatgandakan pahalanya atas salatnya di rumah atau di pasarnya sebanyak 25 kali lipat, yang demikian itu karena apabila ia berwudhu lalu membaguskan wudhunya, kemudian keluar menuju masjid dengan tujuan semata-mata untuk salat, maka tidaklah ia melangkah satu langkah kecuali diangkat baginya satu derajat dan dihapuskan darinya satu dosa. Apabila ia telah salat, maka malaikat terus-menerus bershalawat kepadanya selama ia berada di tempat salatnya dengan mendoakan: ‘Ya Allah, berilah limpahan rahmat kepadanya, Ya Allah, sayangilah dia’.” Dalam sebuah riwayat disebutkan: “Selama ia belum berhadas dan tidak mengganggu orang lain di dalamnya, dan seseorang di antara kalian senantiasa dianggap dalam keadaan salat selama ia sedang menunggu waktu salat tiba.” (HR. Al-Bukhari no. 477, Muslim no. 649, Abu Dawud no. 559, At-Tirmidzi no. 603, dan Ibnu Majah no. 281 dan 786).
Diriwayatkan juga dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Siapa yang ingin berjumpa dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam keadaan muslim, maka hendaklah ia menjaga salat-salat yang digaungkan seruannya ini (salat lima waktu), karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan bagi Nabi kalian sunan al-huda (jalan-jalan petunjuk), dan sungguh salat-salat itu termasuk sunan al-huda. Seandainya kalian mendirikan salat di rumah kalian sebagaimana orang yang salat di rumahnya ini, niscaya kalian akan meninggalkan jalan Nabi kalian.
Apabila kalian meninggalkan jalan Nabi kalian, niscaya kalian akan tersesat. Tidaklah ada seorang lelaki yang berwudhu dengan sebaik-baiknya, lalu menuju salah satu masjid, melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mencatatkan baginya satu kebaikan, meninggikan satu derajat, dan menghapus satu kesalahan darinya pada setiap langkah yang ia ayunkan. Sungguh aku memandang kami (para sahabat) di mana tidak ada orang yang meninggalkan salat berjamaah melainkan orang munafik yang jelas kemunafikannya. Sungguh dulu ada orang yang sampai harus dibawa ke masjid dengan dipapah di antara dua orang sehingga dapat berdiri di shaf.” (Diriwayatkan Imam Muslim no. 654, Abu Dawud no. 550, An-Nasa’i jilid 2 hlm. 108, dan Ibnu Majah no. 777).
10. Membaca Al-Qur’an setiap hari
Agar iman di hatimu bertambah dan cahaya masuk ke dalamnya. Membaca Al-Qur’an juga punya pengaruh positif terhadap seseorang dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Diriwayatkan dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda”:
“Bacalah Al-Qur’an, karena sungguh ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat (penolong) bagi orang-orang yang membacanya dan mengamalkannya.” (HR. Muslim).
Demikianlah sepuluh perkara yang dapat dijalankan oleh seseorang dalam harinya agar hidup dengan damai, tenteram, pikiran yang tenang, dan bahagia yang terus membersamainya. Sebab ia telah mendekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sang Pemberi kehidupan dan kebahagiaan.
Sumber:
https://www.alukah.net/social/0/113204/كيف-تعيش-يومك-سعيدا؟/
🔍 Cara Menumbuhkan Jenggot Menurut Islam, Hadits Keutamaan Bulan Rajab, Puasa Syawal Rumaysho, Niat Puasa Syawalan, Cara Mencari Hari Baik Untuk Pernikahan
