Oleh:
Husain Ahmad Abdul Qadir
Bismillah. Segala puji hanya bagi Allah . Salawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, juga kepada keluarga dan para sahabat seluruhnya. Amma ba’du:
Dalam As-Sunnah An-Nabawiyah terdapat penjelasan agung untuk mengetahui amalan-amalan yang menjadi sebab para malaikat yang mulia mendoakan kita. dan doa dari para malaikat adalah doa yang mustajab dengan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).
Untuk menjelaskan pentingnya kesungguhan besar dalam menjalankan amalan-amalan yang menjadi sebab doa para malaikat yang mulia, Ibnu Baththal Rahimahullah mengatakan: “Siapa yang banyak dosanya, dan ingin agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menghapus dosa-dosa itu darinya tanpa harus berlelah-lelah, maka hendaklah ia berusaha tetap berada di tempat salatnya setelah melaksanakan salat, agar memperbanyak doa para malaikat yang mulia dan permohonan ampun mereka baginya, karena doa tersebut sangat besar harapannya untuk dikabulkan, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’alaa: ‘Dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang Dia ridhai’ (QS. Al-Anbiya: 28).
Rasul Shalallahu Alaihi Wassalam juga telah mengabarkan: ‘Siapa yang ucapan aminnya bersamaan dengan ucapan amin para malaikat, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni’ (HR. Al-Bukhari no. 6402).
Dan ucapan amin para malaikat hanya sekali ketika imam mengucapkan amin saja. Sedangkan doa para malaikat bagi orang yang tetap duduk di tempat salatnya akan terus menerus dan berkelanjutan, selagi ia masih duduk di sana, sehingga itu lebih besar harapannya untuk dikabulkan.” (Disadur dari kitab Syarh Shahih Al-Bukhari jilid 2 hlm. 95).
Berikut ini adalah penjelasan atas beberapa amalan yang dapat menjadi sebab doa malaikat yang mulia bagi kita. Amalan-amalan agung ini merupakan bekal bagi orang-orang beriman, agar bisa dikejar keutamaannya dan selalu diusahakan untuk diajarkan kepada orang lain:
Pertama: Ketika kamu bersedekah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala anhu dari Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bahwa beliau bersabda:
“Tidaklah satu hari para hamba memasuki waktu paginya, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berkata: ‘Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak.’ Dan yang lainnya berkata: ‘Ya Allah, berilah kehancuran bagi orang yang pelit.’” (HR. Al-Bukhari no. 1442).
Infak merupakan salah satu amalan yang paling agung dan mulia, ia memiliki keutamaan di dunia dan akhirat. Di antara keajaiban keutamaan tersebut adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala menugaskan para malaikat-Nya untuk berdoa bagi orang yang tekun mengerjakan amal saleh ini agar mendapat ganti atas harta yang ia infakkan, dan berdoa bagi orang yang menolak berinfak agar mendapat kehancuran. Dalam hadis tersebut terdapat dorongan besar untuk senantiasa konsisten bersedekah. Sungguh beruntung orang yang selalu yakin dengan ganti di dunia dan akhirat berkat kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi orang yang telah bersedekah dan berinfak.
Kedua: Ketika engkau menunggu pelaksanaan salat di Masjid
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
“Malaikat senantiasa mendoakan salah seorang dari kalian selama ia berada di tempat salatnya, selama ia belum berhadats dengan doa: ‘Ya Allah, ampunilah dia, ya Allah, rahmatilah dia.’ Dan seseorang di antara kalian tetap dianggap mengerjakan salat selama salat itu menahannya (di tempat salatnya), tidak ada yang menahannya untuk kembali kepada keluarganya kecuali salat.” (HR. Al-Bukhari no. 659).
Oleh sebab itu, wahai saudaraku yang mulia, barang siapa yang hatinya terpaut dengan Masjid dan sungguh-sungguh dalam memanfaatkan kesempatan menunggu pelaksanaan salat, maka ia telah mengetuk salah satu pintu agung dari pintu-pintu rahmat dan kebaikan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Pemberi rasa aman, Maha Baik, Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.
Ketiga: Ketika engkau mengajarkan kebaikan kepada orang lain
Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Pernah disebutkan kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dua orang, salah satunya ahli ibadah, dan yang lainnya orang berilmu. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam lalu bersabda: “Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian.” Kemudian beliau menambahkan: “Sesungguhnya Allah, para malaikat, serta penghuni langit dan bumi, bahkan seekor semut di sarangnya dan bahkan juga ikan paus, semuanya bersalawat bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. At-Tirmidzi no. 2685).
Mengajarkan kebaikan kepada orang lain adalah jalan hidup seorang Muslim. Siapa yang menghayati kebaikan-kebaikan yang ada pada amalan menunjukkan kebaikan dan berpegang pada perkara-perkara yang utama, maka sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengaruniakannya sungai kebaikan yang terus mengalir, sehingga makhluk-makhluk selalu mendoakannya di setiap pagi dan petang.
Keempat: Ketika menjenguk orang sakit dan mengunjungi saudara karena mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
“Barang siapa yang menjenguk orang sakit, atau mengunjungi saudaranya seiman, maka akan ada penyeru yang berseru: ‘Semoga engkau baik, langkahmu baik, dan menempati tempat tinggal di surga.” (HR. At-Tirmidzi no. 2008).
Hadis yang mulia ini mendukung penguatan persaudaraan antara kaum Muslimin dan saling mengunjungi. Siapa yang ingin menempati tempat-tempat agung di surga, hendaklah ia tekun mengunjungi saudara dan menjenguk orang sakit. Ada sebagian kaum Muslimin yang pergi ke rumah sakit untuk menjenguk saudaranya seiman yang belum pernah mereka kenal sebelumnya, dan ini merupakan tanda keimanan dan bukti kebaikan.
Kelima: Mendoakan orang lain
Diriwayatkan dari Shafwan bin Abdullah bin Shafwan Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku sampai di negeri Syam lalu mendatangi Abu Ad-Darda di rumahnya, tapi aku tidak mendapatinya di rumah, dan hanya mendapati Ummu Ad-Darda. Ummu Ad-Darda lalu bertanya kepadaku: ‘Apakah engkau akan pergi haji tahun ini?’ Aku pun menjawab: ‘Ya.’ Ia berkata: ‘Kalau begitu, doakanlah kebaikan untuk kami, karena Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda:
‘Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa mustajab. Di dekat kepalanya ada malaikat yang ditugaskan, setiap kali ia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata: ‘Amin, dan bagimu seperti itu pula.’” (HR. Muslim no. 2733).
Di antara tanda paling jelas dari hati yang bersih adalah mendoakan kaum Muslimin tanpa sepengetahuan mereka. Seorang mukmin akan selalu berusaha mendoakan saudara-saudaranya agar mendapat jalan keluar dari musibah mereka, hilang kegelisahan mereka, dan ditambah rezeki mereka, mendoakan seluruh kaum Muslimin dan umat Islam dengan kebaikan, dan keselamatan di dunia dan akhirat.
Keenam: Ketika engkau makan sahur
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
“Sahur adalah makanan yang diberkahi, maka janganlah kalian meninggalkannya meski hanya dengan meneguk seteguk air, karena Allah dan para malaikat-Nya bersalawat kepada orang-orang yang sahur.” (Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 1070).
Termasuk dalam keutamaan hadis yang mulia ini orang yang berkontribusi menyiapkan makanan sahur dan yang membangunkan orang-orang untuk sahur, karena orang yang mengajak kepada kebaikan seperti orang yang melakukan kebaikan itu, sebagaimana yang telah disampaikan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam kepada kita.
Ketujuh: ketika engkau salat di shaf pertama
Diriwayatkan dari Al-Bara bin Azib Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
“Janganlah kalian berselisih, sehingga hati kalian menjadi berselisih.” Dan beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang ada di shaf-shaf pertama. Janganlah barisan kalian tidak beraturan, sehingga hati kalian menjadi saling berselisih. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang ada di shaf yang pertama.” (Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no. 513).
Salat di shaf pertama adalah salah satu bukti terkuat atas tulusnya jawaban seorang hamba terhadap panggilan Tuhannya Subhanahu wa Ta’ala. Barang siapa yang mendapat barisan di shaf pertama ketika salat, maka ia termasuk orang-orang yang beruntung dan meraih rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Pemurah.
Kedelapan: Ketika engkau menyambung shaf-shaf salat
Diriwayatkan dari Ummul Mu’minin Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang menyambung (merapatkan) shaf. Barang siapa yang menutup celah di shaf, maka Allah akan meninggikan satu derajatnya.” (HR. Ibnu Majah: 821).
Menyambung atau merapatkan shaf dalam salat termasuk amalan yang sangat mudah dilakukan, amalan yang membutuhkan konsistensi dalam setiap salat dan para jemaah salat harus diingatkan tentang keutamaan dan besarnya pengaruhnya. Dalam amalan ini terdapat tiga keutamaan besar, yaitu rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, doa para malaikat ‘alaihimussalam, dan peningkatan derajat.
Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Mulia lagi Maha Agung agar mengaruniakan kepada kita keridhaan-Nya, memberi kenikmatan kepada kita dengan kebaikan-Nya, dan mengampuni kita, orang tua kita, dan kaum Muslimin seluruhnya.
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam. Salat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi kita Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, dan kepada keluarga dan para sahabat beliau semua, serta orang-orang yang mengikuti jejak beliau dengan sebaik-baiknya hingga hari kiamat.
Sumber:
https://www.alukah.net/sharia/11875/123338/كيف-تدعو-لك-الملائكة-عليهم-الصلاة-والسلام؟/
🔍 Hukum Mengkafirkan Orang, Makan Ulat, Najis Air Kencing Bayi, Dampak Negatif Onani, Perbuatan Keji Dan Mungkar
