Mari bersama menabung pahala amal jariyah untuk kehidupan kita kelak di akhirat.   BSI: 7086882242
a.n. Yayasan Yufid Network  

Seluruh dana untuk operasional produksi konten dakwah di Yufid: Yufid.TV, YufidEDU, Yufid Kids, website dakwah (KonsultasiSyariah.com, Yufid.com, KisahMuslim.com, Kajian.Net, KhotbahJumat.com, dll).

Yufid menerima zakat mal untuk operasional dakwah Yufid

Sholat

Doa-Doa dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Disarankan untuk Dibaca saat Qunut Witir

Bismillahirrahmanirrahim.

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat, salam, dan keberkahan semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga, dan para sahabat beliau. 

Amma ba’du.

Ada sebagian dari imam-imam masjid yang sedikit berlebihan dalam membaca doa pada qunut witir, di akhir salat tarawih dan tahajud pada bulan Ramadan. Di antara mereka juga ada yang membacanya dengan irama-irama tertentu dan kalimat-kalimat bersajak. Namun, agar kita mendapat perlindungan dan keselamatan dalam perkara ini, hendaklah kita lebih memberi perhatian pada doa-doa yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang sahih.

Oleh sebab itu, dalam risalah ini saya berniat untuk menyebutkan sejumlah doa yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai isyarat bagi para imam masjid agar membaca doa-doa tersebut saat qunut witir. Berikut adalah doa-doa itu:

Dimulai dengan doa yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang beliau ajarkan kepada Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma. Ia mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajariku kalimat-kalimat untuk aku baca saat qunut witir:

الَّلهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي بِرَحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

(ALLAHUMMAHDINII FIIMAN HADAITA, WA ‘AAFINII FIIMAN ‘AAFAITA, WA TAWALLANII FIIMAN TAWALLAITA, WA BAARIK LII FIIMAA A’THAITA, WA QINII BIRAHMATIKA SYARRA MAA QADHAITA. FA-INNAKA TAQDHII WALAA YUQDHAA ‘ALAIKA, WA INNAHU LAA YADZILLU MAN WAALAITA, WALAA YA’IZZU MAN ‘AADAITA. TABAARAKTA RABBANAA WA TA’AALAITA)

‘Ya Allah berikanlah petunjuk kepadaku sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah keselamatan kepadaku sebagaimana orang yang telah Engkau beri keselamatan, berilah perlindungan kepadaku sebagaimana orang yang telah Engkau beri perlindungan, berilah keberkahan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan kepadaku, dan lindungilah aku dengan rahmat-Mu dari keburukan yang telah Engkau tetapkan.

Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan bukan yang mendapat ketetapan, dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau bela, serta tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Luas kebaikan-Mu wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau (dari segala hal yang tidak layak dengan kesempurnaan dan kemuliaan-Mu).’” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 1425 dengan sanad sahih)

Hendaklah imam membaca doa ini dengan menggunakan kata ganti jamak, seperti berikut:

  • الَّلهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنَا بِرَحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

(ALLAHUMMAHDINAA FIIMAN HADAITA, WA ‘AAFINAA FIIMAN ‘AAFAITA, WA TAWALLANAA FIIMAN TAWALLAITA, WA BAARIK LANAA FIIMAA A’THAITA, WA QINAA BIRAHMATIKA SYARRA MAA QADHAITA. FA-INNAKA TAQDHII WALAA YUQDHAA ‘ALAIKA, WA INNAHU LAA YADZILLU MAN WAALAITA, WALAA YA’IZZU MAN ‘AADAITA. TABAARAKTA RABBANAA WA TA’AALAITA)

“Ya Allah berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah keselamatan kepada kami sebagaimana orang yang telah Engkau beri keselamatan, berilah perlindungan kepada kami sebagaimana orang yang telah Engkau beri perlindungan, berilah keberkahan bagi kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan kepada kami, dan lindungilah kami dengan rahmat-Mu dari keburukan yang telah Engkau tetapkan.

Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan bukan yang mendapat ketetapan, dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau bela, serta tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Luas kebaikan-Mu wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau (dari segala hal yang tidak layak dengan kesempurnaan dan kemuliaan-Mu).”

  • رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127)

  • وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 128)

  • رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)

  • رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami dengan beban yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286)

  • رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8)

  • رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran: 16)

  • رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah).” (QS. Ali Imran: 53)

  • رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada keimanan, (yaitu seruan) ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu!’ Maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. 

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat kelak. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (QS. Ali Imran: 193-194)

  • رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah berbuat zalim terhadap diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23)

  • رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Ya Tuhan, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama dengan orang-orang yang zalim.” (QS. Al-A’raf: 47)

  • أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ

“Engkaulah Penolong kami, maka ampunilah kami dan berilah rahmat kepada kami, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun. Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat.” (QS. Al-A’raf: 155-156)

  • عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Kepada Allahlah kami bertawakal! Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.” (QS. Yunus: 85-86)

  • رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.” (QS. Al-Kahfi: 10)

  • رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling baik.” (QS. Al-Mu’minun: 109)

  • رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

“Ya Tuhan kami, jauhkanlah siksa neraka jahanam dari kami, sesungguhnya siksaannya itu kebinasaan yang kekal.” (QS. Al-Furqan: 65)

  • رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

  • رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Ya Tuhan kami, berilah ampun kepada kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau timbulkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10)

  • رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal, hanya kepada Engkaulah kami bertobat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Mumtahanah: 4-5)

  • اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِى فِيهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

(ALLAAHUMMA ASHLIH LANAA DIINANAL LADZII HUWA ‘ISHMATU AMRINAA, WA ASHLIH LANAA DUNYAANAL LATII FIIHAA MA‘AASYUNAA, WA ASHLIH LANAA AAKHIROTANAL LATII FIIHAA MA’AADUNAA, WAJ’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LANAA FII KULLI KHAIR, WAJ’ALIL MAUTA RAAHATAN LANAA MIN KULLI SYARR)

“Ya Allah! Perbaikilah agama kami yang merupakan penjaga bagi urusan kami,  perbaikilah dunia kami yang menjadi tempat kehidupan kami, perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami! Jadikanlah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagi kami dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematian kami sebagai perhentian kami dari segala keburukan.” 

  • اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

(ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKAL HUDAA WAT TUQAA WAL ‘AFAAFA WAL GHINAA)

“Ya Allah, kami memohon kepada Engkau petunjuk, ketakwaan, keterjagaan (kehormatan), dan kekayaan.”

  • اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

(ALLAAHUMMA INNAA NA’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIKA WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIKA WA FUJAA-ATI NIQMATIKA WA JAMII’I SAKHATIKA)

“Ya Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepada Engkau dari hilangnya nikmat yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang Engkau anugerahkan, dari siksaan Engkau yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan Engkau.” 

  • اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

(ALLAAHUMMA MUSHARRIFAL QULUUBI SHARRIF QULUUBANAA ‘ALAA THAA’ATIKA)

“Ya Allah, Zat yang mengarahkan seluruh hati, arahkanlah hati kami menuju ketaatan kepada Engkau.”

  • اللهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنَا لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

(ALLAAHUMMA RABBA JIBRAA-IILA WA MIIKAA-IILA WA ISRAAFIILA, FAATHIRAS SAMAAWAATI WAL ARDHI, ‘AALIMAL GHAIBI WASY SYAHAADATI, ANTA TAHKUMU BAINA ‘IBAADIKA FIIMAA KAANUU FIIHI YAKHTALIFUUNA. IHDINAA LIMAKHTULIFA FIIHI MINAL HAQQI BI-IDZNIKA, INNAKA TAHDII MAN TASYAA-U ILAA SHIRAATIN MUSTAQIIM)

“Ya Allah, Tuhannya malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil; Pencipta langit-langit dan bumi; Maha Mengetahui yang gaib dan yang tampak; Engkau memberi keputusan di antara para hamba-Mu atas apa yang dulu mereka perselisihkan. Berilah petunjuk kepada kami tentang kebenaran yang diperselisihkan dengan izin-Mu. Sungguh Engkau Maha Memberi petunjuk kepada yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.”

  • اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

(ALLAAHUMMA INNAA NA’UUDZU BIKA MIN JAHDIL BALAA-I WA DARAKISY SYAQA-I WA SUU-IL QADHA-I WA SYAMAATATIL A’DAA-I)

“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari ujian yang sangat memberatkan, kemelaratan yang membinasakan, takdir yang buruk, dan kegembiraan musuh atas musibah yang kami alami.” 

  • اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَنَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لَنَا خَيْرًا

(ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA MINAL KHAIRI KULLIHI, ‘AAJILIHI WA AAJILIHI, MAA ‘ALIMNAA MINHU WA MAA LAM A’LAM, WA NA’UUDZU BIKA MINASY SYARRI KULLIHI ‘AAJILIHI WA AAJILIHI, MAA ‘ALIMNAA MINHU WA MAA LAM A’LAM. 

ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA MIN KHAIRI MAA SA-ALAKA ‘ABDUKA WA NABIYYUKA. WA NA’UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA ‘AADZA BIHI ‘ABDUKA WA NABIYYUKA.

ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKAL JANNATA WA MAA QARRABA ILAIHAA MIN QAULIN AW ‘AMAL. WA NA’UUDZU BIKA MINAN NAARI WA MAA QARRABA ILAIHAA MIN QAULIN AW ‘AMAL. WA NAS-ALUKA AN TAJ’ALA KULLA QADHAA-IN QADHAITAHU LANAA KHAIRAN)

“Ya Allah, kami mohon kepada-Mu semua kebaikan yang disegerakan maupun yang diakhirkan, dan kebaikan yang kami ketahui maupun tidak kami ketahui. Dan kami berlindung kepada-Mu dari semua keburukan, baik yang disegerakan maupun yang diakhirkan, dan keburukan yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui. 

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu kebaikan yang diminta oleh hamba dan Nabi-Mu, dan kami berlindung kepada-Mu dari apa yang diminta perlindungan darinya oleh hamba dan Nabi-Mu.  

Ya Allah, kami mohon kepada-Mu surga dan segala yang dapat mendekatkan kami kepadanya, baik itu berupa ucapan maupun perbuatan. Dan kami berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala yang dapat mendekatkan kami kepadanya, baik itu berupa ucapan atau perbuatan. Dan kami mohon kepada-Mu kebaikan dari semua takdir yang Engkau tentukan untuk kami.” 

  •  اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

(ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWAN FA’FU ‘ANNAA)

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai pemberian maaf, maka maafkan kami.”

  • اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَنَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَنَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ

(ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKATS TSABAATA FIL AMRI WAL ‘AZIIMATA ‘ALAR RUSYDI, WA NAS-ALUKA MUUJIBAATI RAHMATIKA WA ‘AZAA-IMA MAGHFIRATIKA, WA NAS-ALUKA SYUKRA NI’MATIKA WA HUSNA ‘IBAADATIKA)

“Ya Allah, kami memohon kepada Engkau keteguhan dalam segala perkara dan kesungguhan dalam petunjuk. Kami memohon kepada Engkau segala yang bisa mendatangkan rahmat-Mu dan segala yang bisa mengundang ampunan-Mu. Dan kami memohon kepada Engkau rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah yang baik kepada Engkau.”

  • اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

(ALLAAHUMMAKFINAA BIHALAALIKA ‘AN HARAAMIKA, WA AGHNINAA BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAKA)

“Ya Allah, cukupkanlah kami dengan yang Engkau halalkan agar kami dapat menjauh dari yang Engkau haramkan. Dan cukupkanlah kami dari selain-Mu dengan karunia-Mu.”

  • اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُوْلُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ اليقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، ومَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

(ALLAAHUMMAQSIM LANAA MIN KHASY-YATIKA, MAA TAHUULU BAINANAA WA BAINA MA’SHIYATIKA, WA MIN THAA’ATIKA MAA TUBALLIGHUNAA BIHII JANNATAK, WA MINAL YAQIINI MA TUHAWWINU BIHII ‘ALAINAA MASHAA-IBAD DUNYA.

WA MATTI’NAA BI ASMAA’INAA WA ABSHAARINA WA QUWWATINAA MA AHYAYTANAA, WAJ’ALHUL WAARITSA MINNAA

WAJ’AL TSA’RANAA ‘ALAA MAN DHALAMANAA, WANSHURNAA ‘ALAA MAN ‘AADAANAA, WA LAA TAJ’AL MUSHIIBATANAA FII DIININAA, WA LAA TAJ’ALID DUNYA AKBARA HAMMINAA, WA LAA MABLAGHO ‘ILMINAA, WA LAA TUSALLITH ‘ALAINAA MAN LAA YARHAMUNAA)

 “Ya Allah, berikanlah kepada kami rasa takut kepada-Mu yang menjadi penghalang antara kami dan maksiat kepada-Mu, dan berikanlah kami ketaatan kepada-Mu yang menyampaikan kami kepada surga-Mu, serta berikanlah kami keyakinan yang memudahkan kami untuk menghadapi musibah dunia. 

Berikanlah kepada kami manfaat pada pendengaran kami, penglihatan kami, dan kekuatan kami selagi kami masih hidup, dan jadikanlah itu semua tetap dengan kami dan terpelihara sehingga kami mati. 

Berikanlah balasan hukuman kepada orang yang menzalimi kami dan bantulah kami terhadap orang-orang yang memusuhi kami. Janganlah Engkau timpakan musibah pada agama kami, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan besar kami, serta jangan Engkau jadikan pengetahuan kami hanyalah mengenai dunia semata-mata, dan janganlah Engkau biarkan kami dikuasai oleh orang yang tidak mengasihi kami.”

  • اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

(ALLAAHUMMA INNAA NA’UUDZU BIRIDHAAKA MIN SAKHATIKA WA BIMU’AAFAATIKA MIN ‘UQUUBATIKA, WA NA’UUDZU BIKA MINKA, LAA NUHSHII TSANAA-AN ‘ALAIKA, ANTA KAMAA ATSNAITA ‘ALAA NAFSIKA)

“Ya Allah, kami berlindung dengan keridaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dan kami berlindung kepada-Mu dari-Mu. Kami tidak mampu menghitung pujian atas-Mu sebagaimana pujian-Mu sendiri atas diri-Mu.”

  • اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

(ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD, KAMA SHALLAITA ‘ALAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI IBRAAHIIM, INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN. ALLAAHUMMA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAARAKTA ‘ALAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI IBRAAHIIM, INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN)

“Ya Allah, curahkanlah selawat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau mencurahkan selawat kepada Nabi Ibrahim dan kepada keluarga Nabi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah curahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau mencurahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan kepada keluarga Nabi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Silakan rujuk takhrij hadis-hadis yang menghimpun doa-doa tersebut dalam kitab Tabshir an-Nasik bi-Ahkam al-Manasik ‘ala Dhau-i al-Kitab wa as-Sunnah wa al-Ma-tshur ‘an ash-Shahabah. Sedangkan doa yang kedua terakhir diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud no. 1427 dari Ali radhiyallahu ‘anhu dengan sanad yang sahih; dalam hadis itu disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu senantiasa membaca doa tersebut pada akhir salat witir beliau.

Adapun doa yang bermula dengan kalimat, “اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ” diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi no. 3502 dengan sanad yang hasan (baik).

Dan doa yang berbunyi “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا” diriwayatkan oleh Imam Ahmad no. 25384 dengan sanad yang sahih.

Saya berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar menerima dari kaum muslimin puasa, salat, dan doa mereka; dan memberi mereka taufik menuju amalan yang Dia ridai dan dapat mendekatkan mereka kepada-Nya; serta memberi petunjuk kepada mereka menuju jalan yang lurus. Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa. Semoga selawat, salam, dan keberkahan senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, serta kepada keluarga, dan para sahabat beliau.

***

Abdul Muhsin bin Hamd al-Abbad al-Badr

Sumber: 

https://al-abbaad.com/articles/657055
PDF Sumber Artikel 

🔍 Foto Surga Firdaus, Sholat Idul Adha Wajib Atau Sunnah, Cincin Pernikahan Dalam Islam, Sperma Keluar Di Mulut, Barang Bm Adalah

Visited 9 times, 9 visit(s) today

QRIS donasi Yufid